Camat Bagelen Evakuasi King Cobra Tiga Meter dari Rumah Warga

PURWOREJO — Camat Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Iman Tjiptadi, berhasil mengevakuasi seekor ular king cobra sepanjang tiga meter yang masuk ke dalam rumah seorang warga pada Selasa, 19 ...

Camat Bagelen Evakuasi King Cobra Tiga Meter dari Rumah Warga

PURWOREJO — Camat Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Iman Tjiptadi, berhasil mengevakuasi seekor ular king cobra sepanjang tiga meter yang masuk ke dalam rumah seorang warga pada Selasa, 19 Agustus 2026. Ular berbisa mematikan tersebut ditemukan bersembunyi di salah satu sudut rumah warga di wilayah Kecamatan Bagelen dan langsung diamankan oleh camat setempat tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kejadian Berawal dari Laporan Warga

Peristiwa tersebut bermula ketika warga pemilik rumah mendapati keberadaan ular berukuran besar di dalam kediamannya. Merasa terancam, warga kemudian melaporkan temuan itu kepada perangkat desa dan aparat kecamatan setempat. Berdasarkan laporan tersebut, Iman Tjiptadi segera menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi kejadian bersama sejumlah perangkat kecamatan.

“Kami menerima informasi dari warga bahwa ada ular besar masuk ke rumah. Langsung saya datangi lokasinya, dan benar saja seekor king cobra sekitar tiga meter sudah berada di dalam rumah warga,” kata Iman Tjiptadi kepada wartawan.

Kecepatan respons aparat kecamatan menjadi kunci dalam pengamanan hewan liar tersebut. Dalam penanganannya, camat yang diketahui memiliki pengalaman menangani ular berbisa ini melakukan evakuasi secara manual dengan alat seadanya yang tersedia di lokasi. Proses evakuasi berlangsung sekitar beberapa menit dan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Proses Penangkapan dan Pengamanan

Menurut keterangan Iman Tjiptadi, ular king cobra tersebut berhasil ditangkap dalam kondisi hidup dan langsung diamankan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwenang. Penanganan ular berbisa kategori paling mematikan di dunia ini membutuhkan kehati-hatian ekstra mengingat racunnya dapat membahayakan manusia dalam hitungan menit.

Camat Bagelen menegaskan bahwa penangkapan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga dan hewan itu sendiri. Setelah berhasil ditangkap, ular dimasukkan ke dalam wadah aman sebelum dibawa untuk diserahkan kepada instansi terkait guna dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

“Ular ini kami amankan terlebih dahulu agar tidak membahayakan warga. Selanjutnya kami koordinasikan dengan pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut, termasuk rencana pelepasliaran ke habitat aslinya,” ujarnya.

Penangkapan tersebut menuai apresiasi dari warga setempat. Keberanian camat dalam menangani langsung situasi darurat dinilai sebagai bentuk kehadiran aparatur pemerintah kecamatan di tengah masyarakat. Peristiwa ini pun menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekitar lokasi kejadian.

Imbauan Waspada Musim Penghujan

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Iman Tjiptadi mengimbau warga Kecamatan Bagelen agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim hujan ketika satwa liar kerap keluar dari habitatnya dan masuk ke permukiman. Ia juga meminta warga segera melapor kepada aparat desa atau kecamatan apabila menemukan ular atau satwa liar lain di lingkungan tempat tinggal.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menangani sendiri ular berbisa tanpa alat pengaman yang memadai. Segera laporkan kepada perangkat desa atau pihak kecamatan agar dapat ditangani secara cepat dan aman,” pesan Iman Tjiptadi.

Camat Bagelen juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meningkatkan sosialisasi penanganan satwa liar kepada masyarakat. Langkah tersebut diambil sebagai upaya preventif guna mencegah kejadian serupa yang dapat membahayakan keselamatan warga di wilayah Kecamatan Bagelen dan sekitarnya.

Penanganan Satwa Liar Secara Aman

King cobra atau ular sendok jawa merupakan salah satu spesies ular berbisa dengan racun neurotoksin yang sangat kuat. Keberadaan satwa ini di permukiman warga kerap terjadi ketika habitat alaminya terganggu atau saat mencari mangsa. Oleh karena itu, penanganan yang tepat dan tidak melukai satwa menjadi prioritas dalam setiap proses evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, ular king cobra hasil evakuasi telah diamankan dan menunggu penyerahan resmi kepada pihak berwenang untuk pelepasliaran. Pihak kecamatan memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur dan berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang meresahkan warga di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User