Fia, seorang karyawan MNC Group, dikenal sebagai salah satu pendonor darah paling konsisten di lingkungan kantornya. Hampir setiap kali program MNC Love Donation digelar, namanya selalu tercatat dalam daftar peserta. Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan rutinitas kemanusiaan yang sudah menjadi bagian dari gaya hidupnya.
"Saya tidak pernah absen mengikuti MNC Love Donation. Buat saya, donor darah itu cara paling sederhana untuk membantu orang yang membutuhkan," ujar Fia saat ditemui di sela kegiatan donor darah di kawasan MNC Tower, Jakarta.
Kesederhanaan itulah yang membuat Fia bertahan. Ia menilai banyak orang ingin berbuat baik tetapi merasa bingung harus mulai dari mana. Donor darah, menurutnya, menawarkan jalur paling praktis: tidak perlu modal besar, tidak perlu waktu lama, namun dampaknya bisa menyelamatkan nyawa.
Dari Kebiasaan Kecil Menjadi Komitmen Jangka Panjang
Perjalanan Fia sebagai pendonor rutin tidak dimulai dari momen dramatis. Ia mengaku awalnya hanya ikut-ikutan teman satu divisi yang mengajaknya saat program donor darah pertama kali diadakan di kantor. Namun setelah mengetahui bahwa satu kantong darah bisa menolong hingga tiga pasien berbeda, ia mulai menjadikan kegiatan itu sebagai agenda pribadi yang tidak boleh dilewatkan.
- Tahap awal: Fia pertama kali ikut donor darah karena ajakan rekan kerja, bukan atas inisiatif sendiri.
- Tahap pemahaman: Ia mulai memahami manfaat nyata donor darah setelah mendapat penjelasan dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI).
- Tahap komitmen: Fia menetapkan target untuk hadir di setiap gelaran MNC Love Donation, bahkan mengajak kolega lain untuk ikut serta.
- Tahap berbagi: Kini ia aktif mengingatkan rekan-rekannya soal jadwal donor dan pentingnya menjaga kesehatan sebelum mendonor.
Menurut data yang biasa disampaikan PMI, satu kantong darah yang didonorkan dapat dipecah menjadi komponen sel darah merah, plasma, dan trombosit. Artinya, satu pendonor bisa membantu hingga tiga pasien dengan kebutuhan medis berbeda. Angka ini menjadi salah satu alasan Fia merasa kegiatan donor darah sangat efisien secara sosial.
Donor Darah dan Tantangan Menjaga Kesehatan
Menjadi pendonor rutin bukan tanpa syarat. Fia harus menjaga pola makan, tidur cukup, dan memastikan kadar hemoglobinnya berada di ambang normal sebelum mendonor. Ia mengaku sempat gagal mendonor satu kali karena kurang tidur, dan sejak itu ia lebih disiplin mengatur waktu istirahat menjelang jadwal donor.
"Kalau mau rutin donor, kita dituntut hidup lebih sehat. Jadi ada bonusnya juga buat diri sendiri," kata Fia.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran kolektif di lingkungan kerja. Menurut Fia, program seperti MNC Love Donation membantu menghapus rasa takut yang sering menghantui calon pendonor, terutama mitos seputar rasa sakit atau kelelahan pasca-donor.
"Kekhawatiran terbesar biasanya muncul dari mereka yang belum pernah mencoba. Padahal prosesnya cepat, sekitar 10 sampai 15 menit, dan setelah itu kita bisa langsung beraktivitas seperti biasa," ujar Fia.
Perbandingan Motivasi Pendonor: Rutin vs Insidental
| Aspek | Pendonor Rutin (seperti Fia) | Pendonor Insidental |
|---|---|---|
| Frekuensi | Setiap kali kegiatan digelar | Hanya saat ada dorongan tertentu |
| Persiapan kesehatan | Terjaga dan terencana | Sering kurang persiapan |
| Dampak sosial | Berkelanjutan, stok darah stabil | Fluktuatif, tergantung momentum |
| Kesadaran | Tinggi, berbasis kebiasaan | Rendah, berbasis situasi |
Perbandingan di atas menunjukkan bahwa pendonor rutin seperti Fia memainkan peran kunci dalam menjaga kestabilan pasokan darah. Tanpa mereka, stok darah di bank darah sering kali mengalami naik-turun yang tajam, terutama pada periode libur panjang atau musim tertentu.
Pesan Sederhana untuk Calon Pendonor
Fia berharap semakin banyak karyawan, khususnya di lingkungan MNC Group, yang tergerak mengikuti jejaknya. Menurutnya, tidak perlu menunggu momen khusus untuk berbuat baik. Cukup luangkan waktu setengah jam, dan seseorang di luar sana bisa mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup.
"Kalau bukan kita, siapa lagi? Darah kita bisa habis masa simpannya, tapi kalau disumbangkan, manfaatnya jauh lebih panjang," tutup Fia.
Comments (0)