Gelael-WRT 32 Manfaatkan Sesi Latihan untuk Antisipasi Hujan Interlagos

Duet Sean Gelael dan Team WRT 32 mengarahkan seluruh sumber daya pada sesi latihan bebas 6 Hours of Sao Paulo untuk mengasah pengendalian mobil di atas lintasan basah. Langkah ini ditempuh setelah pra...

Jul 12, 2026 - 13:18
0 0

Duet Sean Gelael dan Team WRT 32 mengarahkan seluruh sumber daya pada sesi latihan bebas 6 Hours of Sao Paulo untuk mengasah pengendalian mobil di atas lintasan basah. Langkah ini ditempuh setelah prakiraan cuaca memperlihatkan potensi hujan deras selama akhir pekan balapan di Sirkuit Interlagos, Brasil.

Prioritas pada Simulasi Lintasan Basah

Dalam waktu latihan yang tersedia, tim memutuskan untuk tidak memburu catatan waktu tercepat. Fokus justru dialihkan pada pemetaan area genangan, pengujian kompon ban basah, serta penyesuaian sistem elektronik mobil yang sensitif terhadap traksi. Keputusan ini diambil setelah teknisi balap WRT 32 menganalisis data satelit yang menunjukkan probabilitas hujan di atas 80 persen pada sesi utama. "Kami tidak ingin terjebak dalam situasi tanpa persiapan. Lebih baik kehilangan beberapa detik di latihan daripada kehilangan kendali saat balapan," ujar Sean Gelael, pereli yang membela panji Indonesia tersebut.

Penyesuaian Komponen dan Strategi Tim

Para insinyur WRT 32 menjalankan program rekayasa yang padat. Mereka mengganti setelan suspensi agar mobil lebih progresif saat melintasi kerb yang licin di Tikungan Senna-S dan Junção. Simulasi balapan basah juga dimanfaatkan untuk mengkalibrasi sistem pengereman anti-terkunci agar tidak memicu selip berlebihan pada kecepatan tinggi di Reta Oposta. "Kami memodifikasi distribusi tenaga ke roda belakang. Di cuaca kering kami agresif, tapi di basah kami butuh stabilitas lebih," jelas seorang insinyur senior tim. Selain itu, Gelael menjalani puluhan putaran virtual di simulator sebelum sesi sesungguhnya untuk membiasakan diri dengan perubahan titik pengereman saat visibilitas rendah akibat semprotan air dari mobil depan.

Antisipasi Dinamika Endurance 6 Jam

Balapan ketahanan sepanjang enam jam menuntut konsistensi di berbagai kondisi. Strategi pit stop diatur agar pergantian ban dapat dilakukan secepat mungkin tanpa mengorbankan keselamatan saat trek basah. Tim telah menyiapkan slot khusus untuk mengobservasi tekanan ban secara real-time melalui telemetri, sehingga manajer strategi dapat segera memanggil pembalap masuk pit jika intensitas hujan tiba-tiba berubah. "Kesalahan sekecil apa pun di Interlagos bisa berakibat besar. Kalau kita kehilangan waktu di pitlane karena salah timing ganti ban, maka posisi bisa melorot drastis," tambah Gelael yang juga menekankan pentingnya komunikasi konstan antara pembalap dan komandan pit.

Tidak hanya ban, suplai bahan bakar dan pengaturan mesin pun disesuaikan dengan kemungkinan penggunaan safety car yang lebih sering apabila hujan benar-benar turun. Mesin harus tetap dalam suhu optimal meski kecepatan rata-rata turun. Pelatihan pit stop kilat dengan ban basah telah diulang lebih dari sepuluh kali hingga mekanik mencapai waktu di bawah target.

Misi Krusial di Panggung Brasil

Ajang di Interlagos menjadi salah satu seri penentu gelar di kejuaraan dunia endurance. Bagi Sean Gelael, ini adalah kesempatan menebus hasil kurang memuaskan pada putaran sebelumnya. "Saya sudah beradaptasi dengan sirkuit ini. Sekarang tinggal bagaimana kami bisa melakukan balapan tanpa gangguan cuaca yang merusak ritme," ujarnya. Hasil simulasi basah memberi data penting tentang bagaimana mobil LMP2 mereka bereaksi terhadap aquaplaning di zona kecepatan tinggi. Temuan itu akan menjadi bekal saat mengarungi sesi kualifikasi dan balapan utama yang diprediksi diwarnai hujan lebat pada Sabtu malam waktu setempat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User