IHSG Akhir Tahun 2022 Ditutup Lesu ke 6.850,62

Jakarta - Perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022 ditutup dengan catatan lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,46 p

Jul 13, 2026 - 05:01
0 0
IHSG Akhir Tahun 2022 Ditutup Lesu ke 6.850,62

Jakarta - Perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2022 ditutup dengan catatan lesu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9,46 poin atau setara 0,14 persen ke level 6.850,62, mengakhiri tahun yang penuh gejolak.

Jalannya Perdagangan Akhir Tahun

Sesi pertama dibuka dengan pergerakan fluktuatif, di mana IHSG sempat menguat tipis ke zona hijau didorong aksi beli di saham perbankan dan consumer goods. Namun, menjelang siang, indeks berbalik arah ke teritori negatif setelah investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham unggulan yang sudah naik tinggi sepanjang pekan.

Hingga penutupan sesi kedua, IHSG bertahan di level 6.850,62. Volume perdagangan mencapai 18,7 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,2 triliun. Sebanyak 221 saham menguat, 282 saham melemah, dan 176 saham stagnan.

Rekor IPO dan Kapitalisasi Pasar

Sepanjang 2022, BEI mencatatkan 59 perusahaan baru melantai melalui Initial Public Offering (IPO), menjadikan tahun ini sebagai tahun dengan jumlah emiten baru tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi tersebut mencapai lebih dari Rp30 triliun, didominasi oleh sektor teknologi, energi, dan konsumer.

"Tingginya minat IPO menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap pasar modal sebagai sumber pendanaan jangka panjang," ujar Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam sambutan penutupan.

Kapitalisasi pasar BEI di akhir tahun tercatat sebesar Rp9.600 triliun, naik tipis dibandingkan akhir 2021 yang berada di angka Rp8.990 triliun. Jumlah investor ritel juga melonjak signifikan menjadi lebih dari 10 juta Single Investor Identification (SID).

Kinerja Sektoral dan Aliran Dana Asing

Pelemahan IHSG hari ini dipimpin oleh sektor infrastruktur (-0,78%) dan transportasi (-0,65%). Sementara itu, sektor energi (+1,2%) dan kesehatan (+0,45%) menjadi penopang utama. Investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp345 miliar di pasar reguler, melanjutkan tren keluarnya modal asing yang sudah berlangsung sejak triwulan keempat.

Secara tahunan, IHSG masih mencatatkan kinerja positif meskipun tak setinggi 2021. Indeks acuan ini menguat sekitar 4,5 persen secara year-to-date, setelah sempat menyentuh level tertinggi di 7.318 pada September lalu. Pencapaian ini lebih baik dibanding bursa global yang banyak tertekan inflasi dan kenaikan suku bunga.

Komentar Analis

Analis pasar modal, Heru Sutanto, menilai pelemahan akhir tahun merupakan hal wajar karena minimnya sentimen baru dan libur panjang. "Pasar sedang dalam mode wait and see menjelang rilis data inflasi global dan kebijakan The Fed di awal 2023," jelasnya.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia yang kuat—tercermin dari pertumbuhan ekonomi 5,7 persen dan inflasi yang terjaga—menjadi bantalan bagi IHSG untuk bangkit di tahun depan.

Outlook Pasar 2023

Memasuki 2023, BEI menargetkan pertumbuhan jumlah investor hingga 12,5 juta SID dan setidaknya 60 emiten baru melantai. Pelaku pasar memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.800-7.500 sepanjang tahun, dengan risiko utama dari perlambatan ekonomi global dan ketegangan geopolitik.

"Kami optimistis IHSG bisa kembali menyentuh level 7.200 pada kuartal pertama jika rilis kinerja emiten sesuai ekspektasi," pungkas Heru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User