Sep 16, 2026
Hukum

FORMAS: Kesehatan Masyarakat Jadi Pondasi Utama Ketahanan Nasional

Pembangunan sektor kesehatan kini dinilai bukan lagi sekadar urusan penanganan medis saat masyarakat jatuh sakit, melainkan menjadi pilar strategis dalam m

FORMAS: Kesehatan Masyarakat Jadi Pondasi Utama Ketahanan Nasional

Pembangunan sektor kesehatan kini dinilai bukan lagi sekadar urusan penanganan medis saat masyarakat jatuh sakit, melainkan menjadi pilar strategis dalam menentukan kokohnya ketahanan nasional. Tanpa populasi yang sehat dan berdaya saing tinggi, fondasi kedaulatan serta pembangunan ekonomi suatu bangsa akan rapuh dalam menghadapi tantangan global.

Pandangan strategis tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS), Yohanes Handojo Budhisedjati, saat membuka Dialog Kebangsaan bertajuk "Rakyat Sehat, Negara Kuat" di Jakarta. Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya perubahan paradigma pembangunan kesehatan di tanah air menuju pendekatan yang lebih holistik.

"Negara yang kuat harus ditopang oleh rakyat yang sehat. Karena itu, pembangunan kesehatan tidak hanya berbicara mengenai pengobatan ketika masyarakat sakit, tetapi juga bagaimana membangun kesadaran, pencegahan, dan kemandirian kesehatan masyarakat," ujar Yohanes Handojo.

Paradigma Pencegahan dan Kemandirian Kesehatan

Handojo menegaskan bahwa ketergantungan pada fasilitas kuratif atau pengobatan di hilir tanpa diimbangi upaya promotif dan preventif di hulu hanya akan membebani sistem kesehatan nasional. Oleh sebab itu, penguatan edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit, serta kemandirian pemenuhan sarana medis dan farmasi dalam negeri menjadi langkah mutlak yang harus dipercepat.

Pemerintah sendiri secara konsisten menempatkan sektor kesehatan sebagai komponen vital dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Bangsa yang memiliki tingkat produktivitas tinggi berakar langsung dari kebugaran fisik dan stabilitas mental masyarakatnya. Menuju visi Indonesia Emas 2045, ketahanan kesehatan diposisikan setara dengan ketahanan pangan maupun energi.

Sinergi Multipihak Memperkuat Ketahanan Bangsa

Tantangan kesehatan masyarakat modern yang kian kompleks menuntut hadirnya kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Handojo mengingatkan bahwa beban pemeliharaan kesehatan tidak bisa semata-mata diserahkan kepada Kementerian Kesehatan atau institusi medis, melainkan butuh pendekatan pentahelix.

Kerja sama terstruktur antara pembuat kebijakan, praktisi medis, sivitas akademika, sektor industri, serta partisipasi aktif komunitas akar rumput dinilai menjadi kunci utama dalam merumuskan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan.

Fokus Utama Transformasi Ketahanan Kesehatan

Untuk mewujudkan ketahanan nasional berbasis kesehatan masyarakat, FORMAS menekankan sejumlah prioritas pembangunan yang perlu dikawal bersama:

  • Penguatan Layanan Primer: Memaksimalkan peran Puskesmas dan Posyandu sebagai garda terdepan deteksi dini serta edukasi kesehatan keluarga.
  • Kemandirian Sektor Farmasi: Mendorong produksi obat, alat kesehatan, dan vaksin lokal guna mengurangi ketergantungan impor.
  • Pemerataan Akses Layanan: Memastikan fasilitas kesehatan berkualitas dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
  • Peningkatan Literasi Gizi: Menuntaskan persoalan stunting dan malnutrisi demi menciptakan generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.

Dengan keterpaduan langkah dari seluruh elemen bangsa, sektor kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial, tetapi juga motor penggerak utama dalam menjaga kedaulatan dan daya tahan Indonesia di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User