Danantara Umumkan Rencana Besar: Jumlah BUMN Dipangkas Drastis Demi Efisiensi
Apaberita.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bergerak cepat membenahi portofolio Badan Usaha Milik Negara. Dalam sebuah pengumuman resmi, Danantara me
Apaberita.com, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bergerak cepat membenahi portofolio Badan Usaha Milik Negara. Dalam sebuah pengumuman resmi, Danantara menegaskan akan melakukan perampingan besar-besaran dengan memangkas jumlah BUMN dari total 1.077 entitas saat ini menjadi hanya sekitar 200 hingga 300 perusahaan saja. Langkah ambisius ini ditargetkan tuntas sepanjang tahun ini.
Keputusan itu diambil menyusul temuan bahwa lebih dari separuh BUMN yang ada justru menjadi beban keuangan negara. Data internal Danantara menunjukkan bahwa sekitar 52 persen dari total perusahaan pelat merah mencatatkan kerugian. Akumulasi kerugian yang harus ditanggung mencapai angka fantastis, sekitar Rp 20 triliun.
"Kami sedang melakukan pembersihan. Terlalu banyak entitas yang tidak efisien dan terus merugi. Fokus kami adalah menyelamatkan aset negara dengan menyisakan hanya perusahaan-perusahaan yang sehat dan punya daya saing," ujar pejabat Danantara dalam keterangan pers dikutip laporan media kami.
Proses streamlining ini bukan sekadar merger atau akuisisi biasa. Danantara akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap BUMN berdasarkan kinerja keuangan, kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta keselarasan dengan peta jalan investasi jangka panjang. Perusahaan yang berkinerja buruk dan tidak memiliki prospek perbaikan akan dihentikan operasinya atau digabungkan ke induk usaha yang lebih sehat.
Dengan penyusutan jumlah hingga lebih dari 70 persen, Danantara berharap beban anggaran negara bisa berkurang signifikan. Dana yang sebelumnya tersedot untuk menutupi kerugian akan dialihkan ke sektor prioritas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Langkah ini juga diyakini dapat meningkatkan nilai aset dan daya tarik investasi, sejalan dengan mandat Danantara sebagai pengelola investasi negara yang profesional dan berorientasi laba.
Pengamat kebijakan publik menilai restrukturisasi ini sebagai langkah yang sudah lama dinanti. Dengan jumlah BUMN yang terlalu gemuk, pengawasan menjadi lemah dan potensi inefisiensi sangat tinggi. Kini, publik menanti realisasi janji tersebut dan memastikan tidak ada kepentingan politik yang menghambat rasionalisasi perusahaan negara. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan proses restrukturisasi ini.
Comments (0)