Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Mobil Mewah, KPK Dalami Aliran Upeti dari Petani

Jakarta – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby resmi menyandang status tersangka dalam pusaran dugaan korupsi yang menjerat lingkaran kekuasaannya. Penetapan ini tak lepas dari temuan

Jul 07, 2026 - 23:15
0 1
Bupati Kuansing Diduga Terima Suap Mobil Mewah, KPK Dalami Aliran Upeti dari Petani

Jakarta – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby resmi menyandang status tersangka dalam pusaran dugaan korupsi yang menjerat lingkaran kekuasaannya. Penetapan ini tak lepas dari temuan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mengungkap aliran suap berupa kendaraan mewah, sekaligus menelusuri dugaan pemerasan terhadap para petani di wilayah yang dipimpinnya.

Dari hasil penyelidikan, Suhardiman diduga kuat menerima satu unit Toyota Land Cruiser dari Zulkarnain, sosok yang saat itu tengah mengincar posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing. Pemberian mobil mewah itu diduga menjadi bagian dari transaksi jual-beli jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing. Namun, fakta yang terungkap lebih mengejutkan: ini bukanlah kali pertama Suhardiman menerima gratifikasi dalam bentuk kendaraan mewah.

Hadiah Mobil Berulang Saat Masih Plt

KPK mengungkap bahwa saat masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing pada 2021, Suhardiman juga diduga telah menerima sebuah mobil Pajero Sport dari pihak yang sama. Zulkarnain, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala Dinas, disebut telah memberikan kendaraan mewah tersebut kepada Suhardiman yang sedang menempati kursi sementara orang nomor satu di Kuansing. Posisi Plt itu ia duduki setelah bupati sebelumnya, Andi Putra, ditangkap KPK karena kasus korupsi. Suhardiman kemudian terpilih dan dilantik sebagai bupati definitif pada 2025.

"Ini bukan yang pertama dilakukan oleh ZKN (Zulkarnain). Pada saat yang bersangkutan menduduki jabatan kadis juga sempat memberikan sesuatu kepada SA yang saat itu masih Plt Bupati," ujar Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Rabu (1/7/2026).

Pernyataan ini menegaskan pola pemberian yang terjadi dalam dua periode berbeda. Penyidik kini tengah mendalami apakah ada janji atau kesepakatan tertentu di balik pemberian mobil-mobil mewah tersebut, terutama terkait dengan pengisian jabatan Sekda yang sedang berlangsung.

Tarik Upeti dari Petani

Tak berhenti pada suap mobil, tim penyidik KPK juga tengah membongkar dugaan praktik pemerasan yang menyasar para petani di wilayah Kuansing. Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, Bupati Suhardiman diduga meminta upeti atau setoran berkala dari para petani dengan dalih berbagai proyek dan program bantuan pemerintah. Praktik ini disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu sumber pendapatan gelap yang mengalir ke kantong pribadi sang bupati.

Laporan-laporan dari masyarakat dan petani yang merasa dirugikan kini mulai bermunculan. KPK memastikan akan memanggil sejumlah saksi dari kalangan petani untuk dimintai keterangan guna menguatkan alat bukti. Langkah ini menjadi babak baru dalam pengusutan kasus yang menjerat bupati dua periode tersebut. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyidikan dan menyajikan informasi terkini bagi pembaca.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User