Gempa M 3,5 Bantul, 20 Perjalanan KA Sempat Berhenti Luar Biasa
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (25/2/2025). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 20 perjalanan kereta api sempat menghe...
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (25/2/2025). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 20 perjalanan kereta api sempat menghentikan lajunya secara luar biasa (BLB) sebagai bagian dari prosedur pengamanan perjalanan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), penghentian luar biasa itu berlaku pada lintas Daop 6 Yogyakarta serta segmen jalur yang merasakan getaran guncangan. Seluruh rangkaian yang terdampak tidak diizinkan melanjutkan perjalanan sebelum dinyatakan aman oleh petugas di lapangan. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada sarana dan prasarana perkeretaapian akibat insiden tersebut.
"Penghentian luar biasa merupakan prosedur standar yang dijalankan masinis ketika terjadi guncangan. Keputusan ini diambil semata-mata demi keselamatan penumpang dan awak sarana,"
demikian ditegaskan Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta dalam keterangan resminya pada Selasa (25/2/2025).
Perjalanan KA Dihentikan Imbas Guncangan
Gempa yang berpusat di wilayah Bantul tersebut mengguncang sejumlah lintasan yang tengah dilalui rangkaian kereta. Atas dasar itu, masinis yang bertugas langsung mengambil keputusan untuk melakukan BLB, yakni menghentikan kereta di titik aman terdekat tanpa menunggu instruksi lanjutan. Langkah tersebut, menurut KAI, merupakan wujud pelaksanaan standar operasional keselamatan yang berlaku di seluruh wilayah operasional perusahaan.
Data yang dihimpun di lapangan menunjukkan sebanyak 20 perjalanan KA terdampak prosedur penghentian tersebut, baik rangkaian yang sedang berjalan maupun yang tengah bersiap diberangkatkan. Imbasnya, sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga pemeriksaan dinyatakan selesai. Manajemen KAI menyatakan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut sembari menegaskan bahwa aspek keselamatan tidak dapat ditawar.
Selama proses penghentian berlangsung, petugas di sejumlah stasiun dikerahkan untuk memberikan informasi dan pendampingan kepada para penumpang yang menunggu keberangkatan. Layanan informasi jadwal juga diperbarui secara berkala melalui kanal resmi perusahaan agar masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanannya. Manajemen menyampaikan apresiasi atas pengertian para pengguna jasa dalam situasi darurat tersebut.
Prosedur Keselamatan dan Pemeriksaan Jalur
Setelah penghentian dilakukan, petugas prasarana perkeretaapian segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur, jembatan, serta perangkat sinyal di lintas terdampak. Perjalanan hanya diizinkan kembali beroperasi setelah seluruh titik dinyatakan layak dan aman berdasarkan hasil inspeksi. Prosedur ini, lanjut KAI, dilakukan secara berlapis sesuai ketentuan internal perusahaan dan regulasi perkeretaapian nasional.
PT KAI menegaskan bahwa keselamatan perjalanan merupakan prioritas tertinggi yang tidak dikompromikan dalam kondisi apa pun. Perusahaan berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan gangguan, termasuk yang berasal dari fenomena alam, dengan pemeriksaan berjenjang sebelum pelayanan kembali dipulihkan. Evaluasi menyeluruh juga dilakukan terhadap waktu tempuh dan jadwal keberangkatan pascainsiden agar pelayanan kembali normal.
Koordinasi Lintas Instansi dan Imbauan Pemerintah
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, pemerintah daerah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta PT KAI menggelar Rapat Koordinasi guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa susulan. Berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, langkah tanggap darurat dan pemulihan dilakukan secara terpadu oleh seluruh pemangku kepentingan.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Pemantauan aktivitas kegempaan dan evaluasi kesiapsiagaan terus dilakukan secara berkala,"
ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dalam rapat koordinasi tersebut.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga yang bermukim di sekitar lintasan rel untuk segera melaporkan apabila menemukan kerusakan atau kejanggalan pada prasarana perkeretaapian pascagempa. Imbauan serupa disampaikan kepada pengguna jasa kereta api agar memantau informasi resmi mengenai jadwal perjalanan melalui kanal-kanal yang dikeluarkan KAI.
Dengan selesainya pemeriksaan dan dinyatakannya lintas aman, pelayanan perjalanan kereta api di wilayah terdampak kembali beroperasi secara normal. KAI menyatakan bahwa keputusan pemulihan diambil setelah seluruh parameter keselamatan terpenuhi, dan perusahaan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Bantul dan sekitarnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur transportasi dalam menghadapi ancaman bencana geologi. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem peringatan dini dan prosedur mitigasi, sehingga keselamatan masyarakat serta kelancaran pelayanan publik tetap terjaga dalam setiap kondisi.
Comments (0)