Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris, menyambut antusias peresmian operasional Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta rute Kelapa Gading hingga Manggarai oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kehadiran moda transportasi berbasis rel modern ini dipandang sebagai lompatan besar dalam memperkuat sistem transportasi massal perkotaan yang terintegrasi di ibu kota.
Jalur rel sepanjang 12,2 kilometer yang dilengkapi dengan 11 stasiun strategis ini dinilai menjadi salah satu pilar krusial dalam mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota berskala global (global city) yang ramah lingkungan, modern, dan efisien.
"Transportasi publik adalah salah satu fondasi utama kota global. LRT Kelapa Gading-Manggarai memperkuat konektivitas utara, timur, hingga pusat Jakarta dan memberikan pilihan perjalanan yang semakin cepat, nyaman, dan terprediksi bagi warga," ujar Fahira Idris dalam keterangan resminya.
Kronologi dan Tahapan Pengembangan LRT Jakarta
Pengembangan jalur rel perkotaan ini melalui proses pembangunan dan persiapan operasional yang terukur guna menjamin aspek keselamatan, keandalan armada, dan integrasi antarmoda:
- Perencanaan dan Peletakan Batu Pertama: Pemprov DKI Jakarta bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memulai perluasan koridor Fase 1B untuk menyambungkan Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) menuju pusat transit Manggarai.
- Penyelesaian Konstruksi Jalur Rel dan 11 Stasiun: Pengerjaan infrastruktur rel layang, pemasangan sistem sinyal mutakhir, dan fasilitas stasiun ramah disabilitas diselesaikan sesuai standar keselamatan transportasi modern.
- Uji Coba Teknis dan Integrasi Sistem: Serangkaian pengujian tanpa penumpang (trial run) dilakukan untuk memastikan sinkronisasi sistem kelistrikan, operasional kereta, hingga integrasi ticketing antarmoda.
- Peresmian Operasional oleh Presiden Prabowo Subianto: Jalur resmi diresmikan oleh Kepala Negara dan mulai melayani masyarakat luas sebagai simpul mobilitas baru Jakarta.
Memperkokoh Ekosistem Transit Terpadu di Stasiun Manggarai
Konektivitas rute Kelapa Gading–Manggarai menjadi sangat strategis karena Stasiun Manggarai telah ditetapkan sebagai stasiun sentral yang menghubungkan berbagai jalur KRL Commuter Line Jabodetabek, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Transjakarta. Dengan tersambungnya LRT ke titik ini, waktu tempuh perjalanan antarkawasan dapat dipangkas secara signifikan.
Fahira turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), serta segenap pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi menuntaskan proyek vital ini.
Berikut adalah sejumlah dampak strategis pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai:
- Pengurangan Kemacetan: Memberikan alternatif transportasi cepat yang mampu mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan massal.
- Penurunan Polusi Udara: Operasional kereta bertenaga listrik berkontribusi langsung pada pengurangan emisi karbon di koridor Jakarta Timur, Utara, dan Pusat.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Perjalanan harian masyarakat menjadi jauh lebih terprediksi dengan tarif yang terjangkau dan jadwal kedatangan tepat waktu.
- Peningkatan Nilai Ekonomi Koridor: Mendorong pertumbuhan kawasan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD) di sekitar 11 stasiun yang dilintasi.
Dengan beroperasinya koridor LRT ini, Jakarta dinilai semakin siap mengukuhkan posisinya sebagai pusat perekonomian modern dengan standar mobilitas masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
Comments (0)