China Peringatkan Risiko Backdoor pada AI Claude Code
Beijing, Tiongkok — Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan teknologi dan
Beijing, Tiongkok — Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh perusahaan teknologi dan instansi pemerintah terkait risiko keamanan pada perangkat AI Claude Code buatan Anthropic, perusahaan asal Amerika Serikat. Peringatan ini menjadi babak baru dalam perang teknologi yang semakin memanas di antara dua negara adidaya, menyusul serangkaian pembatasan dan tuduhan spionase digital yang saling dilontarkan.
Eskalasi Perang Teknologi AS-China
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di sektor teknologi terus meningkat sejak Washington memberlakukan kontrol ekspor chip canggih pada 2023. China membalas dengan membatasi ekspor logam tanah jarang dan memblokir berbagai produk teknologi asing. Kini, sasarannya adalah perangkat produktivitas yang digerakkan AI — Claude Code dari Anthropic, startup yang didukung investasi besar Amazon dan Google.
- 2023: AS melarang ekspor chip AI canggih seperti Nvidia A100/H100 ke China, memicu perang semikonduktor.
- Pertengahan 2024: Anthropic merilis Claude Code untuk pengembang perangkat lunak, populer di kalangan pengembang global.
- Oktober 2024: Badan keamanan siber Tiongkok mendeteksi potensi akses pintu belakang (backdoor) pada Claude Code.
- Oktober 2024: MIIT merilis surat edaran pelarangan penggunaan Claude Code di lingkungan pemerintahan dan BUMN Tiongkok.
Peringatan Resmi dan Risiko yang Dituduhkan
Dalam dokumen yang beredar, MIIT menyatakan bahwa arsitektur Claude Code memungkinkan pihak ketiga mengakses kode sumber dan data pengguna melalui jalur terenkripsi yang tidak transparan. Pemerintah China menuduh fitur ini sebagai bentuk pintu belakang yang sengaja ditanam untuk mengeskfiltrasi kekayaan intelektual dan data strategis nasional ke server di Amerika Serikat.
“Kami mendeteksi adanya celah keamanan fundamental yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri kekayaan intelektual dan data strategis nasional. Penggunaan Claude Code di proyek vital sangat tidak disarankan,” bunyi pernyataan resmi MIIT.
Langkah ini sejalan dengan ambisi “Made in China 2025” yang menargetkan kemandirian teknologi secara mutlak. Tiongkok telah memblokir berbagai produk teknologi AS sebelumnya, termasuk sistem operasi Windows di instansi pemerintah dan chip Nvidia tertentu. Pemerintah mendesak perusahaan lokal untuk segera membangun ekosistem AI mandiri guna menghindari ketergantungan pada teknologi asing yang dianggap rawan disusupi mekanisme mata-mata.
Respons Anthropic dan Dinamika Global
Anthropic melalui juru bicaranya membantah keras tuduhan tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa sistem keamanan mereka telah diaudit oleh pihak ketiga independen dan tidak ditemukan backdoor apa pun. Namun, Anthropic tidak merinci arsitektur enkripsi yang digunakan, sehingga tidak cukup meredakan kecurigaan Beijing. Di sisi lain, Gedung Putih belum mengeluarkan komentar resmi, tetapi sumber dari Departemen Perdagangan AS mengisyaratkan bahwa tuduhan China adalah bentuk proteksionisme digital yang berlebihan dan dapat memicu respons balasan dari Washington.
Insiden ini memperlebar jurang pemisah antara dua kubu teknologi dunia: Amerika dengan model ekosistem terbuka yang dikritik China sebagai celah spionase, versus China dengan tembok keamanan digital yang dianggap AS sebagai hambatan inovasi global. Para analis memprediksi bahwa konflik semacam ini akan semakin sering terjadi seiring lomba pengembangan AI yang kian sengit, di mana setiap negara berusaha menjaga kedaulatan data sekaligus memata-matai lawan potensialnya.
[SOCIAL_TWEET]: China teriak bahaya! Peringatan darurat soal “pintu belakang” di AI Claude Code buatan AS. Apakah ini perang teknologi baru? Simak! #KeamananSiber #AI #China[SOCIAL_TG]: 🚨 China waspadai AI Claude Code! Dituding ada backdoor, data nasional terancam. Baca selengkapnya di sini!
Comments (0)