JAKARTA — Bank Indonesia (BI) terus mempercepat langkah transformasi digital dalam sistem pembayaran nasional melalui ekspansi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara. Inisiatif strategis ini tidak hanya mempermudah masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi pembayaran di luar negeri menggunakan mata uang rupiah, tetapi juga secara signifikan memperkuat posisi mata uang Garuda di kancah keuangan internasional. Langkah digitalisasi ini menjadi bukti nyata bahwa rupiah semakin diakui dan diperhitungkan dalam lalu lintas pembayaran lintas batas negara.
Melalui perluasan jangkauan QRIS Cross Border, wisatawan dan pelaku usaha Indonesia kini tidak lagi tergantung secara penuh pada penukaran uang tunai valuta asing atau kartu kredit berbiaya tinggi saat berada di negara mitra. Proses transaksi berbasis pemindaian kode QR ini terkoneksi langsung dengan sistem pembayaran lokal di negara tujuan, sehingga mata uang rupiah terkonversi secara transparan dan efisien.
Pendorong Utama Digitalisasi Pembayaran Lintas Negara
Penerapan QRIS Antarnegara didasarkan pada kerangka kerja sama Local Currency Transaction (LCT) yang digagas oleh Bank Indonesia bersama bank sentral mitra di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dan wilayah strategis lainnya. Mekanisme ini memungkinkan penyelesaian transaksi perdagangan dan pariwisata menggunakan mata uang lokal masing-masing negara tanpa harus melalui mata uang perantara seperti Dolar AS.
Berikut adalah perbandingan implementasi kerja sama QRIS Antarnegara di beberapa kawasan strategis:
| Negara Mitra | Status Implementasi | Mekanisme Transaksi |
|---|---|---|
| Thailand | Beroperasi Penuh | Interkoneksi QR Code & LCT Rupiah-Baht |
| Malaysia | Beroperasi Penuh | Interkoneksi QR Code & LCT Rupiah-Ringgit |
| Singapura | Beroperasi Penuh | Interkoneksi QR Code & LCT Rupiah-SGD |
| Jepang & Tiongkok | Tahap Perkembangan/Uji Coba | Mekanisme Penjajakan Sistem Pembayaran Lintas Batas |
Penguatan Kedaulatan dan Martabat Mata Uang Nasional
Pengembangan sistem digital ini sejalan dengan kampanye edukasi dan literasi yang terus digelorakan oleh BI, yaitu program "Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah". Selain itu, langkah ini mendukung visi strategis Festival Rupiah Berdaulat 2026 yang mengusung tema "Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat". Filosofi di balik gerakan ini menegaskan bahwa rupiah bukan sekadar instrumen transaksi ekonomi biasa, melainkan simbol kedaulatan negara yang mencerminkan harga diri dan kemandirian bangsa di mata internasional.
"Digitalisasi pembayaran lintas batas melalui QRIS Antarnegara adalah langkah konkret menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus mengikis ketergantungan terhadap valuta asing tertentu. Ketika mata uang rupiah diterima dan diperhitungkan secara global, martabat ekonomi nasional otomatis terangkat," ujar pakar analisis keuangan internasional.
Tahapan Ekspansi dan Dampak Positif terhadap Ekonomi
Dalam rangka memperluas ekosistem keuangan digital yang inklusif, Bank Indonesia menetapkan urutan langkah strategis untuk memperkuat daya saing rupiah di tingkat global:
- Peningkatan Interkoneksi Kawasan: Memperluas kerja sama bilateral dengan negara-negara di kawasan ASEAN untuk mewujudkan konektivitas pembayaran regional (Regional Payment Connectivity).
- Edukasi dan Inklusi Pelaku UMKM: Memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor pariwisata agar dapat menerima pembayaran dari wisatawan asing secara langsung.
- Penguatan Infrastruktur Keamanan: Menjamin keandalan sistem enkripsi data dan perlindungan konsumen dalam setiap transaksi keuangan digital internasional.
- Penurunan Biaya Transaksi: Mengurangi komisi konversi mata uang sehingga lebih menguntungkan bagi konsumen dan pedagang.
Dengan adopsi teknologi yang semakin luas, Bank Indonesia optimistis bahwa QRIS Antarnegara akan memberikan kontribusi positif yang berlanjut bagi cadangan devisa dan ketahanan ekonomi nasional. Upaya ini memastikan bahwa mata uang rupiah tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga makin berdaya saing dan disegani di panggung dunia.
Comments (0)