Erick Thohir Umumkan Anggaran Olahraga Nasional 2026 Naik 25 Persen

JAKARTA, Apaberita — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menggelar konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/11/2025). Dalam k

Jul 08, 2026 - 21:01
0 0
Erick Thohir Umumkan Anggaran Olahraga Nasional 2026 Naik 25 Persen
JAKARTA, Apaberita — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menggelar konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (21/11/2025). Dalam kesempatan itu, Erick memaparkan peta jalan pembinaan olahraga nasional 2026 serta mengumumkan kenaikan anggaran Kemenpora sebesar 25,3%, dari Rp6,8 triliun (APBN 2025) menjadi Rp8,52 triliun untuk tahun anggaran 2026. Erick menyebut tambahan anggaran difokuskan pada tiga pilar utama: pembinaan atlet muda melalui program “Talenta Emas 2045”, renovasi sarana latihan di daerah, dan pengiriman tim ke 14 ajang internasional sepanjang 2026. “Tahun depan bukan sekadar angka. Kami ingin memastikan setiap rupiah menghasilkan medali, sekaligus membangun budaya olahraga dari desa,” ujar Erick di hadapan wartawan. Pemerintah menargetkan perolehan medali pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya serta Asian Para Games 2026 sebagai tolok ukur. Erick menegaskan bahwa Kemenpora telah menandatangani nota kesepahaman dengan KONI, KOI, dan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) untuk menyelaraskan program pembinaan agar tak tumpang tindih. Selain itu, 30% dari total anggaran akan dialirkan ke daerah dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK) fisik bidang keolahragaan, jumlah yang naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Pergeseran Pertanggungjawaban: Dari Pusat ke Kolaborasi

Pengumuman ini menandai perubahan signifikan pola distribusi anggaran. Jika APBN 2025 masih menempatkan 60% dana di program pusat, maka mulai 2026 skema bergeser ke 55% di daerah—sebuah strategi desentralisasi yang diharapkan mempercepat munculnya bibit atlet. Langkah itu sejalan dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang sebelumnya mengkritik rendahnya serapan dana pembinaan di daerah akibat kewenangan terbatas. Pengamat kebijakan olahraga, Aditya Pratama, menilai restrukturisasi ini sebagai terobosan. “Erick tidak sekadar menaikkan angka, ia mengubah mekanisme distribusi. Selama 10 tahun terakhir, 70 persen anggaran hanya berputar di level elite. Sekarang desa dan sekolah punya peluang lebih besar,” katanya saat dimintai tanggapan. Namun, Aditya mengingatkan risiko fragmentasi program jika pengawasan dari Kemenpora tidak diperkuat. “Tanpa indikator kinerja yang ketat, uang di daerah hanya habis untuk seremonial. Ini harus jadi perhatian,” ujarnya.

Perbandingan Alokasi Anggaran 2025 vs 2026

Berikut ringkasan perbandingan alokasi anggaran Kemenpora berdasarkan materi yang dibagikan saat konferensi pers:
KomponenAPBN 2025APBN 2026Perubahan
Pembinaan Atlet EliteRp 2,1 triliunRp 2,6 triliun+23,8%
Program Talenta Emas 2045Rp 0,8 triliunRp 1,5 triliun+87,5%
Renovasi Sarana DaerahRp 1,2 triliunRp 2,0 triliun+66,7%
Pengiriman Tim & KejuaraanRp 1,5 triliunRp 1,7 triliun+13,3%
Dana DAK KeolahragaanRp 1,2 triliunRp 2,5 triliun+108,3%
TotalRp 6,8 triliunRp 8,52 triliun+25,3%
Angka tersebut menunjukkan lompatan paling tajam pada DAK keolahragaan yang naik lebih dari dua kali lipat. Kenaikan ini sejalan dengan arahan Presiden untuk membangun 1.000 pusat pelatihan olahraga desa hingga 2029. Erick menambahkan bahwa dari total DAK, minimal 40% wajib digunakan untuk olahraga tradisional dan rekreasi masyarakat, seperti pencak silat, dayung, dan sepak takraw.

Kesiapan Menuju Asian Games 2026

Menyinggung Asian Games, Erick menyebut Indonesia akan mengirim 412 atlet pada 34 cabang olahraga—jumlah terbesar dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang tersebut. Ia menargetkan masuk 10 besar klasemen akhir dengan proyeksi 12 medali emas. Angka ini ambisius mengingat pada Asian Games 2022 Indonesia hanya mengoleksi 7 emas dan menempati peringkat 13. “Kami realistis tapi tidak mau pesimistis. Basis data sport science kami sudah jauh lebih matang,” ujarnya. Konferensi pers diakhiri dengan penegasan bahwa transparansi pengelolaan dana akan dipertanggungjawabkan secara triwulanan melalui dashboard digital yang bisa diakses publik mulai Januari 2026. Erick juga menantang media dan masyarakat sipil untuk turut mengawasi. “Saya ingin olahraga Indonesia bukan hanya soal seremoni. Angka ini adalah komitmen, bukan pajangan,” tutupnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User