Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan ketersediaan bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Pertamax di wilayah Provinsi Bali masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan. Penegasan tersebut disampaikan menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai kabupaten dan kota di Pulau Dewata.
"Ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan," kata Koster di Depo Pertamina Pesanggaran, Denpasar, Selasa (13/10).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Koster, kapal tanker telah tiba pada Selasa (13/10) di Terminal Manggis, Kabupaten Karangasem, dan Depo Pesanggaran, Denpasar. Kedatangan kapal tersebut membawa pasokan Pertalite sebanyak 19,2 juta liter dan Pertamax sebanyak 3 juta liter.
Selain itu, kapal tanker berikutnya dijadwalkan bersandar pada 15, 16, dan 17 Oktober dengan kapasitas Pertalite mencapai 25 juta liter. Adapun pasokan Pertamax akan kembali datang pada 17 Oktober dengan kapasitas 13 juta liter.
"Stok minyak Pertalite dan Pertamax itu bisa tersedia mencukupi kebutuhan, melebihi kebutuhan normal di Provinsi Bali," ucapnya menegaskan.
Prioritas Pengisian dan Operasional 24 Jam
Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina menetapkan prioritas utama pengisian ulang pada 92 SPBU yang tersebar di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. SPBU tersebut dioperasikan selama 24 jam penuh mulai Selasa (13/10), demikian pula dengan Depo Manggis dan Depo Pesanggaran.
Selain penambahan pasokan, Pertamina akan mengerahkan 105 armada untuk distribusi dari depo menuju SPBU guna mempercepat keterisian bahan bakar. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Kepolisian Daerah Bali agar pengawalan mobil tangki dari depo hingga SPBU dapat berjalan lancar.
"Dengan demikian, masyarakat Denpasar dan Badung diimbau tidak perlu ramai-ramai datang ke SPBU. Jadi tidak harus hari ini semua, di jam yang sama, sehingga tidak terjadi antrean yang panjang," imbau Koster.
Penyebab Antrean Panjang di Sejumlah SPBU
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Bali atas terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Ia mengungkapkan bahwa penyebab utama keterbatasan penyediaan BBM di Provinsi Bali adalah kesulitan yang dialami salah satu kapal kargo pada bagian jangkar ketika proses discharge, sehingga rencana penyaluran pasokan mengalami penundaan.
Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya ritme distribusi bahan bakar dari depo ke sejumlah SPBU, terutama di kawasan Denpasar dan Badung yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Antrean kendaraan pun terpantau mengular di beberapa titik, termasuk di SPBU Pertamina Panjer, Denpasar.
Langkah Koordinasi dan Imbauan kepada Masyarakat
Pemerintah Provinsi Bali menindaklanjuti persoalan ini melalui Rapat Koordinasi bersama Pertamina dan aparat keamanan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, pengawalan mobil tangki disepakati guna memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan tanpa hambatan di lapangan.
Koster menyatakan bahwa penambahan frekuensi kedatangan kapal tanker dan pengoperasian SPBU selama 24 jam diharapkan mampu menekan kepadatan antrean dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta mengatur waktu pengisian bahan bakar secara bertahap dan tidak menumpuk pada satu waktu tertentu.
Dengan pasokan yang diproyeksikan melebihi kebutuhan normal harian Provinsi Bali, pemerintah daerah memastikan tidak ada kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar bersubsidi di luar ketentuan yang berlaku. Seluruh pemangku kepentingan diinstruksikan terus memantau perkembangan di lapangan dan melaporkan secara berkala kepada pemerintah provinsi.
Comments (0)