Siti Muntamah, istri almarhum Wali Kota Bandung Oded M Danial, menyatakan siap maju sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024. Keputusan tersebut diambil wanita yang akrab disapa Ummi Oded itu setelah menerima amanah dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk meneruskan perjuangan mendiang suaminya di Kota Bandung.
Kesiapan Ummi Oded ditetapkan dalam forum internal kepartaiannya di Bandung, Jawa Barat. Partai berbasis dakwah tersebut menilai sosok Ummi Oded memiliki modal elektoral kuat berkat kedekatannya dengan masyarakat selama suaminya memimpin Kota Bandung dua periode berturut-turut.
"Kami mengapresiasi kesediaan Ibu Ummi Oded. Beliau adalah sosok yang dekat dengan masyarakat dan paling memahami arah pembangunan yang telah digarap almarhum," ujar pengurus DPD PKS Kota Bandung dalam rapat koordinasi partai.
Amanah Partai Keadilan Sejahtera
DPD PKS Kota Bandung menegaskan bahwa pemberian amanah kepada Siti Muntamah merupakan hasil musyawarah panjang di tingkat Dewan Syuro dan pengurus wilayah. Proses tersebut menindaklanjuti hasil survei internal yang menunjukkan tingkat elektabilitas cukup kompetitif apabila Ummi Oded dipercaya menjadi calon kepala daerah.
Pengurus partai menyatakan keputusan ini juga mempertimbangkan dukungan basis massa PKS di berbagai kecamatan. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, jumlah pemilih terdaftar dalam Pilkada Bandung mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa yang tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan.
"Keputusan ini disahkan secara demokratis melalui rapat pleno pengurus. Kami yakin Ibu Ummi Oded mampu merangkul seluruh elemen masyarakat Kota Bandung tanpa terkecuali," tuturnya.
Melanjutkan Perjuangan Almarhum Oded M Danial
Oded M Danial meninggal dunia pada 16 Desember 2021 ketika sedang menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode 2018-2023. Almarhum, yang lahir di Bandung pada 31 Mei 1963, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota mendampingi Ridwan Kamil sebelum akhirnya dipercaya memimpin sendiri setelah memenangkan Pilkada Bandung 2020 untuk periode kedua.
Selama mendampingi almarhum, Siti Muntamah kerap tampil dalam berbagai agenda sosial, mulai dari kegiatan dakwah, bakti sosial, hingga penguatan ekonomi keluarga di lingkungan permukiman. Aktivitas tersebut membentuk jejaring sosial yang luas dan kini dinilai menjadi bekal politik tersendiri menjelang kontestasi pilkada.
Kerabat dekat keluarga menyampaikan bahwa keputusan Ummi Oded tidak lepas dari harapan agar perjuangan almarhum dapat dilanjutkan. Beberapa program unggulan yang dirintis mendiang suami, antara lain penguatan layanan publik dasar dan pembinaan generasi muda, diharapkan tetap berlanjut apabila ia terpilih.
"Almarhum selalu berpesan untuk terus melayani masyarakat Kota Bandung. Amanah dari PKS ini saya terima sebagai bentuk kelanjutan perjuangan bersama," ungkap Siti Muntamah dalam penjelasannya.
Persiapan Menuju Pendaftaran Calon
Menjelang tahapan resmi Pilkada Serentak Nasional yang ditetapkan berlangsung pada 27 November 2024, tim pendukung Ummi Oded mulai melakukan konsolidasi di tingkat kecamatan dan kelurahan. Pendekatan dilakukan melalui silaturahmi kepada tokoh masyarakat, ulama, pemuda, serta pelaku usaha mikro di berbagai wilayah Kota Bandung.
Partai pengusul juga tengah menjajaki komunikasi dengan parpol lain guna memenuhi syarat ambang batas pencalonan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Ketentuan tersebut mengatur bahwa calon dari jalur partai harus didukung oleh partai atau gabungan partai yang memenuhi persentase kursi atau suara sah di DPRD daerah.
DPRD Kota Bandung memiliki 50 kursi yang diisi oleh sembilan fraksi partai politik hasil Pemilu Legislatif. Koordinasi antarfraksi diyakini akan menjadi penentu bagi kelancaran proses pencalonan menuju penetapan di KPU Kota Bandung.
Hingga berita ini diturunkan, KPU Kota Bandung belum menetapkan daftar calon definitif. Tahapan berikutnya meliputi pendaftaran calon, kampanye terbuka, hingga pemungutan suara yang akan menentukan pemimpin Kota Bandung lima tahun ke depan. Masyarakat dipastikan menyaksikan kontestasi yang ketat mengingat dinamika politik lokal yang terus berkembang pasca kepergian sosok-sosok senior di kancah pemerintahan kota.
Comments (0)