Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Enggano Bengkulu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Apaberita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (11/8) pukul 08.08 WIB. B...
Apaberita — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Selasa (11/8) pukul 08.08 WIB. Berdasarkan hasil analisis parameter gempa, kejadian tersebut dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami sehingga masyarakat pesisir diimbau tetap tenang dan tidak panik.
Episenter Berada 63 Kilometer Tenggara Enggano
Dalam keterangan resminya, BMKG menyebutkan pusat gempa atau episenter berada di wilayah laut pada jarak sekitar 63 kilometer arah tenggara Enggano. Adapun hiposenter atau kedalaman pusat gempa tercatat berada pada 30 kilometer di bawah permukaan bumi. Parameter tersebut diperoleh dari hasil pengolahan data seismik jaringan pemantau gempa yang dioperasikan BMKG.
Dengan kedalaman tersebut, gempa ini masuk kategori gempa bumi dangkal. Gempa dangkal umumnya dipicu oleh aktivitas tektonik berupa pergeseran lempeng atau deformasi batuan pada bagian atas kerak bumi. Getaran yang ditimbulkan gempa jenis ini berpeluang terasa hingga ke permukaan, terutama pada wilayah yang berdekatan dengan episenter.
Enggano merupakan pulau yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Pulau yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia itu juga tercatat sebagai salah satu pulau terluar Indonesia di sisi barat.
BMKG Tegaskan Tidak Ada Potensi Tsunami
BMKG menegaskan gempa magnitudo 5,1 yang terjadi pada Selasa pagi itu tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah pesisir Bengkulu maupun kawasan sekitarnya. Kepastian tersebut disampaikan untuk meredakan kekhawatiran masyarakat yang sempat merasakan guncangan.
"Tidak berpotensi tsunami," demikian pernyataan resmi BMKG dalam informasi yang disampaikan kepada publik.
Secara umum, tsunami akibat gempa bumi baru berpeluang terjadi apabila kekuatan gempa tergolong besar, pusat gempa berada di laut dangkal, serta mekanisme patahannya menyebabkan perpindahan massa air laut secara signifikan. Parameter gempa Enggano kali ini dinilai tidak memenuhi kriteria pembentukan tsunami tersebut.
Kendati demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk mengandalkan informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
Belum Ada Laporan Dampak Kerusakan
Hingga berita ini disusun, belum diketahui dampak yang ditimbulkan akibat guncangan gempa. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan di wilayah Enggano dan daerah sekitarnya.
Pemutakhiran informasi mengenai dampak gempa lazimnya disampaikan setelah petugas di lapangan menyelesaikan pendataan. Masyarakat yang merasakan guncangan diminta tetap waspada serta menjauhi bangunan yang menunjukkan keretakan atau kerusakan struktural.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gempa susulan. Apabila terjadi guncangan kuat, masyarakat diimbau berlindung di bawah meja yang kokoh, menjauhi kaca serta benda yang mudah roboh, dan segera menuju area terbuka setelah guncangan berhenti.
Koordinasi antara BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah daerah setempat terus dilakukan guna memastikan kondisi terkini di lapangan.
Bengkulu Berada di Zona Seismik Aktif
Secara geologis, Provinsi Bengkulu berada di kawasan rawan gempa karena terletak berdekatan dengan zona tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Zona subduksi yang memanjang di sepanjang pesisir barat Sumatera itu dikenal sebagai salah satu sumber gempa besar di Indonesia.
Kondisi tersebut membuat wilayah Bengkulu, termasuk Pulau Enggano, kerap diguncang gempa tektonik dengan kekuatan bervariasi. Catatan kegempaan menunjukkan aktivitas seismik di kawasan ini terjadi sepanjang tahun, baik berskala kecil maupun besar.
Sejarah kegempaan mencatat kawasan ini pernah diguncang gempa berkekuatan besar. Pada 4 Juni 2000, gempa magnitudo 7,9 mengguncang wilayah Enggano dan menimbulkan kerusakan di sejumlah daerah di Bengkulu. Gempa besar juga kembali terjadi pada September 2007 dengan pusat gempa di perairan barat daya Bengkulu.
Pemerintah daerah bersama BMKG dan BPBD terus menggencarkan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting mengingat gempa bumi hingga kini belum dapat diprediksi waktu kejadiannya.
BMKG menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Enggano dan sekitarnya. Informasi terbaru akan disampaikan kepada publik apabila terdapat perubahan parameter maupun aktivitas signifikan yang perlu diketahui masyarakat luas.
Comments (0)