Di Forum Global, Waka MPR Tegaskan Transisi Energi Prioritas Prabowo
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dengan tegas menyuarakan komitmen Indonesia dalam mendorong percepatan transisi energi dan aksi iklim di panggung internasional. Pernyataan tersebut
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, dengan tegas menyuarakan komitmen Indonesia dalam mendorong percepatan transisi energi dan aksi iklim di panggung internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam South East Asia Climate Forum, sebuah forum bergengsi yang menjadi bagian dari rangkaian agenda London Climate Action Week. Kehadiran Eddy di forum yang dihadiri para pemangku kepentingan global di bidang iklim dan energi ini menandai langkah diplomasi Indonesia untuk menegaskan kembali posisinya sebagai pemain kunci dalam transisi energi berkelanjutan.
Dalam paparannya, Eddy menyampaikan refleksi perjalanan panjang Indonesia di sektor energi terbarukan. Ia mengungkapkan kenangan lebih dari dua dekade silam, saat masih berkarier di dunia perbankan dan menghadiri sebuah konferensi internasional. Saat itu, Indonesia dipetakan sebagai negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di Asia. Pengalaman tersebut menjadi fondasi keyakinannya akan masa depan energi bersih Indonesia.
Transisi Energi sebagai Prioritas Pemerintahan Baru
Eddy menekankan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto menempatkan transisi energi sebagai salah satu prioritas utama agenda pembangunan nasional. "Kami tidak hanya berbicara tentang potensi, tetapi telah menyusun peta jalan yang konkret. Transisi energi bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan strategis untuk ketahanan energi dan komitmen iklim kita," ujarnya kepada Apaberita.com di sela-sela forum.
"Kami tidak hanya berbicara tentang potensi, tetapi telah menyusun peta jalan yang konkret. Transisi energi bukan lagi wacana, melainkan kebutuhan strategis untuk ketahanan energi dan komitmen iklim kita."
Lebih lanjut, legislator PAN itu menyoroti sejumlah langkah strategis yang tengah disiapkan, termasuk percepatan pengembangan energi surya, bayu, hidro, dan panas bumi. Dukungan investasi dan kemitraan dengan lembaga keuangan internasional juga menjadi fokus untuk memastikan pendanaan yang memadai bagi proyek-proyek energi bersih di tanah air.
Mengubah Potensi Menjadi Aksi Nyata
Berdasarkan laporan Apaberita.com yang dihimpun dari forum, Eddy mengajak para investor dan mitra pembangunan global untuk melihat Indonesia bukan hanya sebagai negara dengan potensi besar, melainkan sebagai destinasi investasi energi terbarukan yang menjanjikan. "Kita memiliki lebih dari 3.600 gigawatt potensi energi terbarukan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tantangannya adalah bagaimana mengubah angka itu menjadi listrik yang menerangi rumah-rumah dan menggerakkan industri," jelasnya.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk memaparkan capaian Indonesia dalam mengintegrasikan energi terbarukan ke dalam bauran energi nasional. Meski mengakui masih banyak pekerjaan rumah, Eddy optimistis bahwa dengan arahan jelas dari kepemimpinan Prabowo, target pembangunan rendah karbon dapat tercapai tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi. Forum ini pun diakhiri dengan seruan agar solidaritas global terus diperkuat untuk menghadapi krisis iklim yang kian mendesak.
Comments (0)