Istri Eks Wali Kota Bandung Maju Pilkada Didukung PKS
BANDUNG — Kontestasi Pemilihan Wali Kota Bandung kian memanas. Siti Muntamah, istri mendiang Wali Kota Bandung Oded M Danial, secara resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wali kota melalui ...
BANDUNG — Kontestasi Pemilihan Wali Kota Bandung kian memanas. Siti Muntamah, istri mendiang Wali Kota Bandung Oded M Danial, secara resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wali kota melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Deklarasi berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Selasa (15/4/2025), di hadapan jajaran pengurus, kader, serta simpatisan. Kehadiran perempuan yang akrab disapa Ummi Oded tersebut sekaligus menegaskan keseriusan PKS mengusung figur internal pada pesta demokrasi lokal yang dijadwalkan digelar November 2025.
Dalam sambutannya, Siti Muntamah menyatakan komitmennya melanjutkan pembangunan yang telah dirintis almarhum suaminya. “Saya tidak datang dengan membawa janji kosong. Saya hadir untuk menuntaskan amanah yang dulu diemban Kang Oded, melanjutkan program-program pro-rakyat, dan memperkuat Bandung sebagai kota yang bermartabat,” ujarnya tegas disambut takbir peserta. Ia menambahkan, keputusan maju bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk mengabdi setelah mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.
Dukungan PKS dan Mesin Partai
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu, mengonfirmasi bahwa partainya telah mengeluarkan surat rekomendasi resmi untuk Siti Muntamah. Keputusan itu, kata Haru, diambil melalui mekanisme penjaringan berjenjang, termasuk rapat pleno, survei internal, dan penilaian rekam jejak. “Kami melihat Ummi Oded memiliki elektabilitas tinggi, diterima seluruh struktur partai, dan yang paling penting, memiliki integritas. Beliau adalah representasi dari nilai-nilai perjuangan PKS,” jelas Haru di lokasi yang sama.
Berdasarkan data internal partai, survei yang dilakukan pada Maret 2025 menempatkan Siti Muntamah di posisi teratas dengan tingkat keterpilihan 31,2 persen, unggul atas sejumlah nama lain seperti petahana dan tokoh muda. Mesin partai di 30 kecamatan se-Kota Bandung dikerahkan untuk memenangkan calon tunggal ini. Haru menegaskan, PKS membuka pintu koalisi dengan partai lain, namun sejauh ini belum ada keputusan resmi mengenai pasangan calon wakil wali kota yang akan mendampingi.
Jejak Mendiang Suami dan Basis Massa
Oded M Danial menjabat Wali Kota Bandung periode 2018–2023 namun wafat akibat sakit pada Desember 2021. Ia dikenal sebagai pemimpin merakyat dengan program unggulan "Bandung Bermartabat" yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan gratis, serta penataan ruang publik. Selama mendampingi sang suami, Siti Muntamah aktif di berbagai kegiatan sosial, majelis taklim, dan pemberdayaan perempuan. Basis massa yang loyal terhadap mendiang Oded diyakini menjadi modal kuat sekaligus tantangan untuk meyakinkan pemilih rasional di kota yang pernah menjadi barometer politik nasional ini.
“Ayahanda Oded adalah guru kehidupan saya. Apa yang beliau tinggalkan adalah pondasi kokoh. Saya hanya berikhtiar untuk menjaga dan meneruskannya,” kata Siti Muntamah dengan mata berkaca-kaca. Hadirin yang didominasi ibu-ibu pengajian dan kader PKS menyambut pernyataan itu dengan tepuk tangan dan doa bersama. Momen itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pencalonan Siti Muntamah akan mengandalkan kekuatan emosional dari memori publik terhadap sosok Oded.
Prioritas Program dan Tantangan Kota Bandung
Dalam pemaparannya, Siti Muntamah mengidentifikasi tiga pilar utama yang akan dijadikan prioritas jika terpilih: pemulihan ekonomi pascapandemi, peningkatan kualitas infrastruktur dasar, serta penguatan layanan kesehatan dan pendidikan gratis. Ia menyoroti masih adanya 14 persen warga Bandung yang berada di bawah garis kemiskinan berdasarkan data BPS 2024, serta angka pengangguran terbuka yang menyentuh 8,1 persen. “Kita butuh kebijakan yang cepat, langsung menyentuh. UMKM adalah tulang punggung, harus didukung penuh dengan akses permodalan dan pelatihan,” tegasnya.
Ia juga menjanjikan pembangunan rumah singgah bagi lansia, beasiswa penuh bagi pelajar berprestasi dari keluarga prasejahtera, serta revitalisasi ruang terbuka hijau yang selama ini menjadi keluhan. Tidak ketinggalan, Siti Muntamah menyatakan sikapnya untuk memperkuat harmoni keberagaman di kota berpenduduk lebih dari 2,5 juta jiwa ini. “Bandung adalah milik semua, dari berbagai suku, agama, dan golongan. Tidak boleh ada yang terpinggirkan,” imbuhnya.
Pilkada Bandung sendiri akan memasuki tahapan pendaftaran pasangan calon pada Agustus 2025. Dengan deklarasi ini, PKS menjadi partai pertama yang secara resmi mengusung calon wali kota. Peta koalisi masih dinamis. Sejumlah partai seperti Golkar, Gerindra, dan NasDem dikabarkan masih melakukan penjaringan dan menjajaki komunikasi dengan figur lain. Sementara itu, petahana yang diwakili oleh Yana Mulyana belum memberikan sinyal akan maju kembali setelah masa jabatannya berakhir.
Para pengamat menilai, pencalonan Siti Muntamah akan mengubah konstelasi politik lokal. “Dengan basis partai yang solid dan sentimen publik terhadap almarhum Oded, Ummi jadi kandidat yang sulit diabaikan. Tapi ujiannya adalah bagaimana ia tampil sebagai pemimpin mandiri, bukan sekadar bayang-bayang suami,” ujar pengamat politik dari Universitas Padjadjaran, Dr. Firman Manan. Pidato penutup Siti Muntamah malam itu menekankan bahwa ia siap menghadapi kontestasi dengan gagasan dan program konkret, bukan sekadar popularitas sesaat.
Baca juga:
Comments (0)