DTKJ Usulkan Mikrotrans Tak Gratis Lagi, Tarif Diusulkan Rp2.000

Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan perubahan kebijakan pada layanan Mikrotrans. Layanan yang selama ini gratis diusulkan untuk dikenakan tarif sebesar Rp2.000 per perjalanan

Jul 07, 2026 - 23:07
0 0
DTKJ Usulkan Mikrotrans Tak Gratis Lagi, Tarif Diusulkan Rp2.000

Jakarta - Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan perubahan kebijakan pada layanan Mikrotrans. Layanan yang selama ini gratis diusulkan untuk dikenakan tarif sebesar Rp2.000 per perjalanan. Usulan ini disampaikan oleh Ketua DTKJ, Sugihardjo, dalam sebuah kesempatan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurut laporan yang diterima Apaberita.com, Sugihardjo menyampaikan bahwa penerapan tarif ini khusus untuk penumpang yang menggunakan Mikrotrans dalam jarak dekat dan tidak melanjutkan ke moda transportasi lain. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem transportasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

"Kalau hanya untuk jarak dekat, hanya naik Mikrotrans itu tarifnya Rp2.000. Kita mengusulkan Rp2.000. Nah ini memang dari nggak bayar, jadi bayar ya," ujar Sugihardjo kepada awak media.

Selama ini, Mikrotrans menjadi andalan warga Jakarta, terutama untuk menjangkau kawasan permukiman dan rute-rute yang tidak dilalui bus besar Transjakarta. Layanan ini diberikan secara gratis sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mendukung integrasi transportasi umum di Jakarta.

Usulan tarif ini menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat. Di satu sisi, banyak pengguna yang merasa keberatan karena akan menambah beban biaya transportasi harian. Namun di sisi lain, terdapat pandangan bahwa pengenaan tarif kecil dapat meningkatkan kualitas layanan, termasuk menjaga kebersihan armada dan memberikan gaji yang lebih layak bagi para pengemudi.

Alasan di Balik Usulan Tarif Mikrotrans

DTKJ menilai bahwa penggunaan Mikrotrans yang sepenuhnya gratis untuk jarak pendek justru menimbulkan pemborosan. Terdapat segmen pengguna yang sebenarnya dapat berjalan kaki atau menggunakan sepeda, namun memilih Mikrotrans karena gratis. Hal ini dianggap mengurangi efisiensi anggaran transportasi yang disubsidi melalui dana publik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama ini menanggung biaya operasional Mikrotrans melalui skema pembelian layanan (buy the service) kepada operator. Dengan tarif terjangkau, diharapkan dapat membantu mengurangi beban subsidi silang dan mendorong pengguna untuk lebih bijak memilih moda transportasi.

Meski demikian, pengenaan tarif ini direncanakan tidak berlaku bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan ke moda transportasi lain dalam sistem integrasi JakLingko. Dalam skema tersebut, penumpang yang berganti dari Mikrotrans ke Transjakarta, MRT, atau LRT tetap akan dikenakan tarif terintegrasi yang sudah berlaku, sehingga penambahan tarif khusus Mikrotrans hanya berlaku untuk perjalanan tunggal.

Apaberita.com juga mendapatkan informasi bahwa usulan ini masih dalam tahap diskusi dan belum menjadi keputusan resmi Pemprov DKI Jakarta. Diperlukan kajian lebih mendalam, termasuk uji publik, sebelum kebijakan ini dapat diterapkan. DTKJ berharap, langkah ini dapat menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan layanan transportasi di ibu kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User