Sep 17, 2026
Hukum

Hadiri Karya di Bualu, Wabup Alit Sucipta Dorong Penguatan Adat Badung

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat di Pulau Dewata. Hal

Hadiri Karya di Bualu, Wabup Alit Sucipta Dorong Penguatan Adat Badung

Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelestarian adat, tradisi, dan kehidupan spiritual masyarakat di Pulau Dewata. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Bupati Badung, Alit Sucipta, saat menghadiri rangkaian upacara keagamaan (karya) di Pura Ibu Panti Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Kehadiran pimpinan daerah di tengah krama adat bertepatan dengan pelaksanaan prosesi Nyurud Ayu, yang dirangkaikan dengan pelaksanaan upacara Manusa Yadnya secara massal. Kehadiran pemerintah disambut hangat oleh prajuru dan krama pura yang telah memadati areal suci tersebut sejak pagi hari.

Kronologi dan Rangkaian Upacara Manusa Yadnya Massal

Pelaksanaan karya suci di Pura Ibu Panti Bualu ini diisi dengan berbagai tahapan upacara penyucian diri dalam siklus kehidupan umat Hindu Bali. Adapun rincian tahapan serta keterlibatan krama dalam upacara Manusa Yadnya tersebut meliputi:

  1. Upacara Matelu Bulanan: Prosesi penyucian kelahiran saat bayi menginjak usia 105 hari, diikuti oleh sebanyak 22 anak warga setempat.
  2. Upacara Mesakapan (Pawiwahan): Pengesahan ikatan pernikahan secara adat dan spiritual yang diikuti oleh dua pasangan pengantin.
  3. Upacara Mesangih (Potong Gigi): Upacara peningkatan kedewasaan serta pengendalian enam sifat buruk manusia (Sad Ripu) yang diikuti oleh 30 peserta.
  4. Prosesi Nyurud Ayu: Puncak permohonan anugerah kerahayuan, berkah, dan keselamatan bagi seluruh krama yang hadir.

Fokus Pembangunan Tidak Hanya Bertumpu pada Fisik

Dalam sambutannya di hadapan krama adat, Wabup Alit Sucipta menegaskan bahwa visi pembangunan di Kabupaten Badung tidak melulu difokuskan pada infrastruktur fisik belaka. Penguatan sendi-sendi kehidupan sosial, kearifan lokal, serta nilai spiritual masyarakat Bali justru menjadi fondasi utama yang tidak boleh diabaikan.

“Pembangunan di Kabupaten Badung tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup penguatan kehidupan sosial, adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama dan panitia karya yang telah melaksanakan rangkaian upacara ini dengan semangat gotong royong,” ujar Wabup Alit Sucipta.

Ia menambahkan, desa adat beserta institusi keagamaan di dalamnya merupakan pilar vital dalam membentengi identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan pariwisata. Oleh karena itu, sinergi komunikasi yang harmonis serta rasa persatuan antarwarga harus terus dirawat secara berkesinambungan.

Dukungan Pemerintah Diapresiasi Krama Adat Bualu

Pemerintah Kabupaten Badung berjanji akan terus hadir memfasilitasi kebutuhan krama, baik melalui dukungan stimulant pembangunan fisik tempat suci maupun penguatan kegiatan keagamaan guna meringankan beban finansial masyarakat.

Sementara itu, Manggala Karya Pura Ibu Panti Bualu, Wayan Darma, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian dan kehadiran jajaran Pemkab Badung. Menurutnya, perhatian langsung dari pemerintah memberikan suntikan moral dan semangat kebersamaan yang besar bagi krama dalam menuntaskan seluruh tahapan yadnya hingga selesai dengan paripurna.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User