Sep 16, 2026
Hukum

BULACAN — Rex Gatchalian Pimpin Peringatan Kongres Malolos ke-128

KOTA MALOLOS — Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) Filipina, Rex Gatchalian, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kongre

BULACAN — Rex Gatchalian Pimpin Peringatan Kongres Malolos ke-128

KOTA MALOLOS — Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) Filipina, Rex Gatchalian, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kongres Malolos ke-128 yang berlangsung secara khidmat di Gereja Barasoain yang bersejarah, Kota Malolos, Provinsi Bulacan. Dalam pidato utamanya, Gatchalian menyerukan pentingnya pendekatan terpadu dan persatuan nasional dalam mengentaskan kemiskinan, menyamakannya dengan semangat persatuan para perumus Konstitusi Malolos pada era revolusi 1898.

Upacara peringatan tahunan ini menjadi momen krusial untuk mengenang tonggak sejarah dimulainya majelis pembuat undang-undang pertama di Asia. Gatchalian menegaskan bahwa semangat yang membawa para pemimpin Filipina dari berbagai wilayah berhimpun di Bulacan pada 15 September 1898 kini harus dihidupkan kembali untuk melawan musuh bersama bangsa saat ini, yaitu kemiskinan struktural dan ketimpangan ekonomi.

Persatuan Sejarah dan Tantangan Kemiskinan Modern

Menurut Gatchalian, pembentukan Republik Filipina Pertama tidak akan pernah terwujud tanpa adanya kesadaran kolektif untuk menanggalkan kepentingan kedaerahan demi mencapai kemerdekaan utuh. “Sama halnya dengan para pendiri bangsa yang bersatu menyusun Konstitusi Malolos demi melahirkan republik yang berdaulat, pemerintah saat ini membutuhkan persatuan seluruh elemen masyarakat untuk membebaskan rakyat dari cengkeraman kemiskinan,” ujar Gatchalian di hadapan para pejabat pemerintah daerah dan warga Bulacan.

Sekretaris DSWD tersebut menggarisbawahi bahwa strategi pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah Filipina mengandalkan kolaborasi lintas kementerian dan integrasi program kesejahteraan sosial. Ia menambahkan bahwa program bantuan sosial tidak boleh berjalan secara terisolasi, melainkan harus terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.

“Perjuangan kita hari ini bukan lagi melawan penjajah asing, melainkan melawan ketidakadilan sosial dan kemiskinan. Persatuan yang ditunjukkan di Gereja Barasoain 128 tahun lalu adalah cetak biru moral bagi kita semua,” tegas Rex Gatchalian.

Kronologi Rangkaian Acara di Gereja Barasoain

Peringatan ke-128 tahun Kongres Malolos diawali dengan serangkaian kegiatan formal yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, tokoh masyarakat, serta warga lokal Provinsi Bulacan:

  1. Pencelebraan Misa Kudus dan Pengibaran Bendera: Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan misa syukur di dalam Gereja Barasoain, dilanjutkan dengan upacara pengibaran Bendera Nasional Filipina di halaman gereja.
  2. Upacara Peletakan Karangan Bunga: Rex Gatchalian bersama Gubernur Bulacan memimpin penyerahan karangan bunga di monumen Jenderal Emilio Aguinaldo sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan bangsa.
  3. Pidato Kebangsaan Sekretaris DSWD: Penyampaian amanat utama yang menekankan relevansi nilai-nilai Kongres Malolos dengan agenda pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan modern.
  4. Penyerahan Bantuan Sosial Komunitas: Rangkaian acara ditutup dengan penyaluran program bantuan langsung dan pemberdayaan ekonomi DSWD kepada keluarga penerima manfaat di wilayah Bulacan.

Analisis Komparasi: Dari Revolusi Politik ke Revolusi Kesejahteraan

Untuk memahami transformasi semangat perjuangan nasional Filipina dari era Kongres Malolos hingga upaya pembangunan sosial saat ini, berikut adalah tabel perbandingan fokus perjuangan antargenerasi:

Indikator Kongres Malolos (1898) Agenda DSWD Modern (2024)
Fokus Utama Kedaulatan politik dan perumusan konstitusi republik Pengentasan kemiskinan dan ketahanan sosial
Tantangan Utama Kolonialisme dan perpecahan kedaerahan Kemiskinan struktural, stunting, dan krisis ekonomi
Instrumen Perjuangan Konstitusi Malolos dan diplomasi revolusioner Program 4Ps dan Sustainable Livelihood Program
Target Dampak Pembentukan Republik Filipina Pertama Perlindungan bagi 4,4 juta keluarga rentan

Penguatan Program Kesejahteraan dan Komitmen DSWD

Gatchalian memaparkan bahwa DSWD terus memperluas jangkauan perlindungan sosial melalui penyempurnaan basis data nasional serta peningkatan alokasi anggaran untuk program transfer tunai bersyarat. Target jangka panjang pemerintah adalah menurunkan angka kemiskinan nasional secara signifikan menjadi 9 persen pada tahun 2028.

“Kami di DSWD meyakini bahwa persatuan antar-lembaga pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil adalah kunci utama untuk mencapai target penurunan kemiskinan. Kunjungan kita ke Gereja Barasoain hari ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan pengingat akan tanggung jawab besar yang harus kita tuntaskan bersama,” tutur Gatchalian menutup pernyataannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User