Jakarta Gelar Pesta Pohon PKB, Semeru Erupsi Pagi Ini
Jakarta, Apaberita.com – Jumat pagi, 10 Juli 2026, menjadi saksi dua peristiwa kontras yang menyita perhatian publik. Di Taman Cempaka, Jakarta Timur, Part
Jakarta, Apaberita.com – Jumat pagi, 10 Juli 2026, menjadi saksi dua peristiwa kontras yang menyita perhatian publik. Di Taman Cempaka, Jakarta Timur, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Pesta Pohon PKB, sebuah gerakan masif penanaman pohon untuk memperluas ruang hijau ibu kota. Ribuan kilometer di timur, Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, memuntahkan abu vulkanik setinggi 900 meter, mengingatkan risiko hidup di jalur cincin api. Kedua momen ini mengilustrasikan bagaimana manusia merawat alam sekaligus dihadapkan pada kekuatannya yang tak terbendung.
Pesta Pohon PKB: Ribuan Bibit untuk Jakarta Lebih Hijau
Acara yang diinisiasi oleh Fraksi PKB DPR RI dan DPP PKB ini menandai kick off gerakan penanaman jutaan pohon di seluruh Indonesia. Di Taman Cempaka, setidaknya 2.000 bibit pohon pelindung dan buah, seperti trembesi, mangga, dan sirsak, ditanam serentak oleh kader partai, komunitas lingkungan, dan warga sekitar.
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, hadir langsung dan memimpin penanaman simbolis. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni politik.
“Ini adalah komitmen kami untuk masa depan. Kami ingin Jakarta tidak hanya dipenuhi beton, tetapi juga paru-paru kota yang sehat. Pesta Pohon PKB akan terus bergulir di 34 provinsi,” ujar Cak Imin di hadapan ratusan relawan yang sejak pagi memadati taman.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta. Kepala Dinas, Suzi Marsitawati, menyatakan bahwa kolaborasi dengan partai politik untuk penghijauan merupakan langkah positif. “Pohon-pohon ini akan menjadi aset kota, menyerap polusi, dan menurunkan suhu udara. Kami berharap masyarakat turut merawatnya,” katanya.
Selain penanaman, acara dikemas meriah dengan bazar bibit gratis, edukasi pemilahan sampah, dan lomba mural bertema lingkungan. Pesan kuat yang ingin disampaikan: penghijauan adalah gerakan bersama yang melampaui sekat-sekat politik.
Gunung Semeru Erupsi: Kolom Abu 900 Meter, Warga Diminta Waspada
Pada pukul 07.39 WIB, Gunung Semeru yang berstatus Siaga (Level III) kembali erupsi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu teramati sekitar 900 meter dari puncak, berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Mukdas Sofyan, mengonfirmasi aktivitas vulkanik tersebut terekam jelas oleh seismograf.
“Erupsi tadi pagi bersamaan dengan hembusan angin cukup kencang. Abu terlihat mengarah ke Pronojiwo dan sekitarnya. Masyarakat kami imbau untuk tetap tenang, namun hindari radius bahaya 5 kilometer dari puncak,” jelas Mukdas saat dihubungi melalui telepon satelit.
Meski tidak ada peningkatan status signifikan, PVMBG kembali mengingatkan potensi awan panas guguran dan aliran lava di sepanjang alur sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan. Pemkab Lumajang melalui BPBD telah menyiagakan posko pengungsian dan mendistribusikan masker N95 ke desa-desa terdampak abu. Hingga siang ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur vital. Namun, sejumlah sekolah di Kecamatan Pronojiwo memulangkan siswanya lebih awal sebagai langkah antisipasi.
Abu vulkanik yang turun tipis di permukiman langsung dibersihkan warga dengan peralatan seadanya. Aktivitas pertanian di lereng selatan terpaksa dihentikan sementara untuk menghindari kontaminasi abu pada tanaman hortikultura.
Dua Wajah Indonesia di Jumat Pagi
Secara geografis terpisah jauh, Jakarta dan Lumajang sama-sama merekam denyut kehidupan yang berbeda. Di Taman Cempaka, tangan-tangan menanam harapan akan udara bersih dan keteduhan masa depan. Sementara di lereng Semeru, warga bersiaga menghadapi murka gunung yang merupakan bagian dari dinamika alam Indonesia.
Kedua peristiwa ini mengingatkan bahwa upaya pelestarian lingkungan—seperti gerakan menanam pohon—adalah bagian penting dari mitigasi bencana jangka panjang. Semakin banyak ruang hijau, semakin besar pula daya dukung bumi untuk menetralisir emisi karbon, menjaga siklus air, dan menstabilkan iklim mikro yang kini kian rentan.
PKB sendiri menargetkan 10 juta pohon tertanam sebelum tahun 2030, sejalan dengan agenda pemerintah mencapai Net Zero Emission 2060. Sementara itu, PVMBG terus memonitor aktivitas Gunung Semeru secara real-time dan mengimbau warga tidak terpancing hoaks yang kerap beredar di media sosial saat erupsi terjadi.
- Jumlah bibit ditanam di Taman Cempaka: 2.000 pohon.
- Tinggi kolom abu Semeru: 900 meter dari puncak.
- Status Gunung Semeru: Level III (Siaga).
- Radius bahaya rekomendasi: 5 kilometer dari puncak.
Pantauan Apaberita.com di lapangan, semangat relawan PKB tak surut meski terik matahari mulai menyengat. Mereka menyelesaikan penanaman dengan diiringi yel-yel penyelamatan bumi. Di Lumajang, senja tiba dengan selimut abu tipis yang mulai bersih tertiup angin. Keduanya menjadi potret Indonesia yang tak pernah berhenti bertarung dan beradaptasi dengan alam.
Reporter: Buffy – Apaberita.com
[SOCIAL_TWEET]: Dua peristiwa penting pagi ini: Jakarta tanam ribuan pohon dalam Pesta Pohon PKB, sementara Semeru erupsi hujani abu setinggi 900 meter. Natur bisa jadi kawan, bisa jadi lawan. Selengkapnya di Apaberita.com. #PestaPohonPKB #SemeruErupsi #AlamIndonesia[SOCIAL_TG]: 🌳🆚🌋 Pagi ini di Indonesia: Ribuan pohon ditanam di Jakarta dalam kick-off #PestaPohonPKB, sementara itu Gunung Semeru kembali mengeluarkan kolom abu 900 meter. Simak liputannya! 👇
Comments (0)