Bocah Difabel Jakbar Ditemukan Tertidur di Kandang Anjing

Jakarta Barat – Seorang bocah penyandang disabilitas di Jakarta Barat yang dilaporkan hilang oleh keluarganya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, tertidur di dalam kandang anjing milik warga s...

Bocah Difabel Jakbar Ditemukan Tertidur di Kandang Anjing

Jakarta Barat – Seorang bocah penyandang disabilitas di Jakarta Barat yang dilaporkan hilang oleh keluarganya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, tertidur di dalam kandang anjing milik warga setempat. Peristiwa ini mengejutkan warga dan menjadi perhatian aparat kepolisian, yang langsung menindaklanjuti laporan kehilangan tersebut pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial A (12), yang mengalami keterbatasan intelektual, dilaporkan hilang sejak Rabu sore, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Ia terakhir terlihat bermain di sekitar permukiman padat penduduk di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Keluarga yang panik segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kembangan pada pukul 17.00 WIB, dan aparat bersama warga langsung melakukan pencarian.

Proses Pencarian dan Penemuan

Rapat Koordinasi darurat digelar di kantor kelurahan setempat pada Rabu malam, melibatkan unsur kepolisian, Babinsa, serta tokoh masyarakat. Dalam rapat tersebut, disepakati untuk membagi tim pencari ke beberapa titik, termasuk saluran air, taman kota, dan area kosong yang sering dijadikan tempat berteduh. Pencarian sempat terhambat oleh kondisi cuaca hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak sore hari.

Upaya pencarian membuahkan hasil pada Kamis pagi, sekitar pukul 07.15 WIB. Seorang warga bernama Siti (45) menemukan A dalam keadaan tertidur pulas di dalam kandang anjing di belakang rumahnya, yang terletak sekitar 500 meter dari kediaman korban. Kandang tersebut berukuran 2x1,5 meter dengan lantai semen dan beratap seng, biasanya digunakan untuk memelihara dua ekor anjing herder milik tetangga Siti yang tengah bepergian.

"Saya kaget bukan main. Anak itu tidur meringkuk di pojok kandang, di atas tumpukan jerami kering. Badannya kotor, tapi tampaknya tidak terluka. Saya langsung membangunkan dia dan membawanya ke rumah," ujar Siti saat ditemui di lokasi kejadian.

Pertemuan Haru dengan Keluarga

Setelah dibawa ke rumah Siti, A diberikan makanan hangat dan minuman. Keluarga korban yang telah dihubungi segera bergegas ke lokasi. Momen pertemuan antara A dan ibunya, Rina (38), berlangsung haru. Rina memeluk erat putranya sambil menangis, sementara A hanya tersenyum tanpa banyak bicara, sesuai dengan kondisinya.

"Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi semalam. Syukur Alhamdulillah anak saya ditemukan selamat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mencari," kata Rina dengan suara bergetar di hadapan petugas.

Petugas kepolisian dari Polsek Kembangan yang tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi A. Kapolsek Kembangan, Kompol Budi Santoso, menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada korban. "Berdasarkan pemeriksaan awal, anak tersebut dalam keadaan sehat secara fisik, hanya lelah dan kedinginan. Kami telah mengoordinasikan dengan Puskesmas setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut," tegas Kompol Budi dalam keterangannya.

Evaluasi Pengawasan Anak Difabel

Peristiwa ini menjadi sorotan terkait pengawasan terhadap anak penyandang disabilitas di lingkungan permukiman. Camat Kembangan, Ahmad Fauzi, dalam rapat koordinasi lanjutan yang digelar Kamis siang, menyatakan akan mendata seluruh anak berkebutuhan khusus di wilayahnya. "Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Puskesmas untuk memastikan setiap anak difabel mendapatkan pendampingan yang memadai. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami," ujar Ahmad Fauzi.

Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, hingga Juli 2026, terdapat 1.247 anak penyandang disabilitas terdaftar di Jakarta Barat, dengan 89 di antaranya berada di Kecamatan Kembangan. Angka ini menunjukkan perlunya peningkatan program pengawasan berbasis komunitas, termasuk pembentukan pos ronda khusus yang melibatkan warga untuk memantau aktivitas anak-anak rentan.

Sementara itu, pihak keluarga A berencana memasang alat pelacak GPS pada gelang yang dikenakan A, serta meningkatkan komunikasi dengan tetangga sekitar. Rina mengaku akan lebih ketat dalam mengawasi putranya yang kerap berjalan tanpa arah jika tidak diawasi. "Mulai hari ini, saya tidak akan melepas pandangan dari dia. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kami semua," pungkas Rina.

Polisi menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan anak yang tampak tersesat atau dalam kondisi tidak wajar. Kasus ini ditutup dengan catatan bahwa A telah kembali ke pelukan keluarganya, dan proses pemulihan psikologis akan dilakukan oleh psikolog anak dari Puskesmas Kembangan dalam pekan mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User