Bima Arya Sebut Karnaval Budaya Nusantara Cerminkan Semangat Kolaborasi

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa gelaran Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni merupakan cerminan nyata dari kuatnya semangat ko

Jul 08, 2026 - 04:38
0 0
Bima Arya Sebut Karnaval Budaya Nusantara Cerminkan Semangat Kolaborasi

Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri RI (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa gelaran Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni merupakan cerminan nyata dari kuatnya semangat kolaborasi antarkota di Tanah Air. Hal itu ia sampaikan saat menyaksikan langsung parade budaya yang melibatkan puluhan pemerintah kota dari berbagai pelosok Indonesia, dalam satu panggung besar yang dirancang untuk merayakan kekayaan sekaligus keberagaman warisan lokal.

Menurut laporan Apaberita.com, semangat kebersamaan tersebut tampak jelas dari partisipasi 55 kota yang hadir dan ikut memeriahkan festival tahun ini. Bima Arya menyebut angka itu bukan sekadar jumlah, melainkan bukti bahwa kota-kota di Indonesia memiliki kesadaran yang makin tinggi untuk saling terhubung, saling menginspirasi, dan saling menguatkan melalui jalur diplomasi budaya.

Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni kali ini mengusung tema besar “The Sparkling of Local Heroes and Culture: Menampilkan Ketangguhan Pahlawan Lokal dan Keindahan Nilai-Nilai Budaya agar Terlihat Memukau di Mata Dunia.” Tema tersebut mengajak setiap daerah untuk menampilkan sosok pahlawan lokal mereka masing-masing—bukan hanya dalam arti nasional, melainkan juga tokoh-tokoh masyarakat, seniman, pemimpin adat, dan pejuang kultural yang telah menjaga nilai-nilai luhur di wilayahnya.

“Ini bukan sekadar pawai atau pentas seni biasa. Ketika 55 kota bersatu dalam satu acara, yang kita lihat adalah wajah Indonesia yang sesungguhnya: beragam, berwarna, dan bergerak bersama. Ini cermin semangat kolaborasi yang sekarang menjadi modal utama pembangunan daerah,” ujar Bima Arya di sela-sela acara.

Festival ini sendiri menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Dipilihnya acara budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari rakernas menunjukkan bahwa APEKSI dan jajaran pemerintah kota tidak lagi memandang kebudayaan sebagai sektor pinggiran. Sebaliknya, budaya kini ditempatkan sebagai arus utama yang dapat memperkuat identitas kota, mendorong ekonomi kreatif, serta memperluas jejaring antardaerah.

Para peserta karnaval menampilkan aneka kostum tradisional, tarian khas, musik etnik, dan teater jalanan yang diolah secara kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisinya. Ada kota yang membawakan kisah perjuangan pahlawan lokal melawan penjajahan, ada pula yang mengangkat legenda rakyat serta kearifan ekologis yang diwariskan secara turun-temurun. Semua suguhan itu disajikan dalam format parade kota yang berlangsung meriah dan penuh warna.

Bima Arya menambahkan, kolaborasi semacam ini diharapkan tidak berhenti di atas panggung karnaval. Ia mendorong agar kota-kota yang sudah saling mengenal lewat forum APEKSI terus memperkuat kerja sama yang lebih konkret di bidang lain, seperti tata kelola pemerintahan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga pertukaran program inovasi layanan publik. Dengan demikian, Rakernas APEKSI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga katalisator lahirnya aksi-aksi kolektif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Antusiasme publik yang tinggi sepanjang jalannya karnaval juga menjadi indikasi bahwa masyarakat merindukan ruang-ruang ekspresi budaya yang inklusif. Festival seperti ini, menurut sejumlah kepala daerah yang hadir, bisa menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya menjaga warisan budaya sekaligus membangun rasa bangga terhadap identitas lokal di tengah arus globalisasi yang semakin cepat.

Rangkaian Rakernas XVIII APEKSI sendiri berlangsung selama beberapa hari dengan sejumlah agenda strategis, termasuk diskusi panel, lokakarya, dan pameran inovasi daerah. Namun, dari seluruh sesi tersebut, Festival Karnaval Budaya Nusantara dan Pentas Seni tetap menjadi magnet tersendiri yang menyatukan pemerintah daerah dan masyarakat dalam satu irama perayaan kebangsaan. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan dan hasil-hasil penting dari forum nasional ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User