Fix! Selat Hormuz Akan Dikelola Iran

Jakarta – Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Tehran. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (23/6) setelah p

Jul 06, 2026 - 14:05
0 0
Fix! Selat Hormuz Akan Dikelola Iran

Jakarta – Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Selat Hormuz akan sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Tehran. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (23/6) setelah putaran pertama perundingan yang bertujuan mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. Kesepakatan awal dicapai untuk membangun jalur komunikasi guna menjaga selat strategis itu tetap terbuka dan menghentikan pertempuran di Lebanon.

Pembicaraan yang digelar di Swiss pada Senin (22/6) tersebut menjadi titik balik penting dalam dinamika keamanan kawasan. Iran dan Amerika Serikat, melalui perundingan tidak langsung, menyepakati perlunya mekanisme bersama untuk memastikan lalu lintas di Selat Hormuz tidak terganggu. Namun, penegasan dari Ghalibaf menunjukkan bahwa Tehran ingin mengambil kendali penuh atas jalur laut vital yang menjadi urat nadi bagi 20 persen suplai minyak dunia tersebut.

"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional,"

tegas Ghalibaf saat kembali dari pertemuan itu, seperti dilansir kantor berita resmi Iran, IRNA, dan dikutip oleh AFP. Pernyataan ini menegaskan sikap Iran yang ingin mengubah status quo pengelolaan selat yang sebelumnya berada di bawah pengawasan internasional secara longgar.

Implikasi Pengelolaan Baru Selat Hormuz

Pengelolaan penuh Selat Hormuz oleh Iran akan membawa implikasi luas bagi geopolitik global. Selat selebar 33 kilometer di titik tersempitnya ini merupakan jalur utama transit minyak dari negara-negara Teluk Persia. Setiap perubahan kontrol terhadap selat ini berpotensi memicu respons keras dari negara-negara konsumen energi, terutama Eropa dan Asia.

Menurut analis keamanan yang dihubungi Apaberita.com, langkah ini bisa dilihat sebagai bagian dari strategi negosiasi Iran untuk memperkuat posisinya dalam perundingan nuklir dan regional. “Dengan mengambil alih tanggung jawab pengelolaan, Iran ingin menunjukkan bahwa stabilitas selat bergantung pada kerja sama dengan Tehran, bukan pada tekanan militer dari luar,” ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Kesepakatan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka menjadi elemen kunci dalam perundingan yang berlangsung di Swiss. Namun, bahasa yang digunakan oleh Ghalibaf menyiratkan bahwa keterbukaan itu akan dijamin oleh Iran, bukan oleh koalisi internasional seperti yang berlaku selama ini. Ini menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana Amerika Serikat dan sekutunya akan menerima perubahan fundamental ini.

Respons Internasional Masih Menunggu

Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari Washington atau Tel Aviv mengenai pernyataan Ghalibaf. Para pengamat menduga bahwa jeda ini menunjukkan adanya negosiasi tingkat tinggi yang berupaya menyeimbangkan tuntutan Iran dengan kepentingan keamanan global. Beberapa negara Eropa, seperti Jerman dan Prancis, diperkirakan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi dalam beberapa jam ke depan.

Sementara itu, upaya untuk mengakhiri pertempuran di Lebanon menjadi bagian integral dari paket perundingan ini. Jalur komunikasi yang disepakati diharapkan dapat mencegah spiral konflik yang lebih luas dan membuka jalan bagi gencatan senjata di perbatasan Israel-Lebanon. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penting ini dan memberikan laporan terkini kepada para pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User