Natindo Cargo Buka Rute Impor Baru dari Amerika dan Eropa
JAKARTA – PT Natindo Cargo resmi memperluas cakupan layanan logistik internasionalnya dengan membuka rute impor langsung dari Amerika Serikat dan Eropa. Ek
JAKARTA – PT Natindo Cargo resmi memperluas cakupan layanan logistik internasionalnya dengan membuka rute impor langsung dari Amerika Serikat dan Eropa. Ekspansi ini menjadi respons strategis atas lonjakan kebutuhan sektor industri Tanah Air terhadap pasokan bahan baku, barang modal, serta produk konsumen premium dari pasar barat.
Kronologi Ekspansi Rute Baru
- Pengumuman Resmi Ekspansi
Pada Rabu (8/7/2026), Head of Import Natindo Cargo Samuel Andrew menyampaikan bahwa perusahaan kini membuka rute impor langsung dari Amerika Serikat dan Eropa. “Dinamika bisnis saat ini menuntut fleksibilitas dan keandalan yang tinggi. Dengan membuka rute langsung dari Amerika dan Eropa, kami ingin memberikan kepastian akses bagi importir korporasi maupun UMKM premium untuk terhubung dengan ekosistem pasokan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis. - Pondasi Jaringan Asia yang Kuat
Sebelum ekspansi ini, Natindo Cargo telah memiliki jaringan pengiriman yang solid di kawasan Asia, mencakup Tiongkok, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Thailand. Infrastruktur tersebut menjadi landasan integrasi rute antarbenua yang kini menjangkau pusat perdagangan utama di Amerika dan Eropa. - Integrasi Lintas Benua
Dengan penambahan rute ini, jaringan perusahaan terhubung langsung dengan simpul-simpul logistik global di kedua kawasan tersebut. Langkah ini memungkinkan pengiriman barang dari negara asal hingga ke alamat tujuan di Indonesia melalui layanan terpadu yang mengombinasikan moda laut dan udara.
Layanan dan Skema Pengiriman
Natindo Cargo menyediakan dua opsi moda pengiriman. Jalur laut (sea freight) diperuntukkan bagi pengiriman skala besar melalui skema Full Container Load (FCL) maupun Less than Container Load (LCL). Sementara itu, jalur udara (air freight) menjadi pilihan bagi pengiriman yang membutuhkan waktu tempuh lebih singkat. Seluruh layanan didukung oleh skema door-to-door (D2D) yang mencakup penjemputan barang di negara asal, pergudangan, pengurusan dokumen kepabeanan (customs clearance), hingga pengantaran ke alamat final di Indonesia. Integrasi ini, menurut perusahaan, bertujuan memberikan kepastian biaya, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi perdagangan internasional.
Dorongan Data Impor Nasional
Keputusan ekspansi ini didukung oleh tren impor Indonesia yang terus tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia pada awal 2026 bergerak di kisaran US$18,44 miliar hingga US$21,20 miliar per bulan. Sebanyak 72,70% dari total impor nonmigas didominasi bahan baku dan penolong, disusul barang modal sebesar 17,93%. Angka ini menegaskan tingginya ketergantungan industri domestik terhadap pasokan dari luar negeri, yang mendorong permintaan akan layanan logistik antarbenua yang andal dan terintegrasi.
Comments (0)