BI Checking Resmi Diganti iDebku, Kini Masyarakat Bisa Cek Utang Sendiri Online
JAKARTA, APABERITA.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan sistem terbaru pengganti BI Checking yang diberi nama iDebku. Melalui platform ini,
JAKARTA, APABERITA.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan sistem terbaru pengganti BI Checking yang diberi nama iDebku. Melalui platform ini, masyarakat kini dapat dengan mudah mengecek rekam jejak kredit dan status pinjaman secara daring (online) tanpa perlu antre di kantor Bank Indonesia atau bank. Perubahan ini menandai era baru transparansi kredit di Indonesia yang sepenuhnya digital.
iDebku merupakan bagian dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK sejak 1 Januari 2024. Sebelumnya, fungsi serupa dikenal sebagai BI Checking yang berada di bawah Bank Indonesia. Pemindahan ini bertujuan memberikan layanan yang lebih terpadu, mengingat pengawasan lembaga keuangan bank dan non-bank kini sepenuhnya di bawah OJK.
Apa Itu iDebku dan Mengapa Penting?
iDebku adalah singkatan dari Informasi Debitur. Sesuai namanya, platform ini menyediakan informasi lengkap mengenai status seorang debitur di mata lembaga keuangan. Data yang tersaji mencakup riwayat pembayaran kredit, jumlah pinjaman aktif, status kolektibilitas (lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, macet), serta detail fasilitas kredit yang pernah atau sedang diterima, baik dari bank maupun lembaga keuangan non-bank seperti fintech peer-to-peer lending, koperasi, dan multifinance.
"Dengan iDebku, masyarakat bisa cek sendiri skor kreditnya secara transparan. Ini bagian dari edukasi keuangan agar masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap pinjaman dan bisa merencanakan keuangan lebih baik," ujar Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, dalam peluncuran virtual yang dihadiri Apaberita.com.
Data per April 2024, tercatat lebih dari 110 juta rekening kredit yang terpantau dalam SLIK. Dengan iDebku, setiap individu berhak mengakses data dirinya sendiri, sehingga bisa memastikan tidak ada data yang salah atau digunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Langkah-Langkah Cek Kredit via iDebku
Mengakses iDebku sangat mudah. Berikut panduan lengkapnya:
- Kunjungi situs resmi https://idebku.ojk.go.id melalui browser di ponsel atau komputer.
- Pilih menu "Pendaftaran" dan isi formulir dengan data pribadi lengkap, seperti nomor KTP, nama sesuai KTP, alamat, dan nomor telepon aktif.
- Unggah hasil pindai (scan) KTP asli dan pas foto terbaru. Pastikan file sesuai ketentuan ukuran dan format yang tertera.
- Sistem akan memproses verifikasi. Anda akan menerima notifikasi melalui email atau SMS untuk mengaktifkan akun.
- Setelah akun aktif, masuk dan pilih menu "Permintaan Informasi Debitur". Isi data tambahan jika diperlukan.
- Laporan riwayat kredit akan tersedia dalam format PDF dalam waktu 1x24 jam setelah permintaan berhasil. Anda bisa mengunduh dan menyimpannya.
Seluruh proses ini tidak dipungut biaya alias gratis. Masyarakat bisa mengulangi pengecekan secara berkala, misalnya setiap enam bulan, untuk memantau kesehatan kreditnya.
Keunggulan iDebku Dibanding BI Checking
Perubahan ini membawa sejumlah perbaikan signifikan yang langsung dirasakan pengguna:
Cakupan lebih luas. iDebku tidak hanya mencatat data dari bank umum, tetapi juga dari lembaga keuangan non-bank. Sehingga jika Anda memiliki pinjaman di fintech legal, riwayat pembayarannya akan terlihat di sini. Ini memberi gambaran utuh tentang profil risiko kredit seseorang, menghindari praktik over-indebtedness.
Proses lebih cepat. Permintaan BI Checking manual lewat kantor BI atau bank bisa memakan waktu 3-5 hari kerja. iDebku memangkasnya menjadi maksimal 24 jam, bahkan seringkali lebih cepat.
Akses dari mana saja. Tak perlu meluangkan waktu ke pusat kota, cukup dengan ponsel dan koneksi internet, siapa pun di pelosok negeri dapat mengecek status kreditnya.
OJK menjamin keamanan data dengan menerapkan enkriksi dan verifikasi ketat, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah dan OTP. Hanya pemilik data yang sah yang bisa mengakses laporan.
Sosialisasi iDebku akan terus digencarkan melalui kanal resmi OJK dan perbankan. "Kami ingin setiap orang paham kondisi kreditnya sebelum mengajukan pinjaman baru, sehingga risiko penolakan dan jerat utang bisa diminimalkan," tegas Friderica. Dengan transparansi ini, diharapkan masyarakat Indonesia semakin cerdas mengelola keuangan.
Kategori
Popular Posts
Related Posts
Popular Posts