Sep 17, 2026
Nasional

BANDUNG — BMKG Ungkap Sesar Misterius Picu 118 Gempa Pangalengan

Warga di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung, hingga kawasan Garut, Jawa Barat, terus diselimuti rasa cemas akibat guncangan gempa bumi yang terjadi sec

BANDUNG — BMKG Ungkap Sesar Misterius Picu 118 Gempa Pangalengan

Warga di wilayah Pangalengan, Kabupaten Bandung, hingga kawasan Garut, Jawa Barat, terus diselimuti rasa cemas akibat guncangan gempa bumi yang terjadi secara beruntun. Selama hampir sepekan, getaran halus hingga guncangan yang mengagetkan berulang kali menggoyang kawasan pegunungan tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas tektonik berulang ini bukan sekadar rentetan gempa biasa, melainkan berasal dari struktur patahan atau sesar aktif yang selama ini belum terpetakan dalam peta geologi nasional.

Berdasarkan data pemantauan ketat BMKG, sejak Jumat (11/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) pagi, telah terjadi setidaknya 118 kali gempa bumi yang melanda kawasan Pangalengan hingga meluas ke wilayah Garut. Kejadian berulang dalam durasi singkat ini dikenal dalam dunia seismologi sebagai fenomena gempa swarm, yaitu serangkaian gempa kecil hingga sedang tanpa adanya satu gempa utama (mainshock) yang sangat dominan.

Ancaman Nyata Patahan Aktif Tanpa Nama

Temuan dari BMKG ini mengejutkan banyak pihak mengingat Jawa Barat selama ini dikenal memiliki beberapa patahan aktif utama yang diawasi ketat, seperti Sesar Lembang, Sesar Citarik, dan Sesar Garsela. Namun, episentrum dari 118 gempa terkini justru menunjukkan koordinat yang berada di luar jalur sesar-sesar utama yang sudah terdokumentasi dalam literatur geofisika.

Para ahli geofisika menduga terdapat akumulasi energi lokal pada patahan minor yang tersembunyi di bawah permukaan tanah dataran tinggi Pangalengan. Karakteristik gempa yang tergolong dangkal membuat guncangan terasa cukup signifikan oleh masyarakat setempat, meskipun magnitudo individualnya bervariasi dari skala kecil hingga sedang.

Indikator Pemantauan Detail Informasi
Periode Kejadian 11 hingga 17 September 2026
Total Frekuensi Gempa 118 Kali Kejadian
Cakupan Wilayah Pangalengan (Kabupaten Bandung) meluas ke Garut
Penyebab Utama Sesar Aktif Belum Terpetakan (Unmapped Fault)
Tipe Aktivitas Tektonik Gempa Swarm (Rentetan Beruntun)

Analisis Pakar dan Karakteristik Gempa Swarm

Kemunculan serangkaian gempa di Pangalengan ini memicu respons cepat dari tim riset BMKG. Peneliti menggarisbawahi bahwa wilayah cekungan Bandung dan sekitarnya memiliki kompleksitas geologi yang sangat tinggi akibat dinamika vulkanik dan tektonik yang saling mempengaruhi secara terus-menerus.

"Fenomena 118 kali gempa ini menunjukkan adanya aktivitas pelepasan energi secara bertahap pada struktur patahan baru yang belum teridentifikasi. Keberadaan sesar tak terpetakan ini menjadi pengingat penting bahwa inventarisasi struktur geologi di wilayah rentan harus terus diperbarui untuk mendukung langkah mitigasi yang tepat," tegas perwakilan BMKG dalam keterangannya.

Kerentanan wilayah dataran tinggi Pangalengan dan Garut semakin tinggi mengingat topografi daerah tersebut didominasi oleh perbukitan serta tanah vulkanik muda yang rawan mengalami longsor saat diguncang gempa berulang. Oleh karena itu, potensi bahaya sekunder seperti runtuhnya lereng curam menjadi hal mendesak yang perlu diwaspadai warga setempat.

Langkah Mitigasi dan Himbauan Resmi BMKG

Menghadapi situasi tektonik yang masih dinamis ini, BMKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekitar. Warga diimbau untuk memeriksa kondisi bangunan rumah masing-masing, terutama struktur dinding dan fondasi yang berpotensi mengalami keretakan akibat guncangan berulang selama seminggu terakhir.

Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu memantau kanal informasi resmi terverifikasi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar bohong atau ramalan gempa susulan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Pemetaan ulang jalur patahan aktif oleh pihak berwenang kini menjadi prioritas penting demi menjamin keselamatan warga di Jawa Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User