Sep 17, 2026
Nasional

Wamenbud Giring Ganesha Kenang Sang Ayah di Pameran Fotografi

Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti pembukaan pameran fotografi seni rupa yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring

Wamenbud Giring Ganesha Kenang Sang Ayah di Pameran Fotografi

Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti pembukaan pameran fotografi seni rupa yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Giring Ganesha. Dalam kesempatan tersebut, mantan vokalis grup band Nidji itu tak kuasa menahan rasa haru saat mengenang figur mendiang sang ayah, Djumaryo Imam Muhni, yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya di dunia pewartaan foto jurnalistik.

Bagi Giring, pameran fotografi bukan sekadar perhelatan seni visual biasa, melainkan ruang refleksi personal yang membawanya kembali ke lorong-lorong memori masa kecil. Kehadirannya di acara tersebut menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem seni visual dan dokumentasi budaya di tanah air.

Jejak Visual Sang Ayah dan Inspirasi Masa Kecil

Giring menceritakan bagaimana aroma cairan pencuci film dan gemeretak rana kamera analog telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hari-harinya saat tumbuh dewasa. Sang ayah, yang dikenal sebagai salah satu jurnalis foto senior di Indonesia, mewariskan cara pandang yang peka terhadap lingkungan sekitar melalui bidikan lensa.

"Setiap kali melihat pameran foto atau memegang kamera, memori saya selalu kembali kepada almarhum bapak. Beliau mengajarkan saya bahwa sebuah foto bukan sekadar jepretan gambar, melainkan sebuah rekaman sejarah, emosi, dan kejujuran rasa yang tidak bisa dibeli," kenang Giring di hadapan para pewarta dan pegiat seni visual.

Menurut Giring, ayahnya kerap menekankan nilai kesabaran dan empati dalam menangkap momen. Nilai-nilai inilah yang kemudian membentuk kepribadiannya, baik saat berkarier di industri musik, panggung politik, hingga kini dipercaya mengemban amanah di jajaran eksekutif kebudayaan nasional.

Fotografi sebagai Penjaga Memori dan Identitas Budaya

Dalam perspektif kebudayaan, fotografi memegang peranan krusial sebagai instrumen dokumentasi peradaban. Sebuah karya foto mampu mengabadikan tradisi, ekspresi sosial, hingga dinamika peradaban masyarakat yang terus berubah tergerus waktu.

Kementerian Kebudayaan menaruh perhatian serius terhadap penguatan dokumentasi visual demi menjaga kontinuitas identitas bangsa. Pendokumentasian karya seni secara visual dinilai esensial untuk diwariskan kepada generasi penerus.

Dimensi Peran Fungsi Fotografi dalam Kebudayaan
Dokumentasi Sejarah Merekam peristiwa penting dan dinamika sosial masyarakat lintas zaman.
Preservasi Tradisi Mengabadikan ritual, arsitektur adat, dan ekspresi seni tradisional yang rentan punah.
Edukasi Generasi Muda Menyediakan referensi visual otentik untuk literasi budaya masa depan.

Komitmen Pemerintah Dorong Ekosistem Seni Visual

Menutup sambutannya, Giring menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan akan terus memberikan ruang apresiasi dan dukungan konkret bagi para fotografer maupun seniman visual. Program pelatihan, fasilitasi pameran, hingga pengarsipan digital menjadi agenda prioritas kementerian untuk memperluas jangkauan seni budaya Indonesia ke panggung internasional.

"Fotografer adalah pahlawan sunyi peradaban. Lewat bidikan lensa mereka, kita bisa melihat siapa diri kita hari ini dan mengenang dari mana kita berasal," pungkas Giring dengan penuh optimisme.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User