Daniel Mananta Puji Program Perumahan untuk Tukang dari Semen Tiga Roda
JAKARTA - Presenter dan aktor Daniel Mananta menyampaikan apresiasinya terhadap program Bangun Rumah Tukangku yang diinisiasi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, produsen Semen Tiga Roda. Kekagum...
JAKARTA - Presenter dan aktor Daniel Mananta menyampaikan apresiasinya terhadap program Bangun Rumah Tukangku yang diinisiasi oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, produsen Semen Tiga Roda. Kekaguman tersebut disampaikan Daniel saat meninjau langsung rumah baru milik Mbah Jan, seorang tukang bangunan berusia 68 tahun, di kawasan Jawa Tengah pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Daniel Mananta berdialog dengan Mbah Jan yang telah mengabdi puluhan tahun sebagai pekerja kasar di sektor konstruksi. Daniel menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian korporasi terhadap kesejahteraan para pekerja informal yang kerap terabaikan. "Saya sangat mengagumi langkah Semen Tiga Roda. Program ini tidak sekadar membangun fisik rumah, tetapi juga membangun martabat tukang yang selama ini menjadi tulang punggung industri properti," ujar Daniel dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita.
Program Strategis bagi Pekerja Informal
Bangun Rumah Tukangku merupakan inisiatif berkelanjutan yang dirancang untuk memberikan hunian layak bagi para tukang bangunan yang telah bermitra dengan Semen Tiga Roda. Berdasarkan data internal perusahaan, sejak program diluncurkan pada awal 2024, sebanyak 150 unit rumah telah berhasil direnovasi atau dibangun baru di berbagai wilayah Indonesia. Target tahun ini ditetapkan mencapai 500 unit rumah hingga Desember 2026.
Mbah Jan, yang tinggal di Desa Karanganyar, Kabupaten Kendal, menerima bantuan renovasi total rumahnya yang sebelumnya berdinding bambu dan berlantai tanah. Kini, rumah tersebut telah berdiri kokoh dengan dinding bata plester, lantai keramik, serta atap genteng baru. Dalam perbincangan dengan Daniel, Mbah Jan mengaku tidak pernah menyangka akan memiliki rumah layak huni di usia senjanya. "Saya bekerja sebagai tukang sejak muda, tetapi rumah sendiri tidak pernah layak. Sekarang saya sangat bersyukur, program ini benar-benar mengubah hidup saya," tutur Mbah Jan dengan mata berkaca-kaca.
Komitmen Keberlanjutan dan Dampak Sosial
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dalam rapat koordinasi internal yang digelar pekan lalu, menegaskan bahwa program Bangun Rumah Tukangku akan terus diperluas jangkauannya. Perusahaan mengalokasikan dana khusus dari anggaran tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang disahkan oleh dewan komisaris. "Kami berkomitmen untuk menjadikan program ini sebagai program prioritas. Setiap tukang yang telah berkontribusi pada pembangunan bangsa berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak," demikian pernyataan manajemen yang dibacakan dalam acara serah terima kunci simbolis di lokasi.
Selain aspek perumahan, program ini juga mencakup pelatihan keselamatan kerja dan peningkatan keterampilan bagi para tukang. Indocement menggandeng lembaga pelatihan vokasi untuk memberikan sertifikasi kompetensi, sehingga para pekerja dapat meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan. Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat, sektor konstruksi menyerap lebih dari 8 juta tenaga kerja informal, dan mayoritas belum memiliki hunian permanen.
Apresiasi Publik dan Harapan ke Depan
Kekaguman Daniel Mananta terhadap program ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Prof. Bambang Setiawan, menilai bahwa inisiatif korporasi semacam ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. "Negara mendorong partisipasi swasta dalam penyediaan rumah layak huni. Program ini adalah contoh konkret yang patut direplikasi oleh perusahaan lain," ujarnya.
Daniel Mananta berharap program ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak. "Saya melihat langsung kebahagiaan Mbah Jan. Ini bukan sekadar proyek CSR, melainkan investasi kemanusiaan. Semoga semakin banyak perusahaan yang menindaklanjuti jejak Semen Tiga Roda," pungkas Daniel sebelum meninggalkan lokasi. Hingga berita ini diturunkan, Indocement belum mengumumkan lokasi penerima manfaat berikutnya, namun memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan setempat.
Program Bangun Rumah Tukangku juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial yang menilai inisiatif ini mampu mengurangi kesenjangan hunian di kalangan pekerja rentan. Dengan berjalannya program ini, diharapkan tidak hanya Mbah Jan, tetapi ribuan tukang lain di seluruh Indonesia dapat merasakan kehangatan memiliki rumah sendiri.
Comments (0)