Sep 16, 2026
Hukum

DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah beserta Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan bergerak cepat dan mengerahkan seluruh s

DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Krakatau

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta pemerintah beserta Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan bergerak cepat dan mengerahkan seluruh sumber daya guna melacak keberadaan lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kelima awak media tersebut sebelumnya tengah menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Desakan tersebut disuarakan secara tegas oleh Anggota Komisi I DPR RI, Iman Sukri. Ia menekankan bahwa keselamatan para jurnalis yang bertugas di medan bencana harus menjadi prioritas utama operasi pencarian dan penyelamatan saat ini.

"Pemerintah dan Basarnas harus bergerak cepat dengan memprioritaskan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak. Keselamatan insan pers yang bertugas di garis depan peliputan bencana adalah prioritas mutlak," ujar Iman Sukri dalam keterangannya di Jakarta.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan jurnalis bertolak menggunakan kapal cepat (speedboat) untuk mendekati kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau guna mendokumentasikan erupsi vulkanik yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Berikut linimasa peristiwa hilangnya kontak kapal pengangkut jurnalis tersebut:

  1. Senin Pagi: Rombongan wartawan bertolak dari dermaga penyeberangan menuju titik pemantauan laut di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dengan estimasi peliputan beberapa jam.
  2. Senin Siang: Komunikasi berkala masih terjalin antara tim liputan di lapangan dengan redaksi masing-masing media perihal perkembangan visual erupsi dan kepulan abu vulkanik.
  3. Senin Sore: Terjadi penurunan cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi di sekitar Selat Sunda bersamaan dengan peningkatan lontaran material vulkanik dari kawah gunung.
  4. Senin Malam: Seluruh akses komunikasi radio dan seluler dengan kapal pengangkut jurnalis terputus sepenuhnya, memicu penetapan status hilang kontak dan dimulainya koordinasi darurat SAR.

Tantangan Cuaca dan Erupsi dalam Operasi SAR Gabungan

Operasi pencarian di sekitar perairan Selat Sunda menghadapi rintangan berat akibat kombinasi cuaca buruk, gelombang laut yang mencapai lebih dari dua meter, serta sebaran abu vulkanik pekat dari kawah Gunung Anak Krakatau. Kendati demikian, tim SAR gabungan dari Basarnas, Polairud, TNI Angkatan Laut, serta relawan nelayan lokal terus menyisir koordinat terakhir terpantaunya kapal.

Pemerintah diharapkan segera mengerahkan armada pemantau udara dan kapal berdaya jelajah tinggi yang dilengkapi teknologi pendeteksi sonar bawah air untuk mempercepat penemuan lokasi kapal:

  • Pengerahan helikopter pemantau udara untuk menjangkau radius pulau-pulau kecil di sekitar gugusan Krakatau.
  • Pemanfaatan kapal patroli berkemampuan navigasi cuaca buruk milik TNI AL dan Polairud.
  • Koordinasi intensif dengan pos pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memastikan zona aman manuver armada penyelamat.

DPR RI juga mengingatkan perusahaan pers dan otoritas terkait agar senantiasa memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan bagi wartawan yang diterjunkan ke area rawan bencana demi meminimalisasi risiko fatal di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User