Oct 06, 2026
Politik

IHSG Berpotensi Melemah Pasca Penetapan APBN 2027 di DPR RI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tekanan konsolidasi dan bergerak melemah pada rentang level 5.851 hingga 6.016 dalam sesi perdagangan bursa pada Rabu (30/9/2026). Proye...

IHSG Berpotensi Melemah Pasca Penetapan APBN 2027 di DPR RI

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami tekanan konsolidasi dan bergerak melemah pada rentang level 5.851 hingga 6.016 dalam sesi perdagangan bursa pada Rabu (30/9/2026). Proyeksi pelemahan ini menyusul penurunan indeks komposit domestik sebesar 26,16 poin atau 0,43 persen menuju level 6.121 pada penutupan perdagangan Selasa (29/9/2026), seiring evaluasi pasar finansial terhadap arah kebijakan fiskal nasional serta pergeseran dinamika geopolitik global.

Pelemahan indeks komposit domestik tersebut mengemuka sesaat setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menyetujui arah kebijakan anggaran negara terbaru. Seluruh perwakilan Fraksi yang hadir dalam agenda pengambilan keputusan tingkat dua melalui Sidang Pleno telah menyepakati kerangka makroekonomi yang diajukan pemerintah guna menjaga ketahanan fiskal di tengah volatilitas pasar keuangan global.

Pengesahan Anggaran Negara 2027 Menjadi Jangkar Fiskal Domestik

Berdasarkan UU Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 yang disahkan dalam rapat paripurna DPR RI pada Selasa (29/9/2026), arsitektur fiskal nasional ditetapkan untuk menopang stabilitas perekonomian makro. Keputusan kelembagaan legislatif tersebut menyepakati penyesuaian target pendapatan negara naik menjadi Rp 3.435,1 triliun guna menopang keberlanjutan program pembangunan nasional di berbagai sektor strategis.

Dalam rapat pengambilan keputusan tersebut, defisit fiskal disepakati tetap berada pada batas aman yakni di kisaran 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), atau setara dengan Rp 671,16 triliun. Keputusan menjaga batasan defisit ini ditujukan untuk memberikan kepastian kepada para pemodal portofolio bahwa manajemen utang dan kesinambungan fiskal pemerintah tetap terjaga secara kredibel. Pemerintah dijadwalkan menggelar Rapat Koordinasi kementerian terkait guna menindaklanjuti pemberlakuan regulasi anggaran baru tersebut dalam kebijakan teknis kementerian dan lembaga.

Dinamika Diplomasi Global Meredam Gejolak Minyak Mentah

Di panggung internasional, sentimen pasar modal turut dipengaruhi oleh pergeseran sikap diplomasi Amerika Serikat setelah pihak Gedung Putih menyatakan keterbukaan untuk mempertimbangkan peninjauan kembali sanksi terhadap Republik Islam Iran. Langkah diplomatik tersebut diarahkan guna meredakan tensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya memicu lonjakan premi risiko pada pasar komoditas dunia.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa sinyal deeskalasi tersebut memberikan dampak langsung terhadap stabilisasi harga minyak dunia. “Kabar diplomasi tersebut langsung meredam lonjakan harga minyak bumi, sehingga memberikan nafas bagi pergerakan ekuitas,” ungkap Nafan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Peredaan ketegangan geopolitik tercermin jelas pada bursa komoditas internasional pada penutupan perdagangan 29 September 2026. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat turun sebesar 3,95 persen ke posisi USD 88,95 per barel. Pada saat yang sama, harga minyak patokan Brent melemah 1,99 persen ke level USD 95,88 per barel, yang berimplikasi positif terhadap pengurangan tekanan beban subsidi bahan bakar domestik.

Meninjau pergerakan grafik pasar modal, Nafan Aji Gusta menegaskan bahwa IHSG masih berada pada fase teknikal yang menantang meski sejumlah indikator mengindikasikan peluang pembalikan arah. “Walaupun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, adapun RSI sudah sangat jenuh jual atau extremely oversold, serta volume mengalami penguatan,” ujar Nafan dalam evaluasi teknikalnya.

Prospek Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Sektor Saham

Sementara itu, analisis pasar dari MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa laju IHSG pada perdagangan Rabu (30/9/2026) berpeluang bergerak secara variatif dengan rentang yang cukup dinamis. Tim riset MNC Sekuritas menyatakan bahwa terdapat peluang penguatan jangka pendek bagi indeks komposit untuk menguji level resistansi pada kisaran 6.152 hingga 6.196.

Kendati memiliki ruang penguatan terbatas, MNC Sekuritas mengingatkan pelaku pasar modal agar tetap mengantisipasi potensi tekanan jual lanjutan di pasar reguler. “Sehingga masih terdapat peluang penguatan dalam jangka pendek untuk menguji 6.152-6.196. Namun demikian, waspadai koreksi lanjutan yang akan menguji 5.850-5.946,” tulis MNC Sekuritas dalam laporan hariannya.

Untuk merespons fluktuasi indeks tersebut, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan akumulasi selektif pada sejumlah emiten berkinerja stabil, di antaranya PT Aneka Tambang Tbk (EMAS), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Saham-saham tersebut dinilai memiliki daya tahan fundamental yang memadai terhadap fluktuasi sentimen global.

Secara terpisah, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham perbankan berkapitalisasi besar, konsumer, serta industri penunjang komoditas, mencakup PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Rekomendasi ini mempertimbangkan kemampuan masing-masing emiten dalam menavigasi implementasi kebijakan APBN 2027 serta dinamika perdagangan internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User