Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN) Tysa Novenny menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya terus berkomitmen menjalankan program gizi nasional sesuai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan menyusul berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik terkait pelaksanaan program prioritas pemerintah di bidang pangan dan gizi masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai juru bicara, Tysa Novenny menjadi corong resmi lembaga tersebut dalam menyampaikan informasi kepada publik, termasuk menjelaskan kebijakan, program, dan capaian yang telah ditetapkan dalam rapat koordinasi maupun pleno internal BGN. Kehadiran figur juru bicara dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi komunikasi publik lembaga pemerintah.
Peran Strategis Juru Bicara dalam Komunikasi Publik
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, setiap lembaga pemerintah memiliki kewajiban menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Tysa Novenny menyatakan bahwa fungsi juru bicara bukan sekadar menyampaikan pernyataan resmi, melainkan juga memastikan setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi kebenarannya.
"Setiap informasi yang disampaikan kepada publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara faktual dan sesuai dengan keputusan resmi lembaga," tegas Tysa Novenny dalam keterangan yang disampaikan kepada wartawan.
Menurutnya, komunikasi publik yang terukur menjadi bagian tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan yang baik. Hal ini sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Program Gizi sebagai Agenda Prioritas Nasional
Badan Gizi Nasional ditetapkan sebagai lembaga yang menangani percepatan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia sekolah. Program ini merupakan bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah.
Tysa Novenny menegaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan melibatkan kementerian, lembaga daerah, serta mitra terkait. Ia menyatakan bahwa evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan sasaran program tepat dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat.
"Pelaksanaan program senantiasa melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan distribusi manfaat program berjalan merata, termasuk di wilayah terpencil dan daerah dengan angka prevalensi gizi kurang yang masih tinggi.
Menindaklanjuti Aspirasi dan Pengawasan Publik
Dalam berbagai kesempatan, juru bicara BGN menyatakan bahwa lembaganya terbuka terhadap masukan, kritik, dan pengawasan publik. Menurutnya, pengawasan merupakan bagian dari mekanisme check and balance yang memperkuat kualitas kebijakan.
Tysa Novenny menjelaskan bahwa setiap laporan atau aduan yang masuk akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ditetapkan. Ia memastikan bahwa mekanisme penanganan laporan dilakukan secara transparan dan tidak mengabaikan prinsip kehati-hatian.
"Kami memastikan setiap masukan ditindaklanjuti melalui saluran resmi dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi langsung dari kanal resmi lembaga agar terhindar dari informasi yang tidak akurat. Menurutnya, penyebaran informasi yang keliru dapat menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan berpotensi menghambat pelaksanaan program.
Menjaga Akuntabilitas dan Kepercayaan Publik
Sebagai lembaga yang mengelola program strategis, Badan Gizi Nasional dihadapkan pada tuntutan akuntabilitas yang tinggi. Tysa Novenny menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui pelaporan yang sistematis dan dapat diakses.
Ia menambahkan bahwa kapasitas kelembagaan terus diperkuat, termasuk dalam aspek perencanaan, monitoring, dan pelaporan. Hal ini dilakukan agar setiap keputusan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Di akhir keterangannya, Tysa Novenny menegaskan bahwa fokus utama lembaga adalah memastikan program gizi nasional berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran BGN bekerja berdasarkan aturan yang berlaku dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Dengan posisi sebagai juru bicara, Tysa Novenny diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara lembaga pemerintah dan publik, sekaligus menjaga agar arus informasi mengenai kebijakan gizi nasional tersampaikan secara akurat, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Comments (0)