Iran Bersiap Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Ayatollah Khamenei
Teheran — Republik Islam Iran tengah bersiap menggelar upacara pemakaman kenegaraan berskala besar bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat dalam serangan gabungan Amerik
Teheran — Republik Islam Iran tengah bersiap menggelar upacara pemakaman kenegaraan berskala besar bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang wafat dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada penghujung Februari lalu. Prosesi pemakaman yang sempat tertunda akibat eskalasi perang di kawasan Timur Tengah itu kini memasuki tahap akhir persiapan, dengan berbagai simbol penghormatan mulai dipasang di seluruh penjuru ibu kota Teheran.
Berdasarkan pantauan media kami di lokasi, potret raksasa Ayatollah Khamenei telah terpampang di bagian depan kompleks Grand Mosalla, pusat peribadatan dan kegiatan nasional terbesar di Teheran. Foto hitam-putih dengan pita duka itu menjadi pusat perhatian warga yang mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir, meskipun jadwal resmi seremoni masih menunggu pengumuman dari Panitia Pemakaman Nasional.
Persiapan di Grand Mosalla dan Simbol Duka Nasional
Grand Mosalla yang biasanya menjadi tempat pelaksanaan salat Jumat akbar dan perayaan revolusi, kini disulap menjadi lokasi utama prosesi. Ratusan pekerja terlihat sibuk menyelesaikan pemasangan tenda-tenda putih raksasa, karpet merah sepanjang koridor utama, serta deretan bendera hitam yang melambangkan perkabungan nasional. Karangan bunga dari berbagai lembaga negara dan perwakilan diplomatik negara sahabat juga terus berdatangan memenuhi pelataran kompleks.
Otoritas setempat memberlakukan pengaturan lalu lintas ketat di sekitar Jalan Valiasr dan Imam Khomeini Square untuk mengantisipasi gelombang jutaan pelayat yang diperkirakan akan membanjiri Teheran. Rangkaian acara direncanakan mencakup prosesi pembaringan jenazah di beberapa kota suci sebelum dikebumikan di kompleks makam yang telah dipersiapkan di dekat Mausoleum Imam Khomeini.
Pemakaman Digelar di Tengah Gencatan Senjata
Pemakaman Ayatollah Khamenei awalnya direncanakan segera setelah kematiannya, namun situasi perang yang kian memanas memaksa pemerintah menunda upacara. Serangan balasan Iran terhadap posisi Israel dan pasukan AS di Suriah serta Irak membuat keamanan di ibu kota tidak memungkinkan untuk menggelar hajatan berskala massal. Kini, setelah Teheran dan Washington menandatangani perjanjian awal untuk mengakhiri konflik, gencatan senjata berlaku dan membuka jendela bagi Iran untuk menggelar seremoni kenegaraan secara layak.
"Kami ingin memberikan penghormatan terakhir yang pantas bagi seorang pemimpin yang telah membimbing bangsa ini melewati berbagai krisis. Gencatan senjata saat ini adalah berkah agar rakyat Iran bisa berduka dengan tenang dan khusyuk," demikian disampaikan seorang pejabat senior Panitia Pemakaman kepada media kami, seraya menegaskan bahwa keamanan maksimal akan dikerahkan.
Pemakaman Ayatollah Khamenei diperkirakan akan menjadi salah satu peristiwa duka nasional terbesar di Republik Islam Iran dalam beberapa dekade terakhir. Tidak hanya pemimpin dan delegasi dari negara-negara sekutu yang akan hadir, tetapi jutaan rakyat Iran dari berbagai provinsi juga dijadwalkan mengikuti prosesi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin tertinggi kedua dalam sejarah republik ini. Publik internasional pun mencermati bagaimana seremoni ini akan menjadi sorotan simbol persatuan dan transisi kekuasaan di tengah kawasan yang masih bergolak.
Comments (0)