Emas Now Perluas Layanan, Jakarta Kota Ketiga Setelah Bali-Surabaya
Jakarta – Perusahaan teknologi finansial berbasis emas digital, Emas Now, resmi memperluas jangkauan layanannya ke wilayah DKI Jakarta. Ekspansi ini menjadikan Jakarta sebagai kota ketiga yang menja...
Jakarta – Perusahaan teknologi finansial berbasis emas digital, Emas Now, resmi memperluas jangkauan layanannya ke wilayah DKI Jakarta. Ekspansi ini menjadikan Jakarta sebagai kota ketiga yang menjadi lokasi pengembangan bisnis setelah sebelumnya perusahaan tersebut berhasil membangun fondasi layanan di Denpasar, Bali, dan Surabaya, Jawa Timur.
Ketua Umum Emas Now, Raden Arya Wibawa, dalam keterangannya di sela acara peluncuran di Jakarta, Kamis (1/6), menegaskan bahwa masuknya Emas Now ke ibu kota merupakan tonggak strategis dalam peta nasional perusahaan. "Jakarta adalah denyut nadi ekonomi Indonesia. Kehadiran kami di sini bukan sekadar menambah titik layanan, melainkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan akan akses investasi emas yang mudah, transparan, dan aman," ujarnya.
Dari Bali, Surabaya, Menuju Jakarta
Emas Now pertama kali diluncurkan di Bali pada triwulan kedua 2025 sebagai proyek percontohan. Wilayah itu dipilih karena tingginya tingkat literasi keuangan digital dan budaya menabung emas yang sudah mengakar di tengah masyarakat Bali. Hanya dalam waktu kurang dari lima bulan, jumlah pengguna aktif di Pulau Dewata telah melampaui angka 50.000 akun.
Melihat respons positif tersebut, Emas Now melanjutkan ekspansinya ke Surabaya pada September 2025. Keputusan itu didasarkan pada status Surabaya sebagai pusat perdagangan utama di Indonesia timur serta besarnya potensi pasar ritel. Kini, dengan masuknya perusahaan ke Jakarta, Emas Now menargetkan pertumbuhan pengguna hingga lebih dari 200.000 akun di seluruh Indonesia sebelum akhir tahun 2026.
Fitur dan Nilai Tambah Layanan
Emas Now menghadirkan layanan jual, beli, dan simpan emas secara daring melalui aplikasi yang telah tersedia di platform Android dan iOS. Mekanisme yang digunakan memungkinkan pengguna untuk melakukan pembelian emas mulai dari nominal yang sangat minim, yakni setara dengan 0,01 gram. Seluruh emas yang dibeli dijamin tersimpan secara fisik di lembaga penyimpanan yang telah teregulasi dan diasuransikan.
Direktur Teknologi Emas Now, Sari Dewanti, menyatakan bahwa pihaknya telah membangun infrastruktur digital yang memungkinkan real-time pricing dan pencatatan transaksi yang berbasis blockchain. "Kami ingin memberikan pengalaman berinvestasi yang setara dengan standar perbankan, tetapi dengan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi. Setiap gram emas yang dibeli akan langsung tercatat dan dapat dipantau setiap saat melalui aplikasi," jelas Sari.
Selain itu, Emas Now juga menawarkan fitur "Rencana Emas" yang memungkinkan pengguna untuk menabung emas secara otomatis dalam jangka waktu tertentu, baik harian, mingguan, maupun bulanan. Fitur ini banyak diminati oleh kalangan milenial dan pekerja muda yang ingin memulai investasi dengan cara disiplin tanpa harus mengeluarkan dana besar sekaligus.
Dukungan Regulasi dan Mitra Strategis
Ekspansi Emas Now ke Jakarta tidak terlepas dari dukungan regulator dan mitra strategis di sektor jasa keuangan. Perusahaan telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan dan bekerja sama dengan beberapa perusahaan penyimpanan emas bersertifikat, termasuk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan UBS. Kerja sama ini memungkinkan Emas Now untuk memastikan bahwa setiap batangan emas yang mendasari transaksi digital benar-benar tersedia dan sesuai dengan standar nasional.
Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa layanan seperti Emas Now selaras dengan agenda pemerintah dalam mendorong literasi keuangan digital. "Kami melihat semakin banyak masyarakat yang mencari alternatif investasi yang mudah diakses. Dengan hadirnya penyedia layanan emas digital yang terdaftar dan diawasi, konsumen dapat memperoleh perlindungan hukum yang lebih kuat," demikian pernyataan tersebut.
Emas Now juga menjalin kemitraan dengan jaringan toko emas ritel di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kemitraan ini memungkinkan pengguna untuk menukarkan emas digital yang dimiliki menjadi emas fisik di gerai-gerai yang telah ditunjuk tanpa dikenakan biaya tambahan.
Strategi Menghadapi Persaingan
Masuknya Emas Now ke Jakarta membuat persaingan di industri emas digital semakin dinamis. Beberapa platform serupa telah lebih dahulu beroperasi di ibu kota, namun Emas Now optimistis dapat menawarkan nilai lebih melalui pengalaman pengguna yang sederhana dan biaya layanan yang lebih rendah.
Raden Arya menekankan, pihaknya tidak hanya bersaing pada sisi harga, melainkan pada kualitas layanan dan edukasi kepada pengguna. "Kami tidak ingin masyarakat membeli emas karena tergoda iming-iming harga murah semata. Yang kami utamakan adalah pemahaman yang utuh tentang investasi emas sebagai instrumen pelindung nilai dalam jangka panjang," katanya.
Untuk mendukung komitmen tersebut, Emas Now secara rutin menggelar webinar dan seminar literasi keuangan yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Di Jakarta, program pertama telah dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni mendatang dengan menggandeng para perencana keuangan bersertifikat.
Proyeksi ke Depan
Setelah Jakarta, Emas Now berencana untuk melanjutkan ekspansi ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, termasuk Medan, Makassar, dan Bandung, dalam kurun waktu dua belas bulan ke depan. Manajemen perusahaan juga tengah mengkaji kemungkinan untuk meluncurkan layanan tambahan berupa pembiayaan berbasis emas dan layanan gadai digital.
Dengan total dana investasi yang berhasil dihimpun dari pengguna di Bali dan Surabaya telah mencapai lebih dari Rp 150 miliar, Emas Now yakin dapat mencapai skala ekonomi yang lebih besar. Kini, hadirnya perusahaan di Jakarta tidak hanya menjadi babak baru bagi Emas Now, tetapi juga menjadi cerminan bahwa investasi emas digital semakin diterima sebagai bagian dari gaya hidup keuangan modern di Indonesia.
Comments (0)