Glycolic Acid Ampuh Cerahkan Ketiak Gelap, Ini Panduan Amannya
Jakarta – Masalah kulit ketiak yang menggelap kerap menjadi keresahan estetika bagi banyak individu, mendorong pencarian solusi efektif berbasis bahan aktif. Salah satu senyawa yang kini banyak dire...
Jakarta – Masalah kulit ketiak yang menggelap kerap menjadi keresahan estetika bagi banyak individu, mendorong pencarian solusi efektif berbasis bahan aktif. Salah satu senyawa yang kini banyak direkomendasikan dalam lingkup dermatologi kosmetik adalah glycolic acid, anggota keluarga asam alfa-hidroksi (AHA). Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Andini Prameswari, Sp.KK, dalam diskusi virtual Kamis (23/5/2024) menegaskan bahwa glycolic acid memiliki potensi signifikan mereduksi hiperpigmentasi di area lipatan, selama protokol penggunaannya dipatuhi secara ketat.
“Glycolic acid bekerja sebagai agen eksfoliasi kimia yang menargetkan stratum korneum—lapisan terluar epidermis—dengan memutus ikatan antarsel korneosit. Proses ini mempercepat pengelupasan sel kulit mati yang menumpuk dan membawa serta melanin berlebih, sehingga warna kulit ketiak berangsur memudar,” jelas dr. Andini. Berdasarkan data Laboratorium Penelitian Kosmetik Universitas Indonesia yang dirilis Maret 2024, aplikasi topikal glycolic acid pada konsentrasi 10% selama delapan minggu mampu menurunkan indeks melanin hingga 27% pada area aksila 32 partisipan.
Mekanisme Kerja Glycolic Acid dalam Mengurangi Pigmentasi
Molekul glycolic acid yang berukuran kecil—terkecil di antara seluruh AHA—memiliki kemampuan penetrasi yang unggul ke dalam lapisan epidermis. Hal ini, menurut dr. Andini, memungkinkan senyawa tersebut menjangkau melanosit yang hiperaktif dan merangsang deskuamasi secara merata. “Eksfoliasi rutin tidak hanya mengangkat sel mati yang terpapar gesekan pakaian dan residu deodoran, tetapi juga mendorong regenerasi sel baru yang lebih cerah. Inilah kunci mengapa glycolic acid efektif menyamarkan ketiak gelap akibat akumulasi melanin epidermal,” paparnya.
Selain itu, studi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) yang dipublikasikan pada Februari 2024 menunjukkan bahwa glycolic acid turut menstimulasi sintesis kolagen tipe I, sehingga tekstur kulit ketiak menjadi lebih halus dan elastis. Efek ganda ini menjadikannya pilihan bahan aktif serbaguna, terutama pada kasus hiperpigmentasi yang disertai kekasaran akibat iritasi mekanis seperti mencukur bulu.
Panduan Aman Penggunaan agar Terhindar dari Iritasi
Keampuhan glycolic acid mesti diimbangi dengan ketaatan pada protokol keamanan. Berikut panduan komprehensif yang disusun berdasarkan rekomendasi dr. Andini dan panduan resmi PERDOSKI:
Konsentrasi Awal: Mulailah dengan produk berlabel konsentrasi 5–8%. “Kulit aksila termasuk area sensitif. Gunakan kadar rendah lebih dulu untuk membangun toleransi selama dua minggu pertama,” ujar dr. Andini.
Frekuensi dan Waktu Aplikasi: Oleskan glycolic acid setiap tiga hari sekali pada malam hari. Setelah kulit terbiasa, tingkatkan menjadi dua hari sekali, maksimal digunakan satu kali sehari. Hindari pemakaian bersamaan dengan eksfolian lain atau retinol pada sesi malam yang sama.
Teknik Pemakaian: Bersihkan dan keringkan ketiak sepenuhnya. Tuangkan secukupnya pada kapas, lalu usapkan lembut tanpa menggosok. Biarkan meresap selama 5–10 menit sebelum diaplikasikan pelembap ringan yang mengandung ceramide atau panthenol untuk mempertahankan barier kulit.
Proteksi Sinar Matahari: Seluruh partisipan riset menunjukkan bahwa area yang dirawat glycolic acid lebih rentan terhadap UV. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya minimal SPF 30 pada ketiak—jika sering terpapar matahari—serta pakaian yang melindungi lipatan menjadi wajib.
Uji Tempel (Patch Test): Sebelum pemakaian penuh, lakukan uji tempel di bagian kecil ketiak. Amati selama 24 jam; jika muncul kemerahan hebat, rasa terbakar, atau gatal, hentikan segera dan konsultasikan ke dokter.
Potensi Efek Samping dan Kontraindikasi
Meskipun bermanfaat, dr. Andini memperingatkan bahwa penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan dermatitis kontak iritan. “Eritema, pengelupasan berlebihan, dan sensasi perih merupakan indikasi bahwa barier kulit terganggu. Segera kurangi frekuensi atau encerkan produk dengan pelembap jika gejala muncul,” tegasnya. Data dari Instalasi Rawat Jalan Dermatologi RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo sepanjang Januari–April 2024 mencatat 11 kasus iritasi aksila akibat pemakaian asam glikolat murni tanpa pengenceran, membuktikan perlunya kehati-hatian.
Glycolic acid tidak disarankan bagi individu dengan kulit aksila yang sedang terluka, mengalami infeksi, atau memiliki riwayat dermatitis atopik tanpa pengawasan medis. Ibu hamil dan menyusui diminta berkonsultasi terlebih dahulu karena potensi absorpsi sistemik, meskipun risikonya tergolong rendah pada pemakaian topikal sesuai dosis.
Secara keseluruhan, glycolic acid terbukti secara klinis mampu mencerahkan ketiak yang menggelap apabila diintegrasikan dalam regimen perawatan yang terukur dan disiplin. “Kuncinya bukan semata-mata memilih produk dengan kandungan glycolic acid, melainkan memahami respons kulit masing-masing dan mematuhi tahapan adaptasi,” pungkas dr. Andini. Dengan pemakaian yang benar, kulit ketiak cerah dan sehat bukan lagi angan semata.
Baca juga:
Comments (0)