Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
Bertepatan dengan peringatan Hari Pelaut Sedunia, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan pentingnya transformasi peran Indonesia di kawasan Selat Malaka. Dalam sebuah pernyataan yan
Bertepatan dengan peringatan Hari Pelaut Sedunia, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan pentingnya transformasi peran Indonesia di kawasan Selat Malaka. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Jumat (26/6/2026), BUMN kepelabuhanan itu memandang bahwa Indonesia harus keluar dari sekadar fungsi transit dan mulai meraih nilai tambah ekonomi yang lebih besar dari aktivitas pelayaran global. Apaberita.com menerima laporan langsung bahwa momentum Hari Pelaut Sedunia dijadikan Pelindo untuk menyoroti kembali potensi Selat Malaka sebagai jalur pelayaran tersibuk di dunia, yang setiap tahunnya dilalui ribuan kapal perdagangan internasional.
Peluang Besar di Jalur Strategis
Selat Malaka membentang menjadi koridor maritim vital yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik, menjadikannya salah satu choke point perdagangan dunia. Selama ini, posisi geografis Indonesia di selat tersebut lebih banyak dimanfaatkan sebagai lintasan kapal asing tanpa banyak keterlibatan dalam layanan bernilai tambah seperti bunkering, pergantian awak kapal (crew change), reparasi, hingga logistik suku cadang. Pelindo melihat celah ini sebagai peluang emas untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menggenjot pendapatan negara bukan pajak dari sektor jasa kemaritiman.
Menurut data internal yang dihimpun Apaberita.com, volume kapal yang melintas di Selat Malaka mencapai lebih dari 100.000 per tahun, namun porsi layanan yang dinikmati Indonesia masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga. Jika ekosistem layanan terintegrasi dibangun di sekitar pelabuhan yang bersinggungan langsung dengan selat, seperti di Aceh, Batam, dan Kepulauan Riau, maka efek berganda ekonominya diprediksi akan signifikan.
"Selat Malaka bukan hanya jalur pelayaran internasional. Bagi Indonesia, kawasan ini adalah ruang strategis untuk memperkuat kedaulatan maritim sekaligus menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari aktivitas perdagangan dunia," ujar Achmad, Direktur Utama Pelindo, dalam keterangannya yang dikutip Apaberita.com.
Membangun Ekosistem Maritim Terpadu
Untuk mewujudkan ambisi itu, Pelindo menginisiasi pengembangan layanan maritim terintegrasi yang mencakup pelabuhan hub di kawasan barat Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat infrastruktur pelabuhan, digitalisasi layanan kepelabuhanan, serta menjalin kemitraan dengan penyedia jasa logistik global. Pelindo juga menggandeng para pemangku kepentingan di dalam negeri untuk memastikan bahwa arus barang dan logistik kunci bisa dikendalikan melalui dermaga-dermaga yang siap bersaing secara internasional.
Pendekatan tersebut diyakini akan membuka lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar pelabuhan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja maritim Indonesia. Selat Malaka, dalam visi jangka panjang Pelindo, bukan lagi sekadar perairan yang dilewati, melainkan pusat aktivitas maritim kelas dunia yang ramah investasi dan berdaya saing tinggi.
Apaberita.com akan terus memantau perkembangan rencana strategis ini, termasuk realisasi investasi dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.
Comments (0)