Aug 26, 2026
Politik

Dewan Perdamaian Trump Peringatkan Hamas soal Layangan, Israel Ancam Eskalasi Serangan

Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kepada Hamas agar menghentikan seluruh bentuk aktivitas militer di Jalur Gaza, termasuk penerbangan...

Dewan Perdamaian Trump Peringatkan Hamas soal Layangan, Israel Ancam Eskalasi Serangan

Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kepada Hamas agar menghentikan seluruh bentuk aktivitas militer di Jalur Gaza, termasuk penerbangan layang-layang. Penegasan itu disampaikan pada Rabu (26/8) menyusul ancaman Israel yang siap meningkatkan serangan apabila layang-layang, drone, atau balon kembali diterbangkan dari wilayah Gaza ke arah teritorialnya. Isu tersebut menjadi sorotan karena objek yang diterbangkan kerap diasosiasikan dengan permainan anak-anak, bukan perlengkapan tempur.

Peringatan Dua Arah dari Dewan Perdamaian

Seorang pejabat BoP menyatakan bahwa pesan tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Hamas melalui saluran komunikasi yang ditetapkan dalam kerangka pengawasan gencatan senjata. Ia menegaskan tidak ada pengecualian bagi segala aktivitas yang berkarakter militan, betapa pun kecil skala maupun bentuknya di lapangan.

"Semua aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk menerbangkan layang-layang. Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan," kata pejabat BoP tersebut, Rabu (26/8).

Meski demikian, peringatan itu tidak berhenti pada satu pihak saja. Pejabat yang sama turut mengingatkan pemerintah Israel agar tetap mematuhi ketentuan gencatan senjata serta tidak menjadikan persoalan layang-layang sebagai alasan untuk memperluas operasi militernya di Jalur Gaza.

"Israel juga harus mematuhi gencatan senjata. Tindakan militer tidak boleh dilakukan di luar respons terhadap ancaman yang nyata dan segera," ujarnya.

Ancaman Netanyahu Usai Layangan Lintasi Perbatasan

Posisi BoP tersebut merupakan respons atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menegaskan kesediaannya menaikkan intensitas operasi militer di Gaza bila Hamas kembali menerbangkan layang-layang, drone, atau balon. Ancaman itu dilontarkan setelah sejumlah layang-layang dilaporkan melintasi perbatasan Gaza dan memasuki wilayah Israel bagian selatan.

Sampai dengan berita ini disusun, belum ada laporan yang memastikan objek-objek tersebut membawa bahan peledak. Meski demikian, sejumlah media Israel memberitakan bahwa setidaknya satu layang-layang di antaranya membawa pesan bernuansa politik. Belum ada keterangan resmi dari pihak keamanan Israel mengenai tindak lanjut atas temuan tersebut.

Hamas Tolak Aktivitas Anak Disebut Bersenjata

Anggota Biro Politik Hamas Basem Naim mengecam keras peringatan yang dirilis BoP. Menurutnya, penyebutan penerbangan layang-layang sebagai aktivitas bersenjata merupakan distorsi terhadap situasi sesungguhnya di lapangan, terlebih ketika kesepakatan penghentian tembak-menembak masih berlaku.

"Betapa beraninya! Apakah masuk akal bahwa upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu telah membuat mereka menggambarkan aktivitas anak-anak yang tidak bersalah sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan menghancurkan setiap hari meskipun ada kesepakatan?" kata Naim.

Naim menyatakan kritik itu sebagai penolakan atas upaya menyamakan permainan anak-anak dengan ancaman militer. Ia menilai kelanjutan operasi Israel justru bertentangan dengan semangat kesepakatan yang telah dicapai para pihak.

PBB Sebut Ancaman terhadap Anak-Anak Keterlaluan

Lingkup kekhawatiran itu juga disampaikan lembaga-lembaga internasional. Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Ravina Shamdasani menyebut ancaman yang diarahkan kepada anak-anak yang menerbangkan layang-layang sebagai langkah yang melampaui batas kewajaran.

"Terkait ancaman pengusiran karena anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua dapat sepakat bahwa ini keterlaluan," kata Shamdasani di hadapan wartawan di Jenewa, Swiss.

Konteks Gencatan Senjata dan Catatan Korban Jiwa

Untuk dicatat, Dewan Perdamaian dibentuk Trump dengan mandat utama mengawasi pelaksanaan gencatan senjata yang diumumkan pada bulan Oktober dalam konflik Gaza. Namun, sejak kesepakatan tersebut berlaku, Israel tetap memperluas wilayah operasinya di sejumlah titik Gaza dan melanjutkan serangan-serangannya.

Berdasarkan catatan otoritas kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, serangan Israel telah menewaskan 1.288 warga Palestina. Angka tersebut diyakini akurat oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Situasi di Jalur Gaza kini sangat bergantung pada kemampuan BoP menengahi kedua belah pihak. Di satu sisi, mekanisme pengawasan dituntut memastikan Hamas benar-benar menghentikan aktivitas yang dinilai melanggar kesepakatan. Di sisi lain, tekanan juga diarahkan kepada Israel agar tidak menjadikan insiden layang-layang sebagai pintu masuk eskalasi militer yang lebih luas. Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari pemerintah Israel maupun pimpinan Hamas di lapangan mengenai langkah yang akan ditempuh menindaklanjuti peringatan tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User