Depok, Apaberita.com — Sebuah drone membawa benda mencurigakan jatuh di kediaman seorang pengacara di kawasan Depok, J
Rumah yang menjadi sasaran adalah milik Novianus Martin Bau, seorang praktisi hukum yang berdomisili di Depok. Peristiwa ini menambah daftar panjang teror yang dialami korban, setelah sebelumnya ia me
Respons Cepat Polisi dan Tim Gegana
Begitu menerima laporan, jajaran Polres Metro Depok langsung bergerak cepat dengan menerjunkan tim Gegana ke lokasi kejadian. Pemeriksaan intensif dilakukan terhadap benda yang menyerupai granat tersebut. Hasilnya, ancaman yang sempat membuat geger warga sekitar itu ternyata hanya berasal dari properti mainan berbentuk granat.
"Sudah kita cek dengan menerjunkan tim Gegana, itu mainan berbentuk granat," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama di Mapolres Metro Depok.
Made menjelaskan bahwa sebelum insiden drone terjadi, korban sudah lebih dulu mendapatkan intimidasi lewat aplikasi perpesanan. Teror di ranah digital itu kemudian bereskalasi menjadi aksi fisik dengan hadirnya drone yang membawa granat replika. Polisi masih mendalami apakah ada hubungan langsung antara pengirim ancaman di WhatsApp dengan pihak yang mengendalikan drone tersebut.
Penyelidikan Mendalam
Hingga saat ini, jajaran Reskrim Polres Metro Depok terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, termasuk rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi jenis drone, rute penerbangan, dan siapa operator di balik aksi yang berpotensi menimbulkan keresahan publik tersebut.
Kendati granat yang dibawa hanya mainan, aksi ini dinilai sebagai bentuk teror serius karena dapat memicu kepanikan dan mengganggu keamanan. Apalagi, kasus penyalahgunaan drone untuk tindak kejahatan semakin menjadi perhatian aparat penegak hukum di berbagai wilayah.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa ini untuk segera melapor. Sementara itu, korban diminta meningkatkan kewaspadaan serta memasang sistem keamanan tambahan di sekitar tempat tinggalnya.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik pengiriman drone beserta granat tiruan masih dalam proses pendalaman lebih lanjut. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan kasus ini.
Comments (0)