Sep 16, 2026
Hukum

Budi Arsa Tegaskan Sentuhan Manusia Tak Tergantikan Perkembangan Musik AI

DENPASAR, Apaberita.com — Musisi dan penyanyi asal Bali, Budi Arsa, memberikan klarifikasi terbuka terkait pemanfaatan teknologi Music Artificial Intellige

Budi Arsa Tegaskan Sentuhan Manusia Tak Tergantikan Perkembangan Musik AI

DENPASAR, Apaberita.com — Musisi dan penyanyi asal Bali, Budi Arsa, memberikan klarifikasi terbuka terkait pemanfaatan teknologi Music Artificial Intelligence (AI) dalam industri musik masa kini. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya menyusul berbagai tanggapan dan komentar warganet atas perilisan video musik terbarunya yang bertajuk ‘Tembang Jomblo’.

Budi menegaskan bahwa dalam penciptaan karya-karya orisinalnya, kehadiran manusia dalam proses aransemen tetap menjadi fondasi utama yang tidak bisa digantikan oleh mesin mana pun. Musisi pop Bali ini membeberkan batasan tegas antara pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu eksperimen dan esensi rasa yang murni lahir dari musisi manusia.

Kronologi dan Dinamika Pemanfaatan AI oleh Budi Arsa

Polemik penggunaan AI dalam karya seni musik menjadi perbincangan hangat di kalangan pendengar lagu Bali. Untuk meluruskan persepsi publik, berikut urutan sikap dan proses kreatif yang dijalankan oleh Budi Arsa:

  1. Sorotan Publik atas Karya Terbaru: Peluncuran video musik ‘Tembang Jomblo’ memicu rasa penasaran warganet mengenai elemen teknologi yang digunakan dalam produksi aransemen audio dan visualnya.
  2. Klarifikasi Komitmen Karya Orisinal: Budi Arsa menegaskan bahwa lagu-lagu ciptaan utamanya selalu melibatkan jasa arranger profesional agar mampu mengeksekusi visi serta konsep emosional lagu secara presisi.
  3. Eksperimen Daur Ulang Karya Lama: Pemanfaatan AI difokuskan secara khusus untuk meramu ulang (recycle) katalog lagu lama agar terdengar lebih segar dan relevan bagi generasi baru.
“Karena bagi saya sentuhan manusia tidak akan terkalahkan,” tegas Budi Arsa dalam keterangannya saat menjelaskan esensi keterlibatan arranger dalam setiap karya orisinalnya.

Adaptasi Teknologi: Mengibaratkan AI Seperti Ojek Daring

Kendati memprioritaskan rasa dan sentuhan manusiawi, Budi menyatakan bahwa dirinya tidak bersikap anti terhadap kemajuan zaman. Menurutnya, perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan merupakan keniscayaan era digital yang harus dipelajari dan disikapi secara bijak oleh para pelaku industri kreatif.

Ia mengibaratkan kehadiran teknologi Music AI seperti halnya revolusi digital pada sektor lain yang mempermudah aktivitas manusia sehari-hari:

  • Google Translate: Membantu menjembatani kendala bahasa secara cepat tanpa menghilangkan esensi komunikasi.
  • Aplikasi Transportasi Daring: Mengubah dan mempermudah cara masyarakat memesan ojek konvensional menjadi lebih efisien.
  • Music AI: Membantu musisi membedah variasi aransemen baru dan mempercepat eksplorasi nada tanpa menghilangkan identitas musikalitas seniman.

Budi Arsa menjelaskan bahwa eksperimen menggunakan AI memberi ruang bagi karya-karyanya yang bertempo lambat untuk diubah menjadi komposisi yang lebih energik dan dinamis. Langkah ini dinilai efektif untuk merevitalisasi lagu lawas agar mendapatkan eksposur baru di platform digital tanpa harus merusak nilai orisinalitas karya aslinya.

“Bukan berarti semua yang lama itu jelek, tapi bisa membuat lagunya terdengar lebih fresh lagi,” pungkas Budi menutup penjelasannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User