JAKARTA, Apaberita.com — Atlet lompat jangkit andalan Indonesia, Maria Natalia Londa, menyatakan kesiapannya yang telah mencapai 95 persen menjelang berlaga di Asian Games 2026 di Jepang. Memasuki fase akhir latihan atau tapering, atlet senior asal Denpasar tersebut kini berfokus pada pematangan teknik serta menjaga kebugaran fisik agar dapat tampil maksimal di panggung olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Didampingi sang pelatih sekaligus suaminya, Made Sukariata, Maria telah bertolak ke Jakarta sejak 12 September 2026 untuk bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Sesuai dengan jadwal resmi tim kontingen Indonesia, Maria beserta rombongan atlet atletik dijadwalkan bertolak menuju Negeri Sakura pada 20 September 2026 mendatang.
Fase Tapering dan Target Peningkatan Prestasi
Memasuki fase tapering, intensitas latihan fisik Maria mulai dikurangi secara terukur guna memberikan waktu pemulihan otot, sembari mempertajam presisi lompatan pada nomor triple jump (lompat jangkit). Pihak tim pelatih menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada cedera yang mengganggu konsentrasi menjelang hari pertandingan.
“Untuk persiapan sudah baik, 95 persen fase tapering memantapkan teknik triple jump. Mohon doanya supaya Maria bisa tampil maksimal dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar pelatih Made Sukariata saat memberikan keterangan pers pada Selasa (15/9/2026).
Terkait target capaian, Made mengungkapkan bahwa Maria diharapkan mampu membukukan jarak lompatan yang lebih jauh dibandingkan catatannya pada pesta olahraga Asia Tenggara (SEA Games) 2025 di Bangkok, Thailand. Pada ajang regional tersebut, Maria sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen Merah Putih di nomor lompat jangkit.
Rekam Jejak Keikutsertaan di Asian Games
Asian Games 2026 akan menjadi penampilan keempat berturut-turut bagi atlet bertinggi badan 163 cm ini. Pengalaman bertanding di tingkat tertinggi Asia menjadikannya salah satu pilar paling berpengalaman dalam skuad atletik Indonesia.
Berikut adalah catatan rekam jejak kiprah Maria Londa dalam empat edisi Asian Games yang pernah dan akan diikutinya:
| Edisi | Tuan Rumah | Nomor Perlombaan | Capaian / Target |
|---|---|---|---|
| 2014 | Incheon, Korea Selatan | Lompat Jauh & Lompat Jangkit | Medali Emas (Lompat Jauh) |
| 2018 | Jakarta-Palembang, Indonesia | Lompat Jauh & Lompat Jangkit | Finalis / Peringkat Teratas |
| 2023 | Hangzhou, China | Lompat Jangkit | Peringkat Final |
| 2026 | Aichi-Nagoya, Jepang | Lompat Jangkit | Target Medali & Rekor Personal |
Tantangan Usia dan Persaingan Atlet Muda
Memasuki usianya yang ke-36 tahun pada Oktober 2026, Maria Londa menyadari penuh tantangan fisik yang dihadapinya. Munculnya jajaran atlet muda berbakat dari negara-negara kekuatan atletik Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Kazakhstan memperketat peta persaingan di nomor lompat jangkit.
Meski demikian, pengalamannya yang matang serta kestabilan mental bertanding dinilai menjadi keunggulan komparatif Maria di lapangan. Tim pelatih telah menyusun agenda persiapan akhir secara sistematis sebagai berikut:
- 12 September 2026: Tiba di Jakarta dan bergabung dengan skuad Pelatnas Atletik Indonesia.
- 13–19 September 2026: Pelaksanaan fase tapering intensif dan penyesuaian simulasi perlombaan.
- 20 September 2026: Keberangkatan rombongan kontingen menuju lokasi pertandingan di Jepang.
- Puncak Kompetisi: Penampilan resmi pada nomor final triple jump Asian Games 2026.
Dengan persiapan yang terukur dan tekad tinggi, Maria Londa diharapkan dapat kembali mengibarkan bendera Merah Putih sekaligus mengukir catatan manis di panggung olahraga Asia.
Comments (0)