Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Pemicunya

Pasar emas global menunjukkan sinyal positif yang kuat menjelang pekan depan. Setelah menutup perdagangan pekan ini di level Rp 2.670.000 per gram, logam mulia diperkirakan akan melanjutkan reli peng

Jul 08, 2026 - 06:00
0 0
Harga Emas Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Pemicunya

Pasar emas global menunjukkan sinyal positif yang kuat menjelang pekan depan. Setelah menutup perdagangan pekan ini di level Rp 2.670.000 per gram, logam mulia diperkirakan akan melanjutkan reli penguatannya, dengan target resisten yang cukup optimistis.

Berdasarkan laporan Apaberita.com, analisis terbaru dari pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengindikasikan bahwa harga emas berpotensi melesat ke kisaran Rp 2.780.000 per gram. Level ini merupakan resisten kedua yang akan diuji jika momentum bullish terus berlanjut.

"Apabila menguat, resisten pertama itu logam mulianya di Rp 2.690.000 per gram. Seandainya emas dunia menguat terus, di resisten ke dua itu di Rp 2.780.000 per gram," jelas Ibrahim dalam analisis mingguannya yang dikutip Apaberita.com, Minggu (5/7/2026).

Sejumlah faktor fundamental dan teknikal menjadi katalis utama di balik proyeksi kenaikan harga emas pekan depan. Pertama, ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed) dan Bank Sentral Eropa, terus memicu permintaan terhadap aset safe haven. Emas, yang tidak menghasilkan imbal hasil, menjadi semakin menarik ketika imbal hasil obligasi riil menurun.

Kedua, ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi, terutama di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, menjaga sentimen risiko di pasar keuangan. Investor cenderung mengalihkan portofolio ke emas sebagai lindung nilai terhadap gejolak ekonomi dan politik.

Selain itu, pelemahan indeks dolar AS memberikan ruang tambahan bagi emas untuk naik. Pergerakan dolar yang tertekan oleh data ekonomi AS yang kurang solid membuat logam mulia berdenominasi dolar ini lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga memperluas basis permintaan global.

Ibrahim menambahkan bahwa pola teknikal grafik harga emas juga mendukung prospek kenaikan. Setelah berhasil menembus level psikologis Rp 2.670.000 dengan volume beli yang tinggi, target alami selanjutnya adalah resisten pertama di Rp 2.690.000. Jika breakout terjadi, resisten kedua di Rp 2.780.000 berpeluang besar untuk tersentuh dalam beberapa sesi perdagangan.

Dengan kombinasi sentimen positif tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap memantau rilis data inflasi AS dan pernyataan pejabat The Fed yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter. Setiap sinyal dovish berpotensi mendorong reli lebih lanjut pada emas.

Apaberita.com akan terus memantau pergerakan harga emas dan memberikan laporan terkini bagi para investor.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User