Sep 17, 2026
Nasional

Indonesia Re Perkuat Kelompok Pembudidaya Ikan demi Kemandirian Pangan

JAKARTA — PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re terus mempertegas perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta penguat

Indonesia Re Perkuat Kelompok Pembudidaya Ikan demi Kemandirian Pangan

JAKARTA — PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re terus mempertegas perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat serta penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), badan usaha milik negara (BUMN) di bidang reasuransi ini menyalurkan bantuan komprehensif kepada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) binaan.

Langkah strategis ini dirancang sebagai intervensi berkelanjutan untuk menjawab tantangan ketersediaan protein hewani terjangkau sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi keluarga pembudidaya lokal di berbagai daerah.

Tahapan Implementasi Program Pemberdayaan Berkelanjutan

Program pembinaan dan bantuan yang dijalankan oleh Indonesia Re dilaksanakan secara terstruktur guna memastikan dampak jangka panjang bagi para penerima manfaat. Berikut adalah linimasa tahapan pelaksanaan program pemberdayaan tersebut:

  1. Pemetaan Kebutuhan dan Survei Lapangan: Tim TJSL Indonesia Re melakukan asesmen mendalam guna mengidentifikasi kendala teknis serta kebutuhan krusial kelompok pembudidaya di tingkat akar rumput.
  2. Penyaluran Sarana dan Prasarana Budi Daya: Distribusi bantuan fisik yang mencakup ribuan benih ikan unggul (nila dan lele), kolam bioflok ramah lingkungan, pakan berkualitas tinggi, serta perangkat aerator untuk menjaga kualitas air.
  3. Pelatihan Manajemen dan Tata Kelola Akuakultur: Pelaksanaan bimbingan teknis mengenai formulasi pakan mandiri, pencegahan penyakit ikan, hingga pencatatan keuangan sederhana bagi kelompok usaha.
  4. Monitoring dan Evaluasi Siklus Panen: Pendampingan berkala selama masa pemeliharaan hingga tahap pascapanen guna memastikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) ikan tetap optimal di atas 85 persen.

Optimalisasi Produktivitas Lewat Pendekatan Ramah Lingkungan

Bantuan yang diserahkan tidak hanya berfokus pada pemberian modal awal, melainkan juga transformasi metode budi daya. Indonesia Re mendorong adopsi teknologi bioflok yang terbukti efisien dalam pemanfaatan lahan serta hemat air, sangat cocok diterapkan di kawasan pemukiman maupun pedesaan padat penduduk.

"Kami memandang bahwa ketahanan pangan merupakan pilar mendasar dari ketahanan nasional. Melalui program TJSL ini, Indonesia Re ingin memastikan kelompok pembudidaya memiliki daya saing, mampu mengelola produksi secara mandiri, dan menciptakan perputaran ekonomi yang kokoh di lingkungannya," ujar perwakilan manajemen Indonesia Re.

Melalui pendekatan ini, para pembudidaya tidak hanya menghasilkan ikan untuk konsumsi harian keluarga mereka sendiri, namun juga mampu menyuplai pasar lokal secara konsisten. Keberhasilan panen berkala diharapkan mampu menekan angka kerentanan pangan di wilayah binaan.

Dukungan Terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Inisiatif ini selaras dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tanpa kelaparan, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Ke depan, Indonesia Re berkomitmen untuk memperluas jangkauan program serupa ke berbagai wilayah lainnya, mengintegrasikan ekosistem budi daya perikanan dengan akses pasar yang lebih luas agar kelompok usaha binaan dapat naik kelas menjadi entitas bisnis mandiri yang berdaya saing tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User