Sep 17, 2026
Nasional

Dampak Banjir Kronis, Ratusan Warga Melong Cimahi Kompak Jual Rumah

Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang jalan Kompleks Perumahan Melong Green Garden, RW 28, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. D

Dampak Banjir Kronis, Ratusan Warga Melong Cimahi Kompak Jual Rumah

Pemandangan tak biasa terlihat di sepanjang jalan Kompleks Perumahan Melong Green Garden, RW 28, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Deretan spanduk bertuliskan "Dijual Cepat" hingga "Rumah Ini Diobral" terpampang nyata di pagar dan dinding lebih dari 100 unit rumah warga. Aksi massal ini bukan sekadar transaksi properti biasa, melainkan bentuk jeritan frustrasi masyarakat terhadap persoalan banjir menahun yang tak pernah tuntas teratasi.

Kawasan permukiman yang telah berdiri puluhan tahun tersebut kini kehilangan daya tariknya akibat genangan air yang datang berulang kali setiap musim hujan tiba. Warga mengaku telah lelah secara fisik, mental, maupun materi akibat kerusakan perabotan dan struktur bangunan yang terus-menerus terendam air bah.

Keputusasaan Menghadapi Genangan Air Menahun

Pemasangan spanduk jual massal ini menjadi simbol keputusasaan kolektif para penghuni kompleks. Wilayah RW 28 Melong dikenal sebagai salah satu titik langganan banjir terparah di Kota Cimahi. Ketinggian air saat puncak musim penghujan dapat berkisar antara 50 sentimeter hingga lebih dari 1 meter, melumpuhkan total aktivitas harian warga.

"Kami pasang spanduk ini bukan semata-mata ingin pindah, tapi kami sudah berada di titik jenuh. Setiap hujan deras turun, rasa cemas selalu menghantui. Bertahun-tahun janji perbaikan diberikan, namun dampaknya belum kami rasakan secara nyata," ujar salah seorang tokoh warga setempat.

Dampak ekonomi akibat bencana hidrometeorologi ini kian memberatkan. Nilai investasi properti di kawasan tersebut anjlok drastis, sementara biaya renovasi dan pembersihan pascabanjir terus menguras tabungan keluarga secara berkala.

Akar Masalah dan Tantangan Penataan Drainase

Persoalan banjir di kawasan Melong dipicu oleh letak geografisnya yang berada di cekungan serta penyempitan saluran drainase di wilayah hilir perbatasan Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung. Limpasan air kiriman dari wilayah utara dan Bandung Raya memperparah debit aliran sungai yang melintasi permukiman.

Faktor Penyebab Dampak Lapangan Upaya Dibutuhkan
Kapasitas Drainase Kritis Air meluap cepat ke jalan dan rumah Pengerukan sedimentasi & pelebaran saluran
Posisi Geografis Cekungan Genangan lambat surut berhari-hari Optimalisasi kolam retensi & pompa air
Koordinasi Lintas Wilayah Penyumbatan di area perbatasan Sinkronisasi kebijakan Cimahi-Kab. Bandung

Para penghuni menegaskan bahwa mereka membutuhkan langkah konkret jangka pendek dan jangka panjang dari Pemerintah Kota Cimahi serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penanganan parsial dinilai tidak lagi memadai untuk menuntaskan akar persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini.

Tuntutan Solusi Nyata dan Kolaborasi Lintas Batas

Warga berharap aksi pasang spanduk massal ini menjadi alarm keras bagi pengambil kebijakan. Penataan sistem tata air yang komprehensif, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi baru, hingga pemasangan pompa berkapasitas besar, menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.

  • Normalisasi Saluran: Pengerukan berkala pada sedimentasi Sungai Cikendal dan anak sungainya.
  • Pembangunan Infrastruktur: Penyediaan rumah pompa dan tanggul penahan air yang memadai di titik rawan.
  • Integrasi Kebijakan: Kerjasama terpadu antarpemerintah daerah dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Jika langkah terpadu tidak segera dieksekusi, perumahan yang dulunya asri ini terancam kian ditinggalkan oleh penghuninya, meninggalkan kawasan hunian mati akibat kelalaian mitigasi bencana perkotaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User