Brebes, Apaberita.com — Warga Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dihebohkan dengan dugaan pembongk
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, Jumat (26/6/2026), penggalian pertama diketahui oleh warga pada Rabu (24/6) pagi. Saat itu, sejumlah warga mendapati tanah makam dalam kondisi berluba
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, Jumat (26/6/2026), penggalian pertama diketahui oleh warga pada Rabu (24/6) pagi. Saat itu, sejumlah warga mendapati tanah makam dalam kondisi berlubang dan jelas menunjukkan bekas galian yang tidak wajar. Warga yang curiga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa setempat.
Belum selesai rasa khawatir warga, keesokan harinya, Kamis (25/6), kejadian yang sama kembali terulang. Makam tersebut kembali digali, menunjukkan bahwa pelaku dengan sengaja kembali ke lokasi untuk tujuan tertentu. Warga menduga bahwa pelaku pembongkaran merupakan orang yang sama, mengingat modus dan sasaran yang identik.
"Kami sangat kaget waktu tahu makam ini dibongkar lagi. Padahal sebelumnya tanah sudah diratakan kembali," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya kepada Apaberita.com.
Dugaan kuat yang berkembang di kalangan warga adalah bahwa pelaku membongkar makam untuk mengambil tali kafan jenazah. Tali kafan diyakini kerap digunakan dalam praktik-praktik ritual sesat oleh segelintir orang yang meyakininya memiliki kekuatan supranatural. Kepercayaan ini dianggap menyimpang dan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Pihak desa dan tokoh masyarakat setempat mengaku prihatin sekaligus geram atas kejadian ini. Mereka menilai tindakan pembongkaran makam adalah perbuatan biadab dan tidak menghormati orang yang telah meninggal dunia. Selain melanggar norma agama, tindakan ini juga meresahkan warga yang memiliki keluarga dimakamkan di TPU tersebut.
Hingga kini, belum diketahui identitas pelaku pembongkaran makam. Warga bersama perangkat desa telah berinisiatif meningkatkan pengawasan di area pemakaman dengan melakukan ronda bergilir, terutama pada malam hari. Langkah ini diambil untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari dan menangkap pelaku secara langsung jika kembali beraksi.
Kasus ini masih dalam penelusuran pihak berwenang. Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan melakukan penyelidikan dan mengungkap motif sebenarnya dari pembongkaran makam yang dianggap telah mencoreng ketenteraman desa tersebut.
Comments (0)