JAKARTA, investor.id – Minat investor Indonesia terhadap saham berbasis kecerdasan buatan (AI)
Data awal dari Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan sebagian besar dana investor pada layanan T
Data awal dari Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan sebagian besar dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir deras ke saham-saham perusahaan AI. Temuan ini sejalan dengan inisiatif OJK yang tengah mematangkan regulasi dan inovasi di sektor keuangan digital.
Dukungan Regulasi OJK
Dalam Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) pada 2 Juli 2026, OJK menegaskan bahwa perkembangan teknologi—dari AI hingga tokenisasi aset—membuka peluang ekspansif bagi sektor keuangan. Regulator kini menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga implementasi Single Investor Identifier (SID).
Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menyatakan bahwa kepastian regulasi akan menjadi fondasi krusial bagi industri.
"Komitmen OJK dalam penguatan IAKD memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi,"
ujar Ryan dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Pasar Kripto Stagnan, Investor Cari Alternatif
Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih bergerak cenderung stagnan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7) pagi WIB, harga Bitcoin berada di kisaran US$ 62.900, turun 0,59% dalam 24 jam terakhir, namun masih mencatat kenaikan 6,61% dalam sepekan. Indeks Fear and Greed CoinMarketCap menyentuh level 27 (fear), membaik dari pekan sebelumnya yang berada di kategori extreme fear.
Kondisi ini mendorong sebagian investor untuk mencari alternatif diversifikasi yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global, termasuk melalui tokenisasi saham AS.
Tokenisasi Saham AI Kuasai Minat Investor
Bittime mencatat lonjakan signifikan pada kepemilikan tokenized saham AS. Dalam 48 jam setelah peluncuran fitur flexible staking untuk Tokenized US Stocks, kepemilikan melonjak 106%. Sebanyak 96% dari dana baru tersebut terkonsentrasi pada tiga token: tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Permintaan terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih datar.
Data juga mengungkap bahwa hampir 50% dari total kepemilikan Tokenized US Stocks di platform Bittime langsung ditempatkan ke dalam fitur Earn untuk memperoleh reward hingga 7% per tahun. Angka ini mengindikasikan bahwa investor tidak hanya mencari apresiasi harga, tetapi juga imbal hasil pasif dari aset yang teregulasi.
Comments (0)