Hino Digitalisasi Pemeriksaan Kendaraan di Seluruh Karoseri Mitra
JAKARTA — PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) resmi mengoperasikan sistem pemeriksaan kendaraan berbasis digital, atau digitalisasi Pre Delivery Inspection (PDI), di seluruh jaringan karoseri mitr...
JAKARTA — PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) resmi mengoperasikan sistem pemeriksaan kendaraan berbasis digital, atau digitalisasi Pre Delivery Inspection (PDI), di seluruh jaringan karoseri mitranya sejak awal 2025. Kebijakan tersebut mengakhiri praktik inspeksi manual berbasis kertas yang berlangsung bertahun-tahun, sekaligus menetapkan satu standar tunggal pemeriksaan unit sebelum kendaraan diserahkan kepada konsumen.
Langkah itu disosialisasikan dalam forum diskusi bertajuk "Accelerating Quality and Safety: Digitalisasi PDI dan Standarisasi Karoseri Hino untuk Transportasi Indonesia" yang dihadiri perwakilan sejumlah karoseri rekanan. Melalui aplikasi khusus bernama Digital PDI, seluruh tahapan pengecekan unit kini terdokumentasi secara elektronik dan terekam dalam sistem komputasi awan (cloud) yang dapat diakses sewaktu-waktu.
Dalam ekosistem kendaraan niaga, karoseri memegang peran penting karena bertugas membangun bodi kendaraan di atas sasis yang diproduksi prinsipal. PDI menjadi gerbang terakhir untuk memastikan hasil pengerjaan memenuhi spesifikasi sebelum unit dikirim ke tangan pelanggan.
Menjawab Ketimpangan Standar Antar-Karoseri
Bodymaker Department Head PT HMSI, Heri Komala, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini dilatarbelakangi temuan di lapangan. Selama ini, setiap karoseri mitra menjalankan prosedur inspeksi dengan metode serta format pengecekan yang berbeda-beda. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi mutu akhir kendaraan yang diterima pelanggan.
"Digitalisasi ini kami hadirkan untuk mendukung rekan-rekan karoseri, sehingga setiap kendaraan yang keluar dan diterima konsumen memiliki standar kualitas yang sama," ujar Heri dalam paparannya.
Ia menyatakan, penyamaan persepsi mengenai standar pemeriksaan merupakan fondasi utama program standardisasi karoseri yang tengah dijalankan perusahaan. Dengan satu platform terpadu, seluruh mitra kini mengacu pada daftar pemeriksaan (checklist) yang seragam sesuai standar resmi Hino.
Data Terekam di Cloud, Inspeksi Lebih Akurat
Berbeda dengan mekanisme lama yang bergantung pada lembar kerja fisik, aplikasi Digital PDI merekam seluruh hasil pemeriksaan secara digital. Dokumentasi itu dapat diakses kembali kapan pun dibutuhkan, baik untuk keperluan audit internal, evaluasi kinerja karoseri, maupun penelusuran riwayat unit kendaraan.
Daftar pemeriksaan di dalam sistem juga telah diselaraskan dengan standar Hino dan bersifat fleksibel untuk diperbarui mengikuti perkembangan produk serta dinamika kebutuhan di lapangan. Pendekatan digital ini dinilai menjadikan proses inspeksi lebih modern, presisi, dan mudah dilacak, sekaligus menekan risiko kehilangan dokumen yang kerap terjadi pada pencatatan konvensional.
Keberadaan rekam jejak digital turut memberikan nilai tambah bagi konsumen. Apabila di kemudian hari ditemukan kendala pada kendaraan, data hasil inspeksi dapat ditelusuri kembali sebagai bahan verifikasi, sehingga proses penanganan berjalan lebih cepat dan transparan.
Diuji Coba 2024, Kini Masuki Tahap Kedua
Heri menjelaskan, aplikasi Digital PDI telah melalui masa uji coba sepanjang 2024 sebelum akhirnya ditetapkan beroperasi penuh pada awal 2025. Memasuki tahun ini, HMSI tengah menyiapkan pengembangan tahap kedua dengan menyematkan sejumlah fitur baru.
Penambahan fitur tersebut disusun berdasarkan masukan langsung dari para mitra karoseri yang menjadi pengguna utama aplikasi. Perusahaan berkomitmen menindaklanjuti setiap umpan balik dari lapangan guna menyempurnakan sistem secara berkelanjutan.
Bagian dari Peta Jalan Standardisasi Karoseri
Program digitalisasi PDI bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Inisiatif ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) standardisasi karoseri yang disusun HMSI secara bertahap, mencakup penyelarasan proses produksi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga penetapan indikator kinerja utama (key performance indicator/KPI) bagi setiap mitra.
Penetapan KPI dimaksudkan sebagai tolok ukur objektif dalam mengevaluasi kinerja karoseri secara berkala. Dengan parameter yang terukur, perusahaan dapat memastikan setiap mitra memenuhi standar mutu yang ditetapkan, sekaligus memberikan pembinaan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Heri menegaskan, standardisasi menyeluruh menjadi prasyarat penting dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk kendaraan niaga. Konsistensi mutu, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kualitas sasis dari prinsipal, tetapi juga oleh hasil pengerjaan bodi di setiap karoseri.
Melalui kerangka tersebut, HMSI berharap kualitas kendaraan niaga yang beredar di Indonesia terjaga konsistensinya, mulai dari proses pembangunan bodi di karoseri hingga serah terima unit kepada konsumen akhir.
Comments (0)