Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika
Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika Eltinus Omaleng adalah Bupati Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yang mulai menjabat sejak 2014 dan berhasil mempertahankan kursinya untuk periode kedua pada 2019—2024. Kader Partai Demokrasi In
Eltinus Omaleng: Profil dan Kinerja Bupati Mimika
Eltinus Omaleng adalah Bupati Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, yang mulai menjabat sejak 2014 dan berhasil mempertahankan kursinya untuk periode kedua pada 2019—2024. Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini menjadi salah satu pemimpin asli Papua yang paling berpengaruh di wilayah pesisir selatan Papua. Kiprahnya sebagai bupati tidak terlepas dari latar belakangnya sebagai putra daerah yang memahami kompleksitas masyarakat Mimika, mulai dari persoalan masyarakat adat, keberadaan PT Freeport Indonesia, hingga pengelolaan dana otonomi khusus. Namun, perjalanan politiknya juga diwarnai sorotan tajam setelah ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2022.
Profil dan Latar Belakang
Eltinus Omaleng lahir di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, pada 5 Juni 1971. Sebelum terjun ke politik, ia pernah bekerja di PT Freeport Indonesia, pengalaman yang membuatnya memahami dinamika ekonomi dan sosial di sekitar area pertambangan. Karier politiknya dimulai sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mimiki periode 2009—2014 dari Fraksi PDI-P. Pada Pemilihan Kepala Daerah 2013, ia berpasangan dengan Johannes Rettob dan meraih kemenangan, sehingga dilantik pada 2014. Popularitasnya sebagai figur dekat rakyat membuat ia kembali terpilih pada Pilkada serentak 2018, kali ini tetap bersama Johannes Rettob, dengan dukungan koalisi partai besar termasuk Golkar, NasDem, dan Hanura.
Program Unggulan dan Kinerja
Selama dua periode kepemimpinannya, Eltinus Omaleng mencanangkan sejumlah program yang menyasar infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bagi masyarakat asli Papua. Di bidang infrastruktur, ia genjar membangun jalan dan jembatan untuk membuka isolasi distrik pedalaman. Proyek paling monumental adalah pembangunan Stadion Indoor Mimika berkapasitas 3.000 penonton yang menelan anggaran sekitar Rp138 miliar, dimaksudkan untuk memfasilitasi kegiatan olahraga dan budaya lokal. Selain itu, total panjang jalan kabupaten yang dibangun selama periode pertama hingga 2019 mencapai 287 kilometer, naik signifikan dari sebelumnya 190 kilometer.
Di sektor kesehatan, Omaleng meluncurkan program “Mimika Sehat” yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga pemegang Kartu Tanda Penduduk asli Papua. Program ini mengcover biaya pemeriksaan, obat, hingga rujukan ke rumah sakit di luar kota. Sementara itu, di bidang pendidikan, ia menginisiasi Beasiswa Mimika Cerdas yang rata-rata setiap tahunnya memberikan bantuan pendidikan bagi 1.500 mahasiswa asli Papua, mencakup biaya kuliah, asrama, dan uang saku. Program-program ini kerap dijadikan contoh sebagai bagian dari implementasi keberpihakan terhadap Orang Asli Papua (OAP).
Tantangan dan Kontroversi
Tantangan terbesar yang dihadapi Eltinus Omaleng adalah mengelola ketimpangan antara masyarakat asli dan pendatang, terutama di wilayah perkotaan Timika, serta mendistribusikan manfaat ekonomi dari keberadaan PT Freeport. Meskipun dana otonomi khusus mengucur deras, persoalan kemiskinan ekstrem di pedalaman dan pengangguran pemuda OAP belum sepenuhnya teratasi. Di sisi lain, kinerja pemerintahannya tercoreng oleh kasus dugaan korupsi yang menjeratnya. Pada September 2022, KPK menetapkan Omaleng sebagai tersangka atas perkara pengadaan barang dan jasa proyek pembangunan Stadion Indoor dan beberapa proyek lainnya. Ia diduga memperkaya diri dan mengakibatkan kerugian negara hingga puluhan miliar rupiah. Meskipun demikian, pendukungnya menilai proses hukum ini bermuatan politis dan tidak mengurangi jasa-jasanya dalam membangun Mimika. Kasus ini masih bergulir di pengadilan hingga kini, menjadikan Eltinus Omaleng sebagai simbol rumitnya wajah kepemimpinan lokal di Papua.
Comments (0)