Bulog Bangun Dua Gudang Beras Baru di Papua

Jayapura, 11 Juni 2025 – Perum Bulog resmi menindaklanjuti arahan presiden untuk memperkuat infrastruktur pangan nasional dengan menyiapkan pembangunan dua unit gudang beras baru di wilayah Papua. K...

Jayapura, 11 Juni 2025 – Perum Bulog resmi menindaklanjuti arahan presiden untuk memperkuat infrastruktur pangan nasional dengan menyiapkan pembangunan dua unit gudang beras baru di wilayah Papua. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan yang digelar di Kantor Gubernur Papua, Selasa (10/6).

Langkah strategis ini ditempuh untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan cadangan beras pemerintah di daerah timur Indonesia, sekaligus menjawab tantangan logistik yang selama ini menjadi kendala utama distribusi pangan di Papua.

Keputusan Berdasarkan Kajian Mendalam

Penambahan gudang tersebut bukanlah reaksi sesaat. Berdasarkan dokumen Perencanaan Strategis Bulog 2024–2026 yang telah disahkan Dewan Pengawas, pembangunan infrastruktur di Papua menjadi salah satu prioritas. "Ini adalah bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang menegaskan kewajiban pemerintah menjaga ketersediaan pangan di seluruh wilayah negara tanpa kecuali," ujar Rizal Ramdhani.

Kajian internal Bulog menunjukkan bahwa kapasitas penyimpanan di Papua saat ini masih jauh dari ideal. Gudang Eksisting di Jayapura dan Merauke kerap kesulitan menampung kelebihan stok saat panen raya, yang berujung pada penundaan penyerapan gabah petani lokal. Dengan hadirnya dua gudang baru, Bulog menargetkan penambahan kapasitas minimal 20.000 ton beras, yang diperhitungkan mampu menjamin ketersediaan selama tiga hingga empat bulan ke depan di wilayah tersebut.

Spesifikasi dan Lokasi Gudang

Menurut pemaparan dalam rapat koordinasi, kedua gudang akan dibangun di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Jayawijaya. Pemilihan lokasi ini berdasarkan analisis rantai dingin dan akses transportasi yang dilakukan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua.

Gudang di Nabire dirancang dengan kapasitas 12.000 ton dan dilengkapi sistem pendingin modern untuk menjaga kualitas beras di iklim tropis lembap. Sementara gudang di Jayawijaya, yang terletak di kawasan pegunungan, akan memiliki kapasitas 8.000 ton serta konstruksi khusus tahan gempa dan perubahan suhu ekstrem. Proyek ini ditargetkan memulai konstruksi pada triwulan ketiga 2025 dan rampung selambat-lambatnya akhir 2026.

Dampak pada Stabilitas Harga dan Ekonomi Lokal

"Ketersediaan gudang yang memadai memungkinkan Bulog menyerap gabah dari petani Papua dalam jumlah yang lebih besar, terutama saat panen raya di Merauke yang selama ini belum teroptimalkan penyerapannya," tegas Rizal Ramdhani. Dengan gudang baru, Bulog menargetkan peningkatan serapan beras lokal dari Papua sebesar 40 persen dalam dua tahun.

Selain menjaga stabilitas harga, langkah ini diyakini akan memutus mata rantai distribusi yang panjang dan mahal. Selama ini, beras dari Sulawesi harus diangkut melalui jalur laut dengan biaya logistik yang mencapai 30 persen dari harga pokok, memicu disparitas harga antara wilayah Papua dengan Jawa. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, dalam forum yang sama, menyebut penambahan gudang Bulog di Papua sebagai "terobosan yang ditunggu-tunggu" dan akan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah di daerah rawan pangan.

Tahapan dan Komitmen Pendanaan

Proses pengadaan lahan sedang dalam tahap koordinasi dengan pemerintah daerah. Bulog menyatakan kesiapan anggaran melalui Penyertaan Modal Negara yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian BUMN 2025. "Tidak ada kendala berarti dari sisi pendanaan, karena seluruhnya sudah masuk dalam program prioritas nasional," kata Rizal Ramdhani.

Sementara itu, Fraksi-Fraksi di DPRD Papua dalam Rapat Pleno pekan lalu menyampaikan dukungan penuh agar pembangunan gudang ini dipercepat. Dukungan politik itu menjadi sinyal kuat bahwa isu pangan di Papua menjadi perhatian bersama, melampaui sekat-sekat partai. Diperkirakan, pengoperasian kedua gudang akan menciptakan hingga 300 lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.

Dengan ditambahkannya dua gudang baru, Perum Bulog akan memiliki tujuh fasilitas penyimpanan di Tanah Papua. Ini menandai babak baru penguatan ketahanan pangan di ujung timur Indonesia yang selama ini kerap terabaikan dalam peta logistik nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User