Gelombang Serangan Udara Israel Hantam Wilayah Selatan Lebanon
Suasana mencekam masih menyelimuti kota pesisir Tyre di Lebanon selatan pada Kamis (28/5/2026) pagi. Seorang pekerja kota dengan sigap mengemudikan buldose
Suasana mencekam masih menyelimuti kota pesisir Tyre di Lebanon selatan pada Kamis (28/5/2026) pagi. Seorang pekerja kota dengan sigap mengemudikan buldoser untuk membersihkan puing-puing berserakan di jalan raya utama, sementara asap masih mengepul dari reruntuhan bangunan di sekitarnya. Pemandangan tersebut menjadi saksi bisu gelombang serangan udara dahsyat yang dilancarkan militer Israel semalam, menargetkan sejumlah lokasi yang diduga sebagai basis kekuatan Hezbollah di kawasan itu. Foto yang diabadikan oleh pewarta AFP, KAWANT HAJU, memperlihatkan skala kerusakan yang begitu masif: beton-beton pecah, kendaraan hangus terbakar, dan debu tebal yang memenuhi udara.
Rentetan Serangan dan Dampaknya
Menurut sumber militer Israel, serangan kali ini merupakan respons atas peluncuran roket dari wilayah Lebanon ke permukiman Israel di Galilea bagian utara. Sedikitnya 25 titik di Lebanon selatan dibombardir dalam tempo kurang dari dua jam, termasuk di kota-kota seperti Tyre, Bint Jbeil, dan Nabatieh. Layanan darurat setempat melaporkan bahwa sedikitnya 18 warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka, meskipun angka korban diperkirakan masih akan bertambah. “Kami mendengar ledakan bertubi-tubi seperti kiamat. Tiba-tiba atap rumah kami runtuh,” kata Mariam, seorang warga Tyre yang selamat dari serangan.
“Kami mendengar ledakan bertubi-tubi seperti kiamat. Tiba-tiba atap rumah kami runtuh.” — Mariam, korban selamat di Tyre.
Hancurnya infrastruktur vital memperparah penderitaan warga yang sehari-hari sudah berjibaku dengan krisis ekonomi. Jaringan listrik padam total di sejumlah distrik, sementara tim penyelamat masih terus mencari korban yang mungkin tertimbun puing-puing. Pemerintah sementara Lebanon melalui Menteri Pekerjaan Umum Ali Hamieh menyebut serangan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan akan mengajukan protes resmi ke Dewan Keamanan PBB.
Reaksi Internasional dan Deretan Serangan Lanjutan
Misi PBB di Lebanon (UNIFIL) mengecam keras aksi militer yang menimbulkan korban sipil itu. Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyerukan agar semua pihak menahan diri dan kembali ke gencatan senjata yang disepakati pada 2023 lalu. Namun, eskalasi di perbatasan tampaknya terus berlanjut. Militer Israel menyatakan operasi ini belum akan berakhir sebelum seluruh infrastruktur militer Hezbollah dihancurkan. Sementara itu, dari arah Lebanon selatan, sejumlah roket kembali ditembakkan ke arah Kiryat Shmona pagi harinya, menandakan bahwa siklus kekerasan belum menemui titik akhir.
Di Tyre, aktivitas pembersihan puing berjalan lambat karena keterbatasan alat berat. Relawan kemanusiaan dari Bulan Sabit Merah Lebanon bersama tim penyelamat harus bekerja ekstra di sela-sela ancaman serangan susulan. Setidaknya 12 bangunan komersial dan 45 rumah penduduk dilaporkan rusak berat, memperlihatkan bahwa target militer dan permukiman sipil sangat sulit dipisahkan dalam konflik asimetris ini.
Tensi Regional yang Kian Memanas
Serangan Israel ke Lebanon selatan tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik Timur Tengah yang kian bergejolak. Iran, selaku pendukung utama Hezbollah, mengecam serangan dan menyebut Israel sebagai entitas biadab. Sementara itu, Amerika Serikat melalui juru bicara Departemen Luar Negeri mendesak agar Israel meminimalkan korban sipil, namun tetap menegaskan hak Israel untuk membela diri. Kawasan pun kembali diselimuti bayang-bayang perang terbuka yang lebih luas.
Bagi warga Tyre, ancaman perang bukan hal baru. Kota yang menyimpan sejarah ribuan tahun itu berkali-kali menjadi medan pertempuran, dari invasi Israel tahun 1982 hingga Perang Lebanon 2006. Kini, luka lama kembali menganga, dan upaya bangkit harus dimulai dari titik nol. Di tengah tumpukan puing, para pekerja kota dan relawan bahu-membahu mengais kehidupan yang tersisa, berharap dunia tidak lagi menutup mata.
[SOCIAL_TWEET]: Gelombang serangan udara Israel hantam kota Tyre, Lebanon selatan. Sedikitnya 18 warga sipil tewas, puluhan luka-luka. Puing dan debu masih selimuti kota bersejarah itu. #Israel #Lebanon #Tyre #SeranganUdara[SOCIAL_TG]: 💣🔥 Israel gempur Lebanon selatan: sedikitnya 18 tewas, puluhan luka, Tyre luluh lantak. Puing berserakan, situasi mencekam. #Lebanon #Israel
Comments (0)