Dari Bareskrim ke BNN, Komjen Suyudi Bekuk Buronan Interpol

Jakarta – Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali membuktikan kapasitasnya dalam menuntaskan kejahatan transnasional. Kali ini, sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), ia memimpin ...

Jul 12, 2026 - 11:00
0 0
Dari Bareskrim ke BNN, Komjen Suyudi Bekuk Buronan Interpol

Jakarta – Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali membuktikan kapasitasnya dalam menuntaskan kejahatan transnasional. Kali ini, sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), ia memimpin langsung operasi penangkapan seorang buronan Interpol yang sudah setahun lebih masuk dalam daftar pencarian internasional. Penangkapan yang terjadi di kawasan bisnis terpadu Jakarta Selatan pada Selasa (10/6/2025) dini hari itu menjadi sinyal bahwa era baru pemberantasan narkoba berbasis kolaborasi global telah dimulai.

Operasi Terintegrasi yang Membuahkan Hasil

Buronan berinisial M.H. (48), warga negara asing yang terafiliasi dengan sindikat narkoba Asia Pasifik, dibekuk tanpa perlawanan berarti. Berdasarkan data yang dihimpun, M.H. masuk dalam red notice Interpol sejak Oktober 2023 atas perannya sebagai penyandang dana dan pengendali pengiriman 1,2 ton sabu yang disita di Pelabuhan Tanjung Priok pada pertengahan tahun lalu. Operasi ini merupakan buah dari kerja sama BNN, Divisi Hubungan Internasional Polri, serta Interpol NCB Jakarta yang diintensifkan sejak Suyudi memegang kendali lembaga tersebut pada 6 Desember 2024.

"Penangkapan ini menegaskan bahwa tidak ada tempat aman bagi para gembong narkoba, meskipun mereka berlindung di balik jaringan internasional," tegas Suyudi dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNN, Cawang. Ia menambahkan bahwa keberhasilan operasi tidak lepas dari pembentukan Satuan Tugas Khusus Lintas Negara yang berisi personel gabungan dari BNN, Polri, dan Imigrasi. Tim ini bertugas memonitor pergerakan para buronan melalui jalur intelijen dan teknologi pengenalan wajah terkini.

Menurut catatan internal BNN, selama ini M.H. kerap berpindah-pindah tempat tinggal menggunakan berbagai identitas palsu. Pelacakan intensif selama tiga bulan akhirnya mempersempit keberadaan buronan tersebut ke sebuah apartemen di Jakarta. Pelaksanaan penggerebekan dilakukan dengan pengamanan tingkat tinggi untuk mencegah potensi kebocoran informasi.

Dari Bareskrim ke BNN: Rekam Jejak yang Mumpuni

Komjen Suyudi Ario Seto bukanlah sosok asing di jajaran penegak hukum Indonesia. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini telah melalui perjalanan karier yang panjang sebelum akhirnya dipercaya memimpin BNN. Jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, hingga Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Puncak karier Suyudi di Korps Bhayangkara adalah ketika ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada 2023. Di posisi itu, ia menangani sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian publik, termasuk kejahatan siber lintas negara dan perdagangan manusia. Pengalamannya mengepalai Bareskrim—yang notabene juga membawahi Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Narkoba—menjadi modal berharga saat ia pindah ke BNN. Ia dinilai memahami betul seluk-beluk jaringan narkotika dan celah-celah yang kerap dimanfaatkan para pelaku.

Pendidikannya pun tak hanya terbatas pada lembaga pendidikan Polri. Suyudi tercatat mengikuti serangkaian pelatihan luar negeri, seperti di Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dan Australian Federal Police (AFP). Hal ini membentuk perspektifnya tentang pentingnya pembuktian ilmiah dan kerja sama lintas yurisdiksi—prinsip yang kini diterapkannya di BNN. "Kita tidak boleh kalah teknologi dengan para pengedar. Mereka sudah pakai cryptocurrency dan dark web, maka kita harus punya forensik digital yang mumpuni," ujarnya suatu kali dalam rapat koordinasi dengan kementerian komunikasi dan digital.

Transformasi BNN di Bawah Komando Suyudi

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto mengikuti reshuffle kabinet akhir tahun lalu, Suyudi langsung melakukan sejumlah gebrakan. Ia merombak struktur internal BNN agar lebih ramping dan responsif. Direktorat Intelijen, misalnya, diperkuat dengan perekrutan analis data muda dan penerapan artificial intelligence untuk memetakan jaringan narkotika nasional secara real time. Langkah ini mulai menunjukkan hasil: selain penangkapan M.H., BNN juga berhasil menggagalkan penyelundupan 800 kilogram ganja dari Aceh ke Malaysia pada Februari lalu.

Di sisi pencegahan, Suyudi tidak hanya mengandalkan penindakan. Ia menginisiasi program "Desa Tangguh Narkoba" yang menyasar 350 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sepanjang 2025. Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan peran kepala desa, tokoh agama, dan LSM dalam edukasi bahaya narkoba serta deteksi dini peredaran gelap di tingkat akar rumput. "Perang melawan narkoba tidak bisa dimenangkan hanya dengan pistol. Kita harus masuk ke rumah-rumah, ke sekolah-sekolah, ke komunitas-komunitas," tuturnya saat peluncuran program di Kabupaten Bogor, April lalu.

Data kinerja BNN pun mencatat peningkatan signifikan. Pada semester pertama 2025, lembaga itu menyita lebih dari 3 ton sabu dan 2,1 ton ganja, naik 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersangka yang dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) juga meningkat tiga kali lipat, menandakan pendekatan yang lebih keras untuk memiskinkan para bandar. Prestasi ini menempatkan Suyudi sebagai salah satu kandidat kuat perpanjangan masa jabatan atau promosi ke jabatan yang lebih tinggi di kabinet mendatang.

Profil Singkat Komjen Suyudi Ario Seto

Nama lengkap: Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suyudi Ario Seto, M.Si.
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 28 Maret 1970
Pendidikan: Akpol 1991, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri
Riwayat jabatan: Kapolres Metro Jakarta Selatan, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Sulawesi Utara, Kadiv Propam Polri, Kabareskrim Polri (2023–2024), Kepala BNN RI (2024–sekarang)

Dengan gaya kepemimpinan yang lugas dan berbasis data, Suyudi Ario Seto diyakini akan terus mengukir prestasi dalam perang melawan narkotika di Indonesia. Penangkapan buronan Interpol yang dramatis di awal Juni ini hanyalah babak pembuka dari serangkaian operasi besar yang telah ia petakan hingga akhir masa jabatannya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User